Keluyuran ke Pantai Slopeng di Sumenep

pantai-slopeng

            Libur Hari Natal aku gak kemana-mana, cuma di rumah aja. Padahal liburnya pas hari Senin, jadi libur 2 hari sama Minggu. Karena ngerasa boring 2 hari di rumah gak ngapa-ngapain Pokoknya libur tahun baru harus jalan-jalan. Ini jalan-jalan paling gak jelas deh. Aku sebenarnya gak pengen ke Pantai Slopeng tapi ceritanya cukup panjang kenapa ujug-ujug akhirnya aku nyampek ke Pantai Slopeng. Aku bakal ceritain, tapi janji jangan ketiduran ya baca ceritanya. Satu lagi, baca ceritanya harus sampai selesai.

Ceritanya gini:

Pas searching-searching di Instagram aku lihat Air Terjun Ahatan di Pasean kok bagus banget. Aku jadi pengen ke sana. Sayangnya ekspektasi gak sesuai dengan kenyataan yang kita jumpai. Foto-foto di instagram ternyata jauh lebih bagus dari pada aslinya. Hayati kecewa bang.

pantai-slopeng
Air Terjun Ahatan

            “Langsung pulang atau lanjut ke pantai di Pasean?” tawarku pada Adek. Kita berhenti sebentar mengatur nafas yang ngos-ngosan sehabis naik dari Air Terjun Ahatan.

            “Lanjut aja deh,” jawab si Adek. Lihat gugel map jaraknya gak terlalu jauh ke Pasean. Oke langsung cus ke sana.

Nyari Pantai Baru di Pasean

Aku pernah lihat di Pasean ada Pantai yang baru di buka, namanya Pantai Cemara Indah. Kita menyusuri Jalan pantura dari Pasar Pasean ke timur. Melewati jembatan setelah Pasar Pasean yang sangat besar dan perahu-perahu nelayan yang tertambat. Aku lebih awas melihat ke bagian utara. Setiap ada tempat yang cukup menarik kita berhenti. Tapi sepanjang jalan yang kita susuri aku tidak menemukan pantai yang kita cari.

Kita sempat berhenti dan masuk di sebuah tempat yang cukup menarik. Ada sebuah gazebo dengan tanah lapang di sekitarnya, tapi ternyata gak ada apa-apa lagi di sana. Kita lanjutkan perjalanan. Tapi sampai jauh kita menyusuri jalanan pantura pantai yang kita cari tetap gak kita temukan.

Karena gak mau pulang dengan hati hampa aku bilang ke Adek,  “Gimana kalau lanjut ke Slopeng aja?” Kalau di sana udah terjamin. Bagaimanapun wanitah butuh kepastian, eh.

pantai-slopeng

Udah kadung di Pantura nih. Dan lihat di gugel mep lurus aja kalau mau ke Pantai Slopeng. Jaraknya juga gak terlalu jauh sekitar setengah jam perjalanan. Ok lanjut.

Menyusuri jalur Pantura Pamekasan-Sumenep

Ini pertama kalinya aku melewati jalur pantura menuju Sumenep. Jalannya lebih sepi dari pada jalur menuju ke Sampang. Untuk jalannya sudah beraspal mulus. Apalagi setelah melewati Jembatan Pasongsongan yang sedang diperbaiki jarang sekali rumah-rumah di pinggir jalan. tapi pemandangan lautnya di sepanjang jalan jauh lebih bagus. Kita dimanjakan dengan gradasi warna laut berwarna biru dan tosca.

Adekku mengajak berhenti pas nyampek di satu tempat yang bagus banget. Ada sedikit pantai berpasir. Pemandangannya jangan ditanya, so amazing. Tapi karena sepi dan gak ada rumah penduduk kita skip tempat kece ini. Kapan-kapan kalau lewat sini lagi wajib mampir.

Ternyata jauh juga ya dari Pasean ke Pantai Slopeng. Kayaknya lebih sejam perjalanan. Kalau liat di map kok keliatan deket ya, haha. Udah kadung lebih dari separuh perjalanan gak mungkin balik kan. Ya udah nikmati aja. Ini namanya keluyuran gak jelas.

Tadi sempat berhenti sebentar karena lihat ada orang sedang foto-foto di pinggir jalan. Semacam dermaga kecil gitu. Tapi karena kita pengen gak cuma foto-foto jadi kita lanjutkan perjalanan.

Tiket Masuk Pantai Slopeng

            Akhirnya nyampek juga di Pantai Slopeng setelah melewati banyak pasar. Rasanya panjang sekali perjalanan ini. Kita membayar tiket masuk sebesar 10K per orang (pas libur natal dan tahun baru) dan 5K untuk parkir.

pantai-slopeng

Makan rujak di pinggir Pantai Slopeng

Karena perjalanan yang jauh perut jadi lapar. Kayaknya enak nih makan rujak di pinggir pantai sambil menikmati pemandangan laut yang cantik. Tapi ternyata rasa rujaknya agak kurang cocok di lidahku. Bahan-bahan rujak seperti lontong, kripik tette dan sayur kangkung di siram sama bumbu kacang yang encer. Gak kayak rujak biasanya yang di campur di dalam cobeknya terlebih dahulu. Yang ini bumbunya jadi kurang berasa. Murah sih cuma 7K tapi porsinya sedikit, aku aja masih tetep lapar. Yaudah kita nyari pentol dulu di dekat tempat bermain.

            Agak susah mencari pentol yang enak apalagi di tempat wisata gini. Kita asal aja memilih satu penjual pentol di antara beberapa penjual lainnya. Benar saja, untuk rasa kurang rekomended, lebih banyak rasa tepung dari pada dagingnya.

Gunungan Pasir dan Pantai yang Indah di Pantai Slopeng

pantai-slopeng pantai-slopeng

           Pantai Slopeng sudah lama menjadi wisata andalan di Sumenep. Aku pernah ke sini waktu libur kuliah smester awal. Selain terkenal dengan pantainya yang indah Pantai Slopeng juga terkenal dengan gunungan pasirnya yang semakin ke timur semakin tinggi. Udah lama banget gak kesini tapi gak banyak yang berubah.

Kita duduk santai menikmati suasana pantai yang sejuk di bawah pohon-pohon cemara udang yang memenuhi gunungan pasir Pantai Slopeng. Gradasi lautnya berwarna tosca terlihat sangat cantik di kejauhan sana. Kalau rame-rame seru piknik di sini, gelar tikar dan makan bekal yang di bawa dari rumah.

            Sebelum pulang kita menyusuri bibir pantai yang cukup panjang. Kalau melihat ke arah timur pohon cemara berbaris rapi di atas gunungan pasir mempercantik pemandangan pantai ini. Ombaknya tenang dan airnya jernih, pasirnya juga lembut berwarna kecoklatan. Ada banyak pengunjung yang asyik menemani anaknya main air. Banyak juga pengunjung yang sedang berkuda menyusuri pinggiran pantai. Untungnya cuaca saat itu sedikit mendung sehingga tidak terlalu panas. Namun sayang pantainya kurang bersih, banyak sampah-sampah pohon dan kotoran kuda berceceran di beberapa tempat. Jadi kurang sedap di pandang mata.

pantai-slopeng

pantai-slopeng pantai-slopeng

Perjalanan pulang dari Pantai Slopeng

          Hari semakin siang dan langit semakin gelap. Kita beranjak meninggalkan Pantai Slopeng sebelum hujan turun. Pulangnya kita mau lewat Sumenep Kota dengan mengandalkan GPS karena kita gak ngerti sama sekali jalannya. Perjalanan kita sempat terhenti karena hujan tiba-tiba turun dengan derasnya. Untungnya kita nemu tempat berteduh di sebuah toko yang bagian depan ada kanopinya. Jadi motor kita juga bisa ikut berteduh. Cukup lama menunggu hujan hingga akhirnya benar-benar reda. Kita lanjutkan perjalanan setelah mengucap terima kasih pada si empunya toko.

            Awalnya kita mau shalat di Masjid Jamik Sumenep. Tapi lagi males muter-muter jadi kita shalat di POM bensin yang ada musholanya. Dulu aku pernah terdampar di POM ini waktu pulang dari Keliling Dungkek Seharian. Abis shalat kita langsung pulang ke rumah tercinta.

Ternyata lewat Sumenep Kota gak kalah jauh pemirsa. Apalagi ban belakang motorku bocor di Saronggi. Untung langsung ketemu bengkel yang gak terlalu jauh dari TKP. Nyampek rumah aku langsung tepar. Sangat melelahkan sekali, esoknya badanku pegel semua. Gimana gak pegel kalau seharian keliling naik motor muterin Pamekasan-Sumenep. Ok, sekian dulu cerita keluyuran kita kali ini, sampai ketemu di cerita-cerita perjalanan berikutnya. Terima kasih sudah membaca tulisan ini sampai akhir. 🙂

5 thoughts on “Keluyuran ke Pantai Slopeng di Sumenep

Terima kasih sudah komen :)