Membuat SKCK dan Kartu Kuning

Denger-denger dalam bulan Juni ini pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) akan dibuka. Meski belum tahu tanggal pastinya aku langsung mulai mempersiapkan persyaratan vital yang biasa diminta dalam CPNS yaitu SKCK dan kartu kuning. Kedua kartu ini agak ribet ngurusnya apalagi kalau nanti dekat-dekat hari pendaftaran CPNS bakal rame dan antrean menjadi mengular. Jadi baiknya jauh-jauh hari dipersiapkan supaya nanti pas hari H tinggal melengkapi persyaratan lainnya seperti fotocopy ijazah, transkip nilai, dll.
Continue reading “Membuat SKCK dan Kartu Kuning”

Menanam si Daun Emas

Panas, begitulah cuaca Madura kala kemarau. Di musim inilah pulau yang mendapat sebuatan pulau garam akan menghasilkan emas. Tapi bukan berarti di Madura ada tambang emasnya, loh. Ceritanya gini, Madura sangat potensial ditanami tanaman yang mendapat julukan si daun emas. Itu loh yang jadi bahan baku pembuatan rokok, tembakau. Kenapa disebut daun emas? Usut punya usut sih karena dulu tanaman ini jika sudah panen akan mendapatkan hasil yang melimpah sehingga orang akan berbondong-bondong untuk membeli emas. Tapi tanaman ini sempat anjlok karena cuaca yang tak menentu dan harga jual yang jongkok. Baru sekitar 4 tahun terakhir ini pamornya kembali naik meskipun tidak sejaya 15 tahun sebelumnya. Continue reading “Menanam si Daun Emas”

Ceria bersama anak-anak pantai Jumiang

Ini tuliasan pertamaku setelah lama absen. Tulisan tentang perjalanku bersama Ila. Orang ini si pemilik blog yang bikin aku ngiri. Langsung aja dech simak ceritanya. Cekidot…

Beberapa waktu lalu saat main ke rumah Ila dia bilang lagi sumpek baru datang KKN, pengen jalan-jalan. Jadilah hari Sabtu kemarin (08-02-2014) kita ke Jumiang. Sebuah pantai terletak sekitar setengah jam perjalanan ke arah tenggara dari Kota Pamekasan. Akses jalan ke sana sudah cukup bagus sehingga mudah dilalui kendaraan apa saja. Tapi untuk angkutan umum menuju ke sana aku kurang tahu karena selalu naik motor. Continue reading “Ceria bersama anak-anak pantai Jumiang”

I am come back

Hmmmm ternyata udah lama banget menelantarkan rumah mayaku. ini karena faktor semangat menulis yang semakin kendor. awalnya karena sibuk persiapan wisuda dan prosesi wisudanya. waktu itu aku juga sedang kerja sehingga lumayan kepayahan. setelah lulus dan behenti kerja malah sibuk cari kerjaan baru. jadi gak kepikiran buat nulis. dan aktifitas menulisku terhenti total karena notebookku yang udah lama rusak tak bisa diperbaiki lagi. apalagi gak ada akses internet malas buat ke warnet terus.

aku ngiri liyat blog temanku yang masih tetap aktif. jadi teringat kembali untuk mengisi blogku. ada banyak hal yang ingin aku tulis, tentang kisahku, ceritaku, aktifitasku, perjalananku, mimpiku, dan masih banyak lagi. (lah kayaknya nanti blogku bakal berisi tentangku semua. yah emang ini kan rumah mayaku. jadi suka-suka aku isi apa aja. yang penting gak menerabas pagar blog tetangga ya, hehe. yah, aku ingin menulis lagi. aku ingin kembali. jadi aku teriakkan “I AM COME BACK!!!”. ūüėÄ

ngabuburit di arek lancor

Sore sepulang kerja aku biasanya langsung pulang. Tapi kali ini berhubung ada Ila (sahabatku) main ke tempat kerjaku, kita ngabuburit dulu di Arek lancor (ARLAN). Alun-alun kota Pamekasan dengan simbol 5 buah celurit berdiri tegak di tengahnya. Setelah mamarkir motor kita duduk di sebuah batu yang ada di taman ini. memperhatikan keramaian kota Pamekasan menjelang waktu berbuka puasa. Awalnya kita cuma niat menghabiskan waktu sambil menunggu adzan berkumandang. Tiba-tiba terbersit keinginan untuk melihat lebih jauh tentang keramaian tempat ini untuk kami tuliskan. Kesaamaan hobby yang kami miliki membuahkan kesepakatan untuk menuliskan apa yang kita lihat, dengar dan rasakan hari ini untuk diposting di rumah maya kita. Kita sepakat besok sebuah tulisan sudah harus mengisi beranda blog masing-masing. Karena kita tidak ingin keinginan besar kita menguap begitu saja seperti sebelum-sebelumnya. ¬†Langsung take action buat hunting fenomena. Continue reading “ngabuburit di arek lancor”

Tahlil di Hari Keenam

Minggu, 5 Ramadlan 1434 H/14 Juli 2013

Memasuki hari keenam meninggalnya Emba. Tradisi di daerahku sampai hari ke tujuh diperingati tahlilan. Biasanya dilaksanakan sore atau siang hari oleh para kerabat dan tetangga. Tahlil ini bertujuan untuk mendoakan si mayit. Continue reading “Tahlil di Hari Keenam”

Sedihku

sedih2 Ramadlan 1434 H/Kamis, 11 Juli 2013

¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† Hari kedua di bulan ramadlan aku menghadapi sebuah ujian berupa kesedihan. Belum hilang rasa kehilanganku terhadap kepergian Emba, aku sudah harus masuk kerja karena bosku hanya member ijin satu hari. Tak ada yang mau mengerti dengan perasaanku. Bahkan Ayah dan Ibu memintaku untuk masuk. Padahal aku masih sangat lelah. Aku masih ingin mengeistirahatkan diri sejenak. Tapi apalah daya tak ada alasan yang mempertahankanku untuk tidak masuk kerja. Continue reading “Sedihku”

Allah Memanggilnya di Awal Ramadlan

1 Ramadlan 1434 H/Rabu, 10 Juli 2013 M

¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† Malam pertama memasuki bulan Ramadlan Allah memanggil orang yang sangat berharga dalam hidupku. ¬†Kesedihan memuncak karena harus kehilangan Emba. Wanita yang telah merawatku sejak kecil. Dia pergi begitu cepat tanpa tanpa kami mampu membaca isyaratnya. Continue reading “Allah Memanggilnya di Awal Ramadlan”

Menembus keramaian Surabaya dengan GPS manual

Minggu, 12 Mei 2013

Akhir-akhir ini aku rasa tak pernah sekalipun keluar untuk berlibur. Rasanya sumpek. Hari mingguku hanya berkutat dengan aktifitas di rumah. Maka aku tak menolak ketika Fifi (sahabatku) mengajak ke Surabaya dengan naik motor. ganjil juga ajakan ini secara kita tak mengerti rute dan jalur di kota Surabaya. Ini memang bukan pertama kalinya kita ke sana. Tapi sebelumnya kita ke sana dengan naik angkot. Tinggal cari tahu naik angkot apa buat sampai ke tujuan sudah bisa sampai meskipun tak mengenal rutenya. Nah, yang ini namanya nekat. Pertama kali naik motor menembus keramaian kota pahlawan tanpa mengenal rutenya. Karena kata teman-teman kalau sudah salah jalan, sulit buat baliknya. Tapi aku biarkan saja tanya menari-nari di benakku.

Continue reading “Menembus keramaian Surabaya dengan GPS manual”