Rencana Menjelajah Banyuwangi besama Skyscanner

banyuwangi
Sumber gambar : jmaluw.blogspot.sg

Halo, halo. Ngomong-ngomong soal destinasi impian, Indonesia sebagai Negara kepulauan menyajikan beragam keindahan yang tak pernah habis untuk dijelajahi. Sebanyak 35 Provinsi yang ada di Indonesia menawarkan kekhasannya masing-masing. Dari Sabang sampai Merauke memiliki keindahan alam, tradisi, dan budaya yang beragam. Indonesia, Nusantara nan eksotis.

Tahun ini aku pengen mengeksplore lebih banyak tempat wisata di Jawa Timur. Pengen melebarkan sayap keluar dari Madura gitu. Bulan Februari kemarin aku sudah mengeksplore keindahan Bromo dan Air Terjun Madakaripura. Nah Setelah ini maunya traveling ke Banyuwangi, kabupaten paling timur di Pulau Jawa yang sangat dekat dengan Pulau Bali. Kabupaten yang berjuluk Sunrise of Java ini memiliki keindahan alam dan keberagaman budaya yang tak kalah dengan Bali loh. Sebut saja Kawah Ijen, Baluran, dan sejumlah pantai eksotis yang sangat menggoda untuk didatangi. Continue reading “Rencana Menjelajah Banyuwangi besama Skyscanner”

Sunrise yang Tak Sempurna di Bukit Cinta Bromo

bukit-cinta

“Kita usahakan sampai ke Pananjakan untuk melihat sunrise. Tapi kalau jalanan macet kita melihat sunrisenya di Bukit Kingkong. Alternative terakhir jika tidak bisa ke Bukit Kingkong kita ke Bukit Cinta,” briefing Kak Heru, tour leader dalam trip kali ini.

            Dini hari sekitar jam 03.30 kita bersiap naik jeep menuju Bromo. Peserta tour Opentrip Bromo-Madakaripura ada 13 orang sehingga dibagi menjadi 2 kelompok. Masing-masing jeep berisi 7 orang. Aku satu jeep bareng Hastuti -gadis Jakarta yang bekerja di Surabaya-, Mbak Esty dan Della –teman sekantor yang juga bekerja di Surabaya-, Mbak Lidya asli Surabaya yang bareng sama suaminya, serta Kak Heru.

Saat jeep mulai melaju kepalaku langsung pusing karena jalanan yang menanjak dan berkelok-kelok sementara pemandangan di luar gelap. Perut mulai mual. Permen dan fresh care pun udah gak mempan.

Satu hal yang tak terlupakan dalam perjalanan ini, aku harus merelakan isi perutku keluar sampai 3 kali. Ini mabuk kendaraan terparah yang pernah aku alami. Perjalanan satu jam terasa sangat lama sekali. Dalam hati aku berdoa semoga bisa bertahan hingga sampai. Continue reading “Sunrise yang Tak Sempurna di Bukit Cinta Bromo”

Opentrip Bromo Madakaripura

bromo-madakaripura

Tahun-tahun sebelumnya aku lebih banyak traveling di daerah sendiri yaitu Madura. Tahun 2018 ini aku ingin melebarkan sayap traveling ke daerah Jawa Timur.

“Kamu sendirian ke Bromo? berani banget,” komentar teman-teman pas tahu aku baru dateng dari Bromo.

Aku memang sendirian berangkat dari Madura tapi ikut open trip salah satu travel agent di Surabaya. Jadi ke Bromonya ngetrip bareng temen-temen baru. Aku belum berani solo traveling tapi gak ada temen juga buat diajak ngebolang jadi ikut open trip adalah pilihan yang sangat tepat.

Sebenarnya sebelum ini aku sudah menyusun rencana yang sangat matang untuk mengeksplore Jombang. Tapi temenku yang asli Jombang membatalkan di detik-detik terakhir. Aku banting setir mencari travel agent yang ada open trip di pertengahan Februari 2018. Pilihanku jatuh pada Open Trip Bromo-Madakaripura tanggal 17-18 Februari 2018. Aku mendaftar H-2 sebelum keberangkatan. Untungnya masih ada seat yang tersedia.

Continue reading “Opentrip Bromo Madakaripura”

Mandeh, Pesona Tersembunyi di Sumatera Barat yang Secantik Raja Ampat

mandeh
Sumber : dafatour.com

Kalau Papua punya Raja Ampat, Sumatera Barat punya Puncak Mandeh. Dua tempat di dua pulau paling ujung Indonesia ini memiliki kecantikan yang mirip satu sama lain. Banyak wisatawan yang bilang Mandeh itu Raja Ampatnya Sumatera Barat.

Dimana sih Mandeh itu?

Sebenarnya Mandeh adalah nama julukan dari Kawasan Wisata Bahari Terpadu Mandeh yang terletak di Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Lokasinya berbatasan langsung dengan Kota Padang, dengan jarak sekitar 1 jam perjalanan dari pusat kota. Continue reading “Mandeh, Pesona Tersembunyi di Sumatera Barat yang Secantik Raja Ampat”

Eksotisme Pantai Batu Sulung Sumenep yang belum Banyak Orang Tahu

 

pantai-batu-sulung

            Tiga minggu lalu aku ke rumah Ulfa, karena minggu sebelumnya aku di rumah seharian bosen. Aku ke sana main aja sih mumpung orangnya lagi di rumah. Biasanya pas hari Minggu dia sering ada di rumah mertuanya atau gak di rumah orang tuanya. Sebenarnya gak ada niatan buat jalan kemana. Kita cuma ngobrol-ngobrol aja tentang kabar dan beberapa hal. Terus nyampek deh pada obrolan tentang “Udah lama banget ya gak ngebolang bareng”. Iya sih kalau gak salah kita terakhir ngebolang bareng beberapa minggu sebelum dia nikah, tahun lalu. Itupun cuma ngebolang tipis-tipis ke daerah penambangan batu kapur di Blumbungan.

            Tercetuslah ide buat ngebolang saat itu juga. Ulfa buru-buru prepare biar gak terlalu siang karena jam 14.00 dia ada kegiatan. Pilihan tempat jatuh pada Pantai Batu Sulung di daerah Karduluk Sumenep. Alasannya karena tempatnya gak terlalu jauh dari sini dan itu tempat belum banyak yang tahu. Aku aja baru tahu pas telfonan sama temenku beberapa waktu lalu, udah agak lama sih. Continue reading “Eksotisme Pantai Batu Sulung Sumenep yang belum Banyak Orang Tahu”

Nonton Kontes Sapi Sonok Sendirian, Why Not?

sapi-sonok

Hai, kali ini aku mau share tentang salah satu Kebudayaan di Madura yaitu Sapi Sonok. Mungkin orang di luar Madura lebih familiar dengan Kerapan Sapi sebagai kebudayaan yang ada di Madura. Memang sih Sapi Sonok agak kalah pamor dibandingkan Kerapan Sapi padahal sudah ada sejak lebih dari 50 tahun yang lalu.

Sapi Sonok merupakan kontes kecantikan ala sapi betina di Madura. Jujur aku belum pernah sekalipun menyaksikan kontes ini. Abisnya jadwal Kontes Sapi Sonok selalu di hari Sabtu gitu pas aku masuk kerja. Seperti tahun-tahun sebelumnya Sapi Sonok tahun ini dijadwalkan sehari sebelum Kerapan Sapi, hari Sabtu tanggal 28 Oktober 2017 bertempat di Stadion R Soenarto Pamekasan. Aku pengen banget nonton secara langsung, malu dong orang Madura masak gak tahu sama budayanya sendiri. Continue reading “Nonton Kontes Sapi Sonok Sendirian, Why Not?”

Eksplore Kenjeran Park Surabaya, Serasa Keliling Dunia dalam Sehari

kenpark

Beberapa waktu lalu aku melihat status seorang teman di medsos. Dia mengupload beberapa foto Festival Bulan Purnama di Kenjeran Park (Kenpark) Surabaya. Aku jadi ingat tahun lalu pernah ke sana tapi belum menuliskan cerita perjalanannya di blog. Waktu itu (16 September 2016) aku ada satu keperluan di Surabaya daerah Margomulyo dari jam 8 sampek jam 11 siang. Nah mumpung lagi di Surabaya sayang banget kan kalau langsung pulang. Kita masih punya waktu sekitar 3 jam untuk mengeksplore Surabaya sebelum jam 2 siang. Meluncurlah kita ke Surabaya daerah timur menuju Kenpark di Jl. Pantai Ria Kenjeran, Sukolilo Baru, Bulak, Surabaya. Karena gak tahu jalan kita pasrah mengikuti petunjuk dari GPS. Itupun beberapa kali sempet nyasar gara-gara salah masuk jalan, haha. Oh ya, ini pertama kalinya aku ngebolang sama adekku.

            Akhirnya setelah nyasar beberapa kali dan melewati drama power bank jatuh di jalan sampailah kita di depan pintu masuk Kenpark dengan arsitektur bangunan bak di negeri dongeng. Kita membayar tiket masuk untuk 2 orang dengan sepeda motor sebesar 15K saja. Kenjeran Park merupakan kawasan wisata terpadu yang cukup luas dengan berbagai arena wisata. Dari pintu masuk kita terus lurus dan belok kiri di Atlantis Land untuk ke kawasan Klenteng Sanggar Agung. Continue reading “Eksplore Kenjeran Park Surabaya, Serasa Keliling Dunia dalam Sehari”

