Campur Lorjuk, Rawa Mangunan dan Pedelegan

rawa-mangunan

Namanya Rawa Mangunan, sebuah tempat asyik yang ada di daerah Pademawu. Sebelum Pasar mongging ada jalan ke timur. Jalannya rusak parah, panas lagi. Aspalnya sudah mengelupas dan batu-batunya menonjolkan diri tanpa malu-malu membuat kita lebih ekstra dalam mengendarai motor. Hutan bakau cukup lebat kita temui sepanjang jalan berbatu ini. Terus aja sampek mentok. Nanti ada bangunan yang sepertinya sudah tidak terpakai. Aku juga gak tahu itu gedung apa.

Tempatnya cukup bagus, perpaduan air laut (lebih mirip sungai sih) dan hutan bakau yang hijau. Spot yang paling menarik untuk berfoto ria adalah bangunan yang menjorok ke laut membentuk dermaga tapi ukurannya pendek. Aku saranin kalau mau ke sini mending bawa pancing aja. Banyak ikannya, kelihatannya asyik ke sini sambil mancing. Tadi aja ada beberapa orang yang sedang memancing di sini. Potensial banget kalau dikelola menjadi Ekowisata Mangrove semacam di Wonorejo Surabaya.

rawa-mangunan

rawa-mangunan

Oh ya tadi ada kapal cukup besar yang lewat di sini. Entah kapal apa itu. Sayang, sepertinya kita kurang tepat pergi ke sini sekitar jam sebelasan. Sumpah panas banget. Udah gitu kita ke sini dengan tangan kosong. Sama sekali tidak terpikir buat beli minum dan camilan dulu. Makanya berasa lapar dan haus banget.

canpur-lorjuk

Mari makan!!! Ada yang tahu gak ini makanan apa? Tadi aku upload di BBM ada yang langsung nebak kalo ini “Campur Lorjuk”. Iya bener, Campur Lorjuk banyak terdapat di daerah sepanjang jalan Mongging, Pademawu (arah jalan menuju pantai Jumiang). Kalau beberapa waktu lalu aku pernah mengeksplore Bukit Kapur di Blumbungan dan hujan-hujanan makan kaldu kikil, hari ini trip kita panas-panasan ke daerah Selatan Kabupaten Pamekasan tepatnya di Pademawu. Nah tempat yang direkomendasikan Ulva sama Dik Dian ini letaknya ke timur dari Pasar Mongging, selatan jalan. Kata mereka di sini campur lorjuk yang paling enak di antara yang lain. Tempatnya lesehan, cukup luas dan nyaman. Pemiliknya juga ramah, jadi betah berlama-lama di sini sehabis makan.

canpur-lorjuk  canpur-lorjuk

Campur di Madura adalah sejenis makanan berkuah yang isiannya terdiri dari lontong, soun, toge rebus, kripik khas yang terbuat dari tepung beras mirip rempeyek tapi lebih kremes. Terus lorjuk itu apa sih? Sini aku jelaskan ya. Pernah dengar jajanan khas Madura, Rengginang Lorjuk? Ya itu lorjuk yang dimaksud yang biasanya ada di rengginang. Binatang laut kerang-kerangan berbentuk kecil panjang yang beruas-ruas mirip seperti bambu dan biasa disebut dengan kerang bambu. Taburan lorjuk pada campur yang tersaji di depan kita menggugah selera banget. langsung sikat aja buat ngisi perut yang kelaparan. Setuju sama pendapat Dik Dian, campur lorjuknya enak. Kuah dan lorjuknya berasa banget gurihnya, yummi.

campur-lorjuk canpur-lorjuk

Selesai makan campur lorjuk kita ke Masjid. Di manapun kita berada, kewajiban tetap harus diutamakan supaya seimbang antara jasmani dan rohaninya. Setelah sholat rasanya lebih segar waktunya melanjutkan perjalanan.

Ulva bilang ada satu tempat bagus ke Selatan Pantai Jumiang. Namanya juga kita, gak bakalan nