Bukan Perahu Kertas

Kadang aku masih berharap kisahku akan memiliki ending yang sama dengan novel Perahu Kertas. Aku sangat menyukai novel ini. Semua yang ada di dalamnya aku menyukainya. Alur, karakter, dan gaya ceritanya. Entah mungkin karena aku merasa kisahku dengan seseorang memiliki beberapa kesamaan dengan kisah Kuggy dan Keenan. Atau aku saja yag maksa, nyama-nyamain, hehe. Tapi beneran loh. Kalo gak percaya aku kasih tau deh beberapa kesamaannya.

Yang pertama  : Kuggy dan Keenan memiliki Zodiac yang sama, aku pun begitu.

Yang kedua     : Kuggy suka menulis dongeng dan Keenan suka melukis. Intinya sama-sama suka dunia seni. Aku sama-sama suka dunia menulis dan film.

Ini yang terakhir. Kuggy memilih untuk menghindar ketika ia merasa ada perasaan berbeda terhadap Keenan. Kuggy harus menahan perasaan itu karena ada Manda yang tengah dekat dengan Keenan. Aku juga memilih menjauh, pergi sejauh-jauhnya untuk menahan perasaanku karena sudah ada seseorang di sisinya. Hiks…

Pada akhirnya Dee mempertemukan kembali Kuggy dan Keenan dan menyatukan mereka kembali meski telah memiliki kehidupan masing-masing dan waktu telah jauh berlalu. Karena hati mereka telah terpaut. Aku juga berharap memiliki ending yang sama. Andai aku bisa menjadi Dee untuk kisahku. Tentu aku tak perlu resah karena nantinya sejauh apapun aku pergi kita akan tetap bertemu. Sayangnya saat aku memilih untuk pergi saat itulah seharusnya aku tidak pernah berharap menjadi Dee. Karena ini bukan dunia Kuggy dan Keenan. Ini bukan perahu kertas. Tapi ini dunia nyata. Duniaku. Yang terus mengalir entah kemana akhirnya akan bermuara.

Tapi kalaupun Tuhan tidak pernah mengijinkan kami bersama seperti Kuggy dan Keenan. Aku tidak akan sedih. Setidaknya kisah ini cukup indah untuk dikenang. Saat-saat bersama. Saat aku merasakan kedekatan. Biarlah aku menjauh darinya. Mengikuti hatiku dan menggenggamnya erat. Masih banyak mimpi-mimpi yang harus aku kejar. Selamat tinggal.

Aduh… kok jadi mellow gini ya? Gak kok. Sekedar mengenang aja, hehe. hanya intermezzo bos. Udah dulu ah. Entar mewek lagi. :p

0 thoughts on “Bukan Perahu Kertas

Terima kasih sudah komen :)