Family Trip ke Bukit Jaddih Bangkalan

bukit-jaddih

Yeaay…. Finally nyampek juga ke Bukit Jaddih. Jujur sebenernya Bukit Jaddih sudah lama banget masuk wish list aku. Cuma masalahnya aku selalu takut buat ke sini. Kenapa? Jadi gini, aku kan biasanya kemana-mana lebih suka motoran, selain karena lebih fleksibel juga susah nyari temen buat rame-rame. Kalau pakek motor kan bareng satu orang temen pun ayok aja. Tapi aku parno banget sama kabar yang beredar bahwa daerah sana rawan begal. Apalagi 2 minggu sebelum ke sini aku sempat baca sebuah broadcast isinya curhatan seseorang yang baru kena begal waktu ke Bukit Jaddih. Emang sih kabar tersebut belum tentu kebenarannya tapi tetep aja keberanian aku naik motor ke sana terkikis habis. Continue reading “Family Trip ke Bukit Jaddih Bangkalan”

Keliling Dungkek Sumenep Seharian, dari Pantai hingga Bukit Kalompek

dungkek

            Halo, halo… Assalamualaikum, balik lagi di blog aku yang masih sepi aja nih. Sering-sering main dong biar blogku tambah rame, hehe. Nah, Cerita perjalanan aku kali ini gak ada niatan sama sekali buat pergi ke tempat wisata tertentu. Minggu sebelumnya aku sama Mbak Leha kan udah ngebolang ke Boekit Tinggi dan Taman Tectona. Jadi minggu ini Mbak Leha ngajakin aku ke rumah Pak Iskandar, salah satu dosennya waktu di Universitas Trunojoyo Madura (UTM). Mau silaturahmi sama ngobrol-ngobrol tentang rencana setelah baru lulus gitu. Rumah beliau itu di daerah Dungkek Sumenep, letaknya di ujung paling timur pulau Madura sana. Kita berangkat lebih pagi karena jarak lumayan jauh dari Pamekasan, sekitar 2 jam perjalanan lah naik motor.

Gak terlalu sulit menemukan rumah Pak Iskandar yang berada di pinggir Jl. Raya Dungkek. Kebetulan aku juga pernah ke daerah situ sebelumnya jadi udah gak terlalu asing sama jalannya. Kita gak tahu sih yang mana pastinya rumah Pak Iskandar, nebak-nebak aja berdasarkan informasi dari tetangga beliau yang tadi kita tanyai. Masalahnya ini rumah sepi banget, jendelanya terbuka tapi pintunya tertutup rapat. Dari tadi celingak-celinguk dan manggil salam berkali-kali gak ada tanda-tanda adanya seorangpun. Dan ternyata setelah cukup lama menunggu salah satu keluarga Pak Iskandar muncul dan bilang kalau beliau sedang tidak di rumah hari ini. Continue reading “Keliling Dungkek Sumenep Seharian, dari Pantai hingga Bukit Kalompek”

Taman Tectona, Eduwisata yang Multifungsi di Sumenep

taman-tectona
Welcome in Taman Tectona

Matahari sedang terik-teriknya bersinar. Aku dan Mbak Leha memutuskan untuk meninggalkan Boekit Tinggi, rasanya kita udah lama banget duduk-duduk di Gazebo. Setelah ini kita masih akan ke Sumenep Kota menemui temennya Mbak Leha yang udah lama gak ketemu. Di Perjalanan, kita melihat sebuah tempat yang cukup rame seperti sebuah tempat wisata. Kita berhenti sebentar di seberang keramaian itu, membaca sekilas nama “Taman Tectona” tercetak di umbul-umbul yang berkibar-kibar tertiup angin. Taman Tectona kayaknya gak terlalu asing deh, aku pernah beberapa kali melihatnya di instagram. Yaudah, setelah melalui berbagai pertimbangan akhirnya kita memutuskan mampir dulu ke Taman Tectona. Udah kadung nyampek sini, sekalian aja kan. Lagian Temennya Mbak Leha masih janji ketemu abis sore nanti.

taman-tectona

Aku kira Taman Tectona sama kayak taman-taman sejenis ruang terbuka hijau gitu, ternyata ekspektasiku keliru. Di bagian depan, logo dan brand Taman Tectona menyambut para pengunjung yang datang. Oke kita masuk setelah membayar tiket di loket depan. Pandanganku langsung tertuju pada kursi malas warna ungu tergantung pada besi penyangga yang instagramable banget. Di sini berasa di teras rumah sendiri, meja kecil dan vas bunga cantik di atasnya menemani dengan setia. Ada musholanya juga di situ. Aku melihat-lihat ke seluruh penjuru dan masih bertanya-tanya tentang konsep yang diusung tempat ini. Biar gak tambah penasaran yuk mulai eksplore, ada apa aja di Taman Tectona? Continue reading “Taman Tectona, Eduwisata yang Multifungsi di Sumenep”