Book Review: Relasivitas (Love VS Obsession)

relasivitas-love-vs-obsession
Sumber gambar: http://www.goodreads.com/book/show/24324172-relasivitas-love-vs-obsession

Namanya Alva pakek V bukan F. Mama-Papanya memberi nama Alva tanpa embel-embel karena mereka berharap Alva sejenius Thomas Alva Edison. Benar saja, Alva sangat pintar dan masuk first acceleratioan di sekolahnya (SMA cuma 2 tahun dengan beasiswa penuh). Masuk kelas akselerasi artinya identik dengan siswa yang freak (aneh). Tergabung bersama 4 siswa lainnya, Maya, Valentin, Ronal dan Halley yang kesemuanya gila belajar.

Alva suka sama Patricia Diana sejak kelas 4 SD.

Cewek paling luar biasa yang pernah hidup di bumi. Cewek yang dipuja semua cowok dan dihormati semua cewek. (Hal. 8)

Alva tak pernah berhenti memikirkan Diana tapi dia hanya bisa menyimpannya dalam hati, hanya bisa memperhatikan Diana dari jauh. Dia tak pernah berani mengatakan perasaannya sama Diana. Gimana mau bilang kalo diajak ngomong sama Diana aja dia jadi gagap.

Sebagai murid akselerasi Alva punya kewajiban memberikan tutorial kepada siswa lainnya setiap seminggu sekali sepulang sekolah. Seorang cewek bernama Alira tiba-tiba meminta Alva untuk membantu mengerjakan laporan Fisika 20 halaman tentang Relativitas Eintein. Alva yang gak suka dengan gaya Alira yang menurutnya kayak preman, menolak untuk membantu. Tapi Alira tetap memaksa hingga Alva mau membantu.

Mereka kerap bertengkar karena pada dasarnya Alva hanya terpaksa membantu. Alira yang tahu kalau Alva suka sama Diana berhasil mengancam Alva untuk membantunya sampai tugas Fisikanya benar-benar selesai. Alira juga bersedia memberitahu banyak hal tentang Diana asalkan Alva mau menemaninya jalan-jalan.

Tapi semakin banyak yang Alva tahu tentang Diana, ia merasa semakin tidak mungkin dia bersama Diana. Semakin banyak perbedaan antara dia dan Diana.

Kami benar-benar beda 180 derajat. Dalam satu grafik aku dan Diana sampai kapanpun bakal persis garis sejajar. Sejauh apapun garis itu dipanjangin, kea rah manapun, garis itu nggak bakalan pernah berpotongan. Kami berdua punya jalur masing-masing. (Hal. 177)

Alva memutuskan untuk berhenti berpikir tentang Diana. Menyadari bahwa selama ini dia hanya bisa menjadi pengagum rahasia Diana. Tidak pernah bisa ngobrol apalagi jalan bareng.

Karena walau tiap manusia sebaiknya punya mimpi, mereka nggak seharusnya terus-terusan hidup dalam mimpi. (Hal. 168)

Tapi siapa sangka kalau ternyata tiba-tiba Diana menghampirinya dan meminta bantuannya mengerjakan tugas karya ilmiah. Dari situ mereka bisa dekat dan nyambung banget. semua info dari Alira tentang Diana sangat berarti dalam mencairkan percakapannya dengan Diana. Tapi semakin dia dekat dengan Diana dia jadi ragu dengan perasaannya sendiri. Membuatnya sadar bahwa selama ini dia hanya terobsesi dengan Diana. Membuatnya sadar bahwa dia mencintai Alira.

 Hukum Relasivitas: Ada perbedaan mendasar antara cinta dan obsesi. Objek obsesi tidak lagi berharga saat ada dalam genggaman. Tapi objek cinta selalu berharga sampai kapanpun juga.

Yeay… Review pertamaku tentang novel akhirnya lahir juga. Udah pernah sih mau review beberapa novel tapi feelnya gak dapet-dapet. Gak tahu kenapa tiap kali mau ngereview rasanya kok tulisanku jelek banget. Dan akhirnya gak jadi-jadi buat ngereview. Aku meminjamnya dari sahabatku yang doyan banget baca buku, Ila. Dia udah baca buku ini sejak masih di SMA. Ini Novel lawas banget, terbitan tahun 2006 yang baru aku baca tahun 2015 ini. Novel ini bahasanya renyah sangat cocok dengan ceritanya yang anak SMA. Sepanjang cerita aku dibuat penasaran kenapa Alira mau-maunya membantu Alva dekat dengan Diana. Seperti yang sudah aku kira Al sebenanrnya suka sama Alva sejak awal. Aku berharap novel ini happy ending ketika Alva sadar bahwa dia juga suka sama Al. Tapi gak terlalu buruk sih dengan sad anding dalam novel ini. Ikut larut dalam rasa kehilangan yang dirasakan Alva. Karakter tokohnya kuat banget. peran dari tokoh pembatu juga sangat mendukung jalannya cerita. Aku kurang suka dengan covernya. Warna sama gambar ilustrasinya kurang menggambarkan isinya yang keren.

Informasi Buku

Judul: Relasivitas (Love Vs Obsession)

Penulis: Widagdo

Desain cover: Sahlan Hawasy

Penerbit: Cupid

ISBN: 9792494154

Cetakan 1,  Juni 2006

7 thoughts on “Book Review: Relasivitas (Love VS Obsession)

Terima kasih sudah komen :)