Allah maha menjawab

Mau curhat dikit ah tentang perjalananku selepas lulus kuliah. Rasanya sayang kalau tidak disimpan dalam tulisan. Jadi ceritanya gini. Selepas diwisuda pada tanggal 28 September 2013 tak terhitung lamaran yang aku kirim ke berbagai perusahaan sejak saat itu. Karena inginku lulus kuliah bekerja untuk menerapkan ilmu yang pernah didapat selama kuliah. Dan yang tak ketinggalan tentunya supaya bisa mendapatkan penghasilan sendiri dan tidak lagi tergantung sama orang tua. Tentunya harapan orang tua membiayai kuliah supaya aku bisa hidup lebih sejahtera daripada mereka. Salah satunya adalah bekerja gitu. Bahkan sebelum wisudapun aku sudah mengikuti tahapan seleksi Bank Central di negara kita. Tetapi aku gugur pada tahap kedua yaitu tes toefl. Memang dasarnya aku gak terlalu paham Bahasa Inggris, jadi gagal deh. Semangatku masih tak berkurang. “Ini baru permulaan,” pikirku. Beberapa jobfair dan berbagai seleksi dari beberapa Bank di Surabaya juga tak ketinggalan aku ikuti. Sayangnya selama hampir satu tahun perjuanganku belum ada yang membuahkan hasil..

“Penolakan sekali dua kali mungkin masih biasa, tapi penolakan yang terus berulang rasanya seperi jarum-jarum kecil yang menusuk hati.”

Dalam keadaan hampir putus asa aku masih terus mencoba mengirimkan sebanyak mungkin lamaran yang aku bisa. Sampai rasanya seluruh perusahaan di Pamekasan tak ada yang luput. Tapi itu tidak mengubah kenyataan bahwa mencari pekerjaan di kota kecil seperti Pamekasan sangatlah sulit. Sebenanrnya sudah beberapa kali aku mendapat panggilan untuk wawancara tapi pada ujungnya sama, tak ada kabar. Pernah suatu kali aku mendapat panggilan Psikotes sebuah perusahaan rokok S (sebut saja begitu). Psikotesnya di Surabaya. Waktu itu hari pertama ramadlan. Aku lulus psikotesnya. Tinggal menunggu wawancara dan tes komputer di Pamekasan. Aku belajar kembali tentang rumus-rumus di excel. Karena aku pernah dapat panggilan dari perusahaan rokok W sekitar awal 2014. Tes komputernya tentang rumus-rumus di excel. Tapi sampai hari ini kabar yang kutunggu tak pernah datang. Dan hanya menjadi kabar burung. Hiks.

Dalam kondisi mengais harapan yang tersisa aku mencoba tetap percaya bahwa Tuhan akan membalas setiap usaha dan doaku selama ini. Jadi aku tidak boleh patah semangat. Sepahit apaun kenyataan yang kuhadapi.

Hingga pada akhirnya aku mendapat panggilan lagi dari perusahaan rokok W untuk yang kedua kalinya. aku kembali mengikuti wawancara dan tes komputer. Tesnya masih sama seperti yang dulu sehingga hasil belajarku tentang excel pada akhirnya bisa aku pergunakan saat mengikuti tes di sin. Padahal aku pikir apa yang telah pelajari untuk ikut tes di perusahaan rokak S adalah sia-sia. Tapi ternyata tak ada sesuatu yang sia-sia di dunia ini. Aku bisa menjawab sebagian besar soal yang ada. Keesokan harinya aku mendapat telfon untuk kembali ke perusahaan tersebut hari Senin. Dan saat itulah aku merasa bahwa Tuhan menjawab semua usaha dan doaku. Aku diterima. Dan hari itu menjadi hari pertamaku masuk kerja tepat hari Senin tanggal 15 September 2014.

Sungguh ini menjadi nikmat yang sangat besar bagiku karena aku bisa melihat kebahagiaan orang tuaku mendapat kabar ini. Kini aku membuktikan bahwa Allah selalu memberikan apa yang terbaik untuk kita dengan cara yang dia kehendaki.    Kini aku menikmati hari-hariku dengan bekerja. Berangkat jam 08.00 pagi dan pulang jam 17.00 sore. Aku tak perlu ngekos karena jarak rumahku kurang dari 10 KM ke kantor. Paling 15 menitan dengan kecepatan 50 perKM. Bisa PP dari rumah dan masih bisa ketemu keluarga. Aku bersyukur karena dengan bekerja hidupku mulai tertata kembali. Aku benar-benar menikmati pekerjaanku karena aku mendapatkannya dengan perjuangan yang berlika-liku. Aku tak akan mengeluh seperti apapun pekerjaanku. Ini anugrah yang harus disyukuri. Karena aku pernah merasakan bagaimana pahitnya menganggur. Kalau boleh aku katakan “Kita akan bisa merasakan bagaimana manisnya bekerja karena kita pernah merasakan pahitnya menjadi pengangguran,” hehe. Dan inilah nikmatnya sesuatu yang kita dapatkan dengan perjuangan. Beda dengan sesuatu yang kita dapat dengan mudah, mungkin akan terasa hambar.

Panjang kali ya ceritanya. Tapi inilah sekelumit tentang perjuanganku semoga bisa menjadi motivasi untuk semua. Terutama untuukku supaya tambah bersemangat dalam bekerja. Juga bagi semua yang sekarang tengah dalam perjuangan percayalah bahwa ada jarak antara perjuangan kita dengan kesuksean yang kita raih. Dan hanya Allah yang tahu waktu yang paling tepat untuk memberikan kesuksesan itu. Tugas kita adalah berusaha. Selanjutnya adalah bersabar menanti Tuhan memberikan kesuksesan itu. Percaya Tuhan akan menjawab pada waktu yang paling indah karena Tuhan maha menjawab. Dan aku telah membuktikannya.

Terima kasih sudah komen :)