Eksotisme Pantai Batu Sulung Sumenep yang belum Banyak Orang Tahu

 

pantai-batu-sulung

            Tiga minggu lalu aku ke rumah Ulfa, karena minggu sebelumnya aku di rumah seharian bosen. Aku ke sana main aja sih mumpung orangnya lagi di rumah. Biasanya pas hari Minggu dia sering ada di rumah mertuanya atau gak di rumah orang tuanya. Sebenarnya gak ada niatan buat jalan kemana. Kita cuma ngobrol-ngobrol aja tentang kabar dan beberapa hal. Terus nyampek deh pada obrolan tentang “Udah lama banget ya gak ngebolang bareng”. Iya sih kalau gak salah kita terakhir ngebolang bareng beberapa minggu sebelum dia nikah, tahun lalu. Itupun cuma ngebolang tipis-tipis ke daerah penambangan batu kapur di Blumbungan.

            Tercetuslah ide buat ngebolang saat itu juga. Ulfa buru-buru prepare biar gak terlalu siang karena jam 14.00 dia ada kegiatan. Pilihan tempat jatuh pada Pantai Batu Sulung di daerah Karduluk Sumenep. Alasannya karena tempatnya gak terlalu jauh dari sini dan itu tempat belum banyak yang tahu. Aku aja baru tahu pas telfonan sama temenku beberapa waktu lalu, udah agak lama sih. Continue reading “Eksotisme Pantai Batu Sulung Sumenep yang belum Banyak Orang Tahu”

Nonton Kontes Sapi Sonok Sendirian, Why Not?

sapi-sonok

Hai, kali ini aku mau share tentang salah satu Kebudayaan di Madura yaitu Sapi Sonok. Mungkin orang di luar Madura lebih familiar dengan Kerapan Sapi sebagai kebudayaan yang ada di Madura. Memang sih Sapi Sonok agak kalah pamor dibandingkan Kerapan Sapi padahal sudah ada sejak lebih dari 50 tahun yang lalu.

Sapi Sonok merupakan kontes kecantikan ala sapi betina di Madura. Jujur aku belum pernah sekalipun menyaksikan kontes ini. Abisnya jadwal Kontes Sapi Sonok selalu di hari Sabtu gitu pas aku masuk kerja. Seperti tahun-tahun sebelumnya Sapi Sonok tahun ini dijadwalkan sehari sebelum Kerapan Sapi, hari Sabtu tanggal 28 Oktober 2017 bertempat di Stadion R Soenarto Pamekasan. Aku pengen banget nonton secara langsung, malu dong orang Madura masak gak tahu sama budayanya sendiri. Continue reading “Nonton Kontes Sapi Sonok Sendirian, Why Not?”

Family Trip ke Bukit Jaddih Bangkalan

bukit-jaddih

Yeaay…. Finally nyampek juga ke Bukit Jaddih. Jujur sebenernya Bukit Jaddih sudah lama banget masuk wish list aku. Cuma masalahnya aku selalu takut buat ke sini. Kenapa? Jadi gini, aku kan biasanya kemana-mana lebih suka motoran, selain karena lebih fleksibel juga susah nyari temen buat rame-rame. Kalau pakek motor kan bareng satu orang temen pun ayok aja. Tapi aku parno banget sama kabar yang beredar bahwa daerah sana rawan begal. Apalagi 2 minggu sebelum ke sini aku sempat baca sebuah broadcast isinya curhatan seseorang yang baru kena begal waktu ke Bukit Jaddih. Emang sih kabar tersebut belum tentu kebenarannya tapi tetep aja keberanian aku naik motor ke sana terkikis habis. Continue reading “Family Trip ke Bukit Jaddih Bangkalan”

Taman Tectona, Eduwisata yang Multifungsi di Sumenep

taman-tectona
Welcome in Taman Tectona

Matahari sedang terik-teriknya bersinar. Aku dan Mbak Leha memutuskan untuk meninggalkan Boekit Tinggi, rasanya kita udah lama banget duduk-duduk di Gazebo. Setelah ini kita masih akan ke Sumenep Kota menemui temennya Mbak Leha yang udah lama gak ketemu. Di Perjalanan, kita melihat sebuah tempat yang cukup rame seperti sebuah tempat wisata. Kita berhenti sebentar di seberang keramaian itu, membaca sekilas nama “Taman Tectona” tercetak di umbul-umbul yang berkibar-kibar tertiup angin. Taman Tectona kayaknya gak terlalu asing deh, aku pernah beberapa kali melihatnya di instagram. Yaudah, setelah melalui berbagai pertimbangan akhirnya kita memutuskan mampir dulu ke Taman Tectona. Udah kadung nyampek sini, sekalian aja kan. Lagian Temennya Mbak Leha masih janji ketemu abis sore nanti.

taman-tectona

Aku kira Taman Tectona sama kayak taman-taman sejenis ruang terbuka hijau gitu, ternyata ekspektasiku keliru. Di bagian depan, logo dan brand Taman Tectona menyambut para pengunjung yang datang. Oke kita masuk setelah membayar tiket di loket depan. Pandanganku langsung tertuju pada kursi malas warna ungu tergantung pada besi penyangga yang instagramable banget. Di sini berasa di teras rumah sendiri, meja kecil dan vas bunga cantik di atasnya menemani dengan setia. Ada musholanya juga di situ. Aku melihat-lihat ke seluruh penjuru dan masih bertanya-tanya tentang konsep yang diusung tempat ini. Biar gak tambah penasaran yuk mulai eksplore, ada apa aja di Taman Tectona? Continue reading “Taman Tectona, Eduwisata yang Multifungsi di Sumenep”

Wajah Baru Bukit Brukoh Pakong Pamekasan

bukit-brukoh

 

Nama Bukit Brukoh mungkin terdengar baru di Pamekasan. Awal tahun 2017 aku penasaran waktu lihat berita online tentang kunjungan beberapa pesepak bola Madura United ke Bukit Brukoh. Setelah searching sana sini ternyata Bukit Brukoh tak lain dan tak bukan adalah “Pemancar”. Begitu orang menyebut tempat ini dulunya karena memang terdapat pemancar saluran TVRI di bukit ini. Sayangnya tempat ini terkesan kurang baik karena seringnya ditemukan muda-mudi yang melakukan hal-hal kurang baik (you know lah). Tapi itu dulu, semenjak dikelola dengan lebih baik Bukit Brukoh perlahan menghapus citra buruk tersebut dan mulai membangun citra baiknya.

            Tak mau kalah dengan tempat wisata lainnya di Madura, Bukit Brukoh terus dikembangkan. Tempat ini terus bersolek mendandani dirinya dengan spot-spot kece untuk menarik para pengunjung. Dan Waktu libur lebaran kemarin Bukit Brukoh menunjukkan wajah barunya yang semakin cantik. Banyak foto-foto wisata Bukit Brukoh berseliweran di timeline medsos temen-temenku. Bukit Brukoh mulai mencapai ketenarannya, terlihat sangat-sangat ramai oleh pengunjung. Continue reading “Wajah Baru Bukit Brukoh Pakong Pamekasan”

Apa sih yang menarik di Gili Iyang?

gili-iyang

Assalamualaikum. Lebaran udah lewat nih, yang mudik udah pada balik lagi ke perantauan belum? Liburnya masih kurang ya? Sama, aku juga. Tapi mau gak mau harus kembali pada rutinitas awal. Aktifitas semakin padat tapi liburan tetap harus jalan ya. Nih aku kasih referensi tempat liburan khususnya yang ada di Madura.

Belakangan ini wisata kepulauan di Madura mulai menggeliat, sebut saja Gili Labak dengan pasir putih dan keindahan bawah lautnya, Gili Genting yang terkenal dengan Pantai Sembilannya. Nah ada satu lagi nih kepulauan di Madura yang gak kalah menarik, Gili Iyang. Udah pernah denger belum? Belum ya? Masak sih? Padahal udah terkenal banget. Itu loh pulau yang memiliki kandungan oksigen tertinggi ke dua di dunia. Pulau ini terkenal dengan sebutan “Pulau awet muda”. Nah cerita lengkap perjalanan menuju ke Gili Iyang baca juga ya di postingan sebelum ini. Aku kasih bocoran deh, klik di sini. Continue reading “Apa sih yang menarik di Gili Iyang?”

Perjalanan Tak Terlupakan ke Gili Iyang

gili-iyang
Senja di Gili Iyang

Assalamualaikum, Apa kabar semuanya? Sebelumnya aku sudah pernah menulis tentang perjalananku ke Pantai Sembilan Gili Genting. Lihat di postingan sebelum ini ya: Pantai Sembilan Gili Genting, Membuatku Jatuh Cinta. Nah setelah dari Pulau Gili Genting perjalananku masih berlanjut ke pulau lainnya yakni Gili Iyang. Kedua pulau ini letaknya berjauhan tidak bisa ditempuh langsung dari pelabuhan yang sama. Kita harus balik dulu ke daratan Pulau Madura melalui Pelabuhan Tanjung. Dari sana kita menuju arah kota, nyari makan dulu sebelum melanjutkan perjalanan. Eh beruntung kita bisa numpang charge HP dan kamera untuk menambah daya yang mulai menipis. Baiknya lagi kita cukup bayar uang makan tanpa perlu bayar biaya ngecharge. Terima kasih Ibu pemilik warung. Continue reading “Perjalanan Tak Terlupakan ke Gili Iyang”

Pantai Sembilan Gili Genting, Membuatku Jatuh Cinta

pantai-sembilan

Sudah sejak lama aku pengen banget ke Pantai Sembilan. Sejak akhir tahun 2016 malah, sejak Pantai Sembilan belum seterkenal sekarang. Udah tak terhitung berapa kali aku ngerencanain buat ke sana. Pernah ngajakin temen malah di PHPin, Hiks. Pernah udah siap berangkat tapi cuaca tidak mendukung, pernah juga gak diijinin sama ortu, juga beberapa hal yang memang tidak bisa dihindari sehingga rencana harus dicancel. Nyesek itu selama hampir 6 bulan cuma bisa liatin instagram temen-temen yang posting foto mereka lagi di Pantai Sembilan dengan mupeng. Argh…. Tapi alhamdulillah, Finally….. tanggal 13-14 Mei 2017 keinginanku tersampaikan. Allah menggantikan kegagalan-kegagalan sebelumnya dengan sebuah perjalanan yang begitu berharga. Jauh di luar dugaanku.

Menyusun Itinerary

Perjalanan ini sebenarnya tidak terlalu terencana, sedikit dadakan gitu. Berawal dari pesan instagram dari Mbak Zie pada Jum’at pagi.

“Mb.. aku besok ke Gili Iyang dua hari. Gabung Yuk..”

Tawaran menarik nih, tapi sayang aku gak bisa ikut karena hari Sabtu aku kerja. Dan ini terlalu mendadak untuk bisa cuti. Sepanjang hari itu kita berkirim pesan. Merayu Mbak Zie supaya berangkat dari Pamekasan Sabtu siang, biar aku bisa ikut. Mbak Zie setuju setelah konfirmasi sama Mbak Amiy, yes. Lanjutlah kita menyusun itinerary, mencari informasi tentang transportasi, penginapan dan spot-spot menarik yang akan kita kunjungi. Untuk ke Gili Iyang aku minim informasi, jadi aku mengusulkan buat ke Gili Genting saja.

“Ngidam Gili Iyang sejak lama. Kalo nutut kita ke Gili Genting juga yuk..” begitu tanggapan Mbak Zie. Well, setelah berkali-kali merombak itinerary jadilah kita ke Gili Genting dulu, menginap di sana, baru ke Gili Iyang esoknya.

Continue reading “Pantai Sembilan Gili Genting, Membuatku Jatuh Cinta”

Kaleidoskop 2016

kaleidoskop-2016
My Best Nine 2016

Gak kerasa udah masuk tahun 2017 ya dan 2016 telah menjadi kenangan. Sebelum nulis resolusi buat 2017 mari kita lihat dulu apa aja yang terjadi dalam kehidupanku selama 2016. Harusnya tulisan ini aku buat sebelum tahun 2016 berakhir tapi karena beberapa kesibukan baru sempet nulis (halah, sok sibuk). Singkat aja ya biar cepet selesai. Resolusiku di awal tahun kemarin pengen banyakin jalan mengeksplore Madura dan menuliskannya di blog. Aku rasa resolusiku sudah 90% terealisasi ya meskipun masih banyak tempat lainnya yang belum aku kunjungi. Tahun kemarin aku tidak menargetkan mau kemana dan harus kemana yang penting jalan aja kemana kaki ini melangkah (gak usah lebay). Lebih banyak sih ke tempat-tempat yang belum banyak dikunjungi orang. bahkan lebih banyak tempat yang aku kunjungi bukan merupakan tempat wisata tapi memiliki keindahan yang gak kalah asyik. Dan ini dia rangkuman perjalanku selama setahun kemarin. Continue reading “Kaleidoskop 2016”

View Alam yang Hijau di Boekit Tinggi Daramesta

boekit-tinggi

Boekit Tinggi namanya. Bukan, bukan nama kota terbesar kedua di Provinsi Sumatera Barat itu loh ya. Boekit tinggi yang aku maksud di sini adalah salah satu objek wisata yang ada di Desa Daramesta Kec. Lenteng Kab. Sumenep. Yang ngaku orang Madura pasti bakalan tahu dong sama objek wisata yang lagi ngehits ini. Secara gambar-gambarnya banyak sekali bertebaran di jagat Instagram kan. Aku udah pernah ke sana 03 April 2016 lalu. Udah lama banget ya tapi baru sempet menuliskannya. Awalnya aku berencana ke sana bersama beberapa teman tapi pada akhirnya cuma aku sama Ulva yang  jadi berangkat. Yang lainnya? Entahlah. Berduapun tetap seru kok, apalagi Ulva partner traveling yang asyik.

Matahari siang itu begitu terik bersinar di atas kepala. Setelah memarkir motor sebesar Rp. 3000 kita berjalan memasuki area wisata Boekit Tinggi. Tidak ada biaya masuk alias gratis saat masuk ke sini. Awalnya aku pikir Boekit Tinggi ini hanyalah sebuah tempat yang bagus untuk menikmati hijaunya alam Sumenep dari ketinggian. Seperti halnya bukit kapur yang ada di Blumbungan dan Nong Tengnga di Kadur Pamekasan. Namun ternyata aku salah, tempat ini memang sengaja dikelola menjadi sebuah tempat wisata dengan pengelolaan yang sangat baik. Fasilitas kamar mandi, mushola, juga kios penjual makanan juga sudah tersedia. Continue reading “View Alam yang Hijau di Boekit Tinggi Daramesta”