Eksotisme Pantai Batu Sulung Sumenep yang belum Banyak Orang Tahu

 

pantai-batu-sulung

            Tiga minggu lalu aku ke rumah Ulfa, karena minggu sebelumnya aku di rumah seharian bosen. Aku ke sana main aja sih mumpung orangnya lagi di rumah. Biasanya pas hari Minggu dia sering ada di rumah mertuanya atau gak di rumah orang tuanya. Sebenarnya gak ada niatan buat jalan kemana. Kita cuma ngobrol-ngobrol aja tentang kabar dan beberapa hal. Terus nyampek deh pada obrolan tentang “Udah lama banget ya gak ngebolang bareng”. Iya sih kalau gak salah kita terakhir ngebolang bareng beberapa minggu sebelum dia nikah, tahun lalu. Itupun cuma ngebolang tipis-tipis ke daerah penambangan batu kapur di Blumbungan.

            Tercetuslah ide buat ngebolang saat itu juga. Ulfa buru-buru prepare biar gak terlalu siang karena jam 14.00 dia ada kegiatan. Pilihan tempat jatuh pada Pantai Batu Sulung di daerah Karduluk Sumenep. Alasannya karena tempatnya gak terlalu jauh dari sini dan itu tempat belum banyak yang tahu. Aku aja baru tahu pas telfonan sama temenku beberapa waktu lalu, udah agak lama sih. Continue reading “Eksotisme Pantai Batu Sulung Sumenep yang belum Banyak Orang Tahu”

Taman Tectona, Eduwisata yang Multifungsi di Sumenep

taman-tectona
Welcome in Taman Tectona

Matahari sedang terik-teriknya bersinar. Aku dan Mbak Leha memutuskan untuk meninggalkan Boekit Tinggi, rasanya kita udah lama banget duduk-duduk di Gazebo. Setelah ini kita masih akan ke Sumenep Kota menemui temennya Mbak Leha yang udah lama gak ketemu. Di Perjalanan, kita melihat sebuah tempat yang cukup rame seperti sebuah tempat wisata. Kita berhenti sebentar di seberang keramaian itu, membaca sekilas nama “Taman Tectona” tercetak di umbul-umbul yang berkibar-kibar tertiup angin. Taman Tectona kayaknya gak terlalu asing deh, aku pernah beberapa kali melihatnya di instagram. Yaudah, setelah melalui berbagai pertimbangan akhirnya kita memutuskan mampir dulu ke Taman Tectona. Udah kadung nyampek sini, sekalian aja kan. Lagian Temennya Mbak Leha masih janji ketemu abis sore nanti.

taman-tectona

Aku kira Taman Tectona sama kayak taman-taman sejenis ruang terbuka hijau gitu, ternyata ekspektasiku keliru. Di bagian depan, logo dan brand Taman Tectona menyambut para pengunjung yang datang. Oke kita masuk setelah membayar tiket di loket depan. Pandanganku langsung tertuju pada kursi malas warna ungu tergantung pada besi penyangga yang instagramable banget. Di sini berasa di teras rumah sendiri, meja kecil dan vas bunga cantik di atasnya menemani dengan setia. Ada musholanya juga di situ. Aku melihat-lihat ke seluruh penjuru dan masih bertanya-tanya tentang konsep yang diusung tempat ini. Biar gak tambah penasaran yuk mulai eksplore, ada apa aja di Taman Tectona? Continue reading “Taman Tectona, Eduwisata yang Multifungsi di Sumenep”

Zona Kece Boekit Tinggi Daramesta Sumenep

boekit-tinggi

Semakin ke sini semakin susah nyari temen buat diajakin ngebolang. Temen-temenku udah pada nikah semua, hiks… jadi gak bisa sebebas dulu buat nyulik mereka seharian. Kalaupun ada yang belum, mereka punya kesibukan sendiri dan jadwal hari liburnya berbeda denganku. Kali aja nanti ketemu jodoh yang juga suka jalan biar gak usah repot-repot nyari partner buat ngebolang, haha.

Nah pas dapet pesan dari Mbak Leha yang menawarkan diri jadi partner ngebolang, aku seneng banget. Mbak Leha temen kosku waktu kuliah di UTM. Dia baru aja pulang dari Jogja setelah lulus S2 di UGM, mungkin dia mulai bosan di rumah terus. Aku mengajak Mbak Leha ke Boekit Tinggi Daramesta Sumenep. Aku sih udah pernah ke sana tapi udah lama banget sebelum ada zona kecenya kayak sekarang. Continue reading “Zona Kece Boekit Tinggi Daramesta Sumenep”

Pantai Sembilan Gili Genting, Membuatku Jatuh Cinta

pantai-sembilan

Sudah sejak lama aku pengen banget ke Pantai Sembilan. Sejak akhir tahun 2016 malah, sejak Pantai Sembilan belum seterkenal sekarang. Udah tak terhitung berapa kali aku ngerencanain buat ke sana. Pernah ngajakin temen malah di PHPin, Hiks. Pernah udah siap berangkat tapi cuaca tidak mendukung, pernah juga gak diijinin sama ortu, juga beberapa hal yang memang tidak bisa dihindari sehingga rencana harus dicancel. Nyesek itu selama hampir 6 bulan cuma bisa liatin instagram temen-temen yang posting foto mereka lagi di Pantai Sembilan dengan mupeng. Argh…. Tapi alhamdulillah, Finally….. tanggal 13-14 Mei 2017 keinginanku tersampaikan. Allah menggantikan kegagalan-kegagalan sebelumnya dengan sebuah perjalanan yang begitu berharga. Jauh di luar dugaanku.

Menyusun Itinerary

Perjalanan ini sebenarnya tidak terlalu terencana, sedikit dadakan gitu. Berawal dari pesan instagram dari Mbak Zie pada Jum’at pagi.

“Mb.. aku besok ke Gili Iyang dua hari. Gabung Yuk..”

Tawaran menarik nih, tapi sayang aku gak bisa ikut karena hari Sabtu aku kerja. Dan ini terlalu mendadak untuk bisa cuti. Sepanjang hari itu kita berkirim pesan. Merayu Mbak Zie supaya berangkat dari Pamekasan Sabtu siang, biar aku bisa ikut. Mbak Zie setuju setelah konfirmasi sama Mbak Amiy, yes. Lanjutlah kita menyusun itinerary, mencari informasi tentang transportasi, penginapan dan spot-spot menarik yang akan kita kunjungi. Untuk ke Gili Iyang aku minim informasi, jadi aku mengusulkan buat ke Gili Genting saja.

“Ngidam Gili Iyang sejak lama. Kalo nutut kita ke Gili Genting juga yuk..” begitu tanggapan Mbak Zie. Well, setelah berkali-kali merombak itinerary jadilah kita ke Gili Genting dulu, menginap di sana, baru ke Gili Iyang esoknya.

Continue reading “Pantai Sembilan Gili Genting, Membuatku Jatuh Cinta”

View Alam yang Hijau di Boekit Tinggi Daramesta

boekit-tinggi

Boekit Tinggi namanya. Bukan, bukan nama kota terbesar kedua di Provinsi Sumatera Barat itu loh ya. Boekit tinggi yang aku maksud di sini adalah salah satu objek wisata yang ada di Desa Daramesta Kec. Lenteng Kab. Sumenep. Yang ngaku orang Madura pasti bakalan tahu dong sama objek wisata yang lagi ngehits ini. Secara gambar-gambarnya banyak sekali bertebaran di jagat Instagram kan. Aku udah pernah ke sana 03 April 2016 lalu. Udah lama banget ya tapi baru sempet menuliskannya. Awalnya aku berencana ke sana bersama beberapa teman tapi pada akhirnya cuma aku sama Ulva yang  jadi berangkat. Yang lainnya? Entahlah. Berduapun tetap seru kok, apalagi Ulva partner traveling yang asyik.

Matahari siang itu begitu terik bersinar di atas kepala. Setelah memarkir motor sebesar Rp. 3000 kita berjalan memasuki area wisata Boekit Tinggi. Tidak ada biaya masuk alias gratis saat masuk ke sini. Awalnya aku pikir Boekit Tinggi ini hanyalah sebuah tempat yang bagus untuk menikmati hijaunya alam Sumenep dari ketinggian. Seperti halnya bukit kapur yang ada di Blumbungan dan Nong Tengnga di Kadur Pamekasan. Namun ternyata aku salah, tempat ini memang sengaja dikelola menjadi sebuah tempat wisata dengan pengelolaan yang sangat baik. Fasilitas kamar mandi, mushola, juga kios penjual makanan juga sudah tersedia. Continue reading “View Alam yang Hijau di Boekit Tinggi Daramesta”