Air Terjun Toroan Menghadap Langsung ke Laut

air-terjun-toroan

Terkadang apa yang kita rencanakan tidak terjadi, namun terkadang apa yang tidak kita rencanakan itulah yang terjadi. Seperti perjalanan kali ini yang tidak terlalu direncanakan. Sehari sebelum hari H, sepupuku ngajakin jalan-jalan. Kita kontak-kontakan untuk menentukan tempat dan jadwal yang pas buat ngetrip. Udah fix kita mau ke Air Terjun Toroan di Sampang hari Minggu.

Supaya perjalanan lebih seru aku ngajakin Ila. Dia juga ngajakin sepupu-sepupunya biar tambah rame. Nyampek hari H semua yang kita ajak mengundurkan diri, begitu juga sepupuku yang pertama ngajak jalan. Tersisa aku sama Ila doang, but thatis not problem. Kita berdua tetep jalan, kalau travelmatenya si Ila meskipun cuma berdua gak bakal berkurang keseruannya.

Rute menuju Air Terjun Toroan

Pagi-pagi kita udah berangkat mengingat jarak dari rumah ke tempat tujuan jauh banget, 60 KM sis. Air Terjun Toroan terletak di Desa Ketapang Daya daerah panturanya Sampang Madura. Kalau dari Pamekasan tidak perlu melewati Sampang Kota karena akan memutar dan lebih jauh. Kita motoran melewati jalur menuju Panturanya Pamekasan yaitu Waru terus ke Pasean. Jalannya berkelok lumayan naik turun tapi udah mulus karena baru diperbaiki dan diperlebar.

Di beberapa titik masih ada perbaikan jalan. Pemandangannya juga asyik kayak jalur puncak (padahal belum pernah ke puncak, hehe). Apalagi pas melewati tebing batu kapur sebelum pasar waru, kece badai. Aku paling suka kalau sudah nyampek sini. Nyampek di jalur pantura kita belok kiri ke arah barat. Jalanannya tidak terlalu ramai dan lancar cuma macet di Pasar Tamberu dan perbaikan jembatan.

air-terjun-toroan

Lokasi wisata Air Terjun Toroan berada di pinggir jalan sehingga sangat mudah dijangkau. Aku sok-soan mematikan GPS karena dulu pernah lewat sini pas ke Pantai Nepa yang tak jauh dari sini. Hampir aja kita terlewat untungnya Ila sempat menoleh dan melihat bagian depan “Wisata Air Terjun Toroan”. Aku segera putar balik dan masuk area Air Terjun Toroan.

Nyampek di Air Terjun Toroan

air-terjun-toroan

Tak ada tiket masuk, cuma bayar parkir motor sebesar 5K. Kita memarkir motor di bawah bangunan semi permanen yang beratap seng. Di dekat tempat parkir ada saung memanjang beratap rumbia yang ujungnya terdapat warung kecil menjual makanan. Pemandangan laut biru dan langit yang cerah menyambut kedatangan kita seakan mengucap selamat datang.

air-terjun-toroan air-terjun-toroan

 Aku tolah- toleh mencari tapi tak terlihat adanya air terjun. Pun kutajamkan pendengaran tapi tak terdengar air yang jatuh. Rupanya untuk menuju lokasi air terjun kita harus berjalan melewati beberapa anak tangga yang saat itu sedang ada perbaikan untuk mempercantik dinding-dinding tangga.

Menikmati Kesegaran Air Terjun Toroan

air-terjun-toroan

Sebelum sampai di air terjun utama air terjun mini terlebih dahulu menyambut. Air terjun yang lebih besar terlihat dan suara air yang jatuh ke muara terdengar sangat jelas. Karena masih pagi sekitar jam 10an belum banyak pengunjung yang datang. Kita lebih bebas berekspresi dan mengeksplore tempat ini.  Aku sama Ila langsung turun untuk merasakan air yang mengalir. Duduk-duduk di bebatuan dan merasakan tempias air mengenai muka rasanya, nyes… sejuk banget. Suara deburan air terjun ini bikin tenang. Bikin betah euy…

Sudah bukan rahasia lagi, Air Terjun Toroan memiliki keunikan yaitu berhadapan langsung dengan laut. Kalau biasanya air terjun identik dengan hutan, bukit, dan jalan setapak, tapi tidak dengan Air Terjun Toroan. Air Terjun dengan tinggi 20 meter ini jatuh ke muara yang kemudian mengalir langsung ke laut. Bebatuan di sini cukup beragam, ada yang mulus layaknya batu sungai, ada pula yang berlubang-lubang tajam layaknya karang di lautan. Kita dapat menikmati suasana air terjun dan laut sekaligus.

air-terjun-toroan

air-terjun-toroan air-terjun-toroan air-terjun-toroan air-terjun-toroan

Kita sebenarnya pengen menyeberang untuk mengeksplore bagian seberang sana. Tapi aliran airnya cukup deras, untuk nyari pijakan agak susah. Dari pada jatuh karena terseret arus mending nyeberang-nyeberang cantik aja deket-deket sini. Kecipak-kecipuk merasakan airnya yang seger beut.

Karena musim penghujan debit airnya lebih banyak dan warnanya agak kecoklatan. Ada banyak sampah sungai yang terbawa dan nyangkut di bebatuan sekitar air terjun. Kalau boleh saran sih buat pengelola supaya menjaga kebersihan secara berkala. Apalagi musim penghujan seperti ini sampah-sampah sungai mudah sekali terbawa saat hujan. Sampah-sampah ini sangat mengganggu pemandangan. Di tahun 2018 ada 4 tempat wisata di Sampang yang masuk dalam program Visit Madura yaitu Air Terjun Toroan, Hutan Kera Nepa, Pantai Lon Malang, dan  wisata religi Makam Rato Ebu (Sumber: Radar Madura).

air-terjun-toroan

air-terjun-toroan

Kita beranjak ke air terjun mini yang tadi sempat kita abaikan. Airnya lebih sejuk dan dingin banget. Meski kecil muara tempat jatuhnya air terjun ini sangat dalam. Kita nyoba nyelupin kaki tapi gak nyampek-nyampek ke dasarnya. Meski di pinggir pantai udara di sini cukup sejuk karena ada banyak pohon rindang yang menaungi.

Sebelum pulang kita menemukan akses menuju bagian atas air terjun. Pemandangan di sini gak kalah cantik. Kita menyaksikan bagaimana air sungai yang mengalir kemudian jatuh ke muaranya. Orang-orang di bawah sana kelihatan lebih kecil.

air-terjun-toroan

air-terjun-toroan

Untuk fasilitas umum di sini cukup memadai. Udah ada toilet, mushola, dan tempat makan.

Berat banget buat ninggalin tempat ini tapi apalah daya hari sudah siang. Abis ini kita masih mau mampir ke Pantai Lon Malang dan Pantai Jodoh yang sekarang lagi ngehitz. Tadi sempet ngelewatin tapi kita dahulukan yang paling utama, Air Terjun Toroan.

Air Terjun Toroan #airterjuntoroan #ketapang #eksploresampang #eksploremadura

Sebuah kiriman dibagikan oleh Titim Nuraini (@titim_nuraini) pada

5 thoughts on “Air Terjun Toroan Menghadap Langsung ke Laut

  1. Sekarang sudah bagus ya Mbak. Sudah ada landmarknya juga. Saya 2 kali ke sana. Yang pertama masih pengembangan dan belum ada jalan tangganya. Yang ke dua lumayan tapi belum sempat foto di dengan landmarknya 😀

Terima kasih sudah komen :)