Beberapa Moment Berkesan di Kantor

Menjadi admin program di salah satu perusahaan rokok adalah pekerjaanku saat ini. selama 6 bulan menjadi pegawai kantoran ada beberapa moment yang menurutku berkesan. Dan aku pengen share biar moment ini tidak terlupakan.
1. Pulang bareng-bareng
Senin kemarin sehabis mengerjakan tanda terima permintaan hadiah punyak supervisor aku bisa pulang. Biasanya aku keluar kantor berdua sama Mbak Riska. Tapi waktu itu ada yang berbeda. Kita keluar kantor bareng sama para supervisor dan SC (Sales Cordinator) yang tiap hari Senin mesti di kantor.  Bareng-bareng menuju motor yang diparkir di depan kantor sambil bercanda ringan.
“Aku titip,” teriakan itu biasa keluar dari luar pos satpam pada rekan yang sedang cheklock. Tapi teriakan itu sekarang sudah tidak berlaku lagi karena absensi sudah pakek finger print. Mau tidak mau satu per satu karyawan harus masuk ke pos satpam untuk absen. Akibatnya pos satpam menjadi rame oleh karyawan yang keluar masuk buat menempelkan jarinya di finger print.
2. Lembur
Komputer sudah tak matikan dan barang-barang sudah kubereskan bersiap untuk pulang. Tapi sepertinya Mbak Riska belum selesai dengan pekerjaannya. Sore itu juga ia harus mengirimkan laporan yang diminta Pak Rico (managerku). Aku menunggu dan membantu sebisanya. Mas Apek dan Pak Wida (AMS) seerta MD-MDnya juga masih ada kerjaan. Ruang marketing jadi rame karena orang-orangnya ada di ruangan itu semua. Aku juga membantu Mas Apek mendikte data tanggal pembayaran SNT ke outlet. Pak Wida malah bikin suasana semakin gaduh. Ia sengaja nyany-nyanyi dengan suara nyaring. Tapi kegaduhan itulah yang menciptakan kebersamaan di antara kami.
3. Motorku ngambek karena kehujanan
Setiap Sabtu akhir bulan ada cycle meeting untuk semua karyawan kecuali admin. Semua sales berada di kantor tak ada aktivitas jualan. Waktu itu hujan mengguyur cukup deras di luar. Setelah makan waktunya pulang. Saat mau pulang motorku gak mau hidup. Aku memanggil Mas Rio yang kebetulan melintas untuk minta tolong menghidupkannya. Ia mencoba menjalankan motorku yang didorong sama Pak Yudik. Pasti businya bermasalah gara-gara kehujanan tadi. Mas Rio nyoba buka businya dan aku hanya bisa menunggui karena gak ngerti apa-apa soal motor.
Karyawan yang akan pulang satu-persatu turut berpartisipasi untuk mengganti busi motorku yang sulit sekali bukanya. Ada Pula yang cuma bantu meramaikan suasana. Mulai dari Mas Randa, Mas Apek, Mas Arie, Pak Wida, Somad, sampek pak satpam juga. Duh halaman kantor jadi rame cuma gara-gara motorku yang ngambek. Untunglah akhirnya setelah berhasil mengganti busi, motorku bisa hidup kembali. Aku berterimakasih pada mereka semua yang telah membantu. Aku terharu dan merasa senang memiliki banyak kakak seperti mereka .
Sementara, itu dulu ceritaku tentang kantor. Next time akan cerita lebih banyak lagi .

Terima kasih sudah komen :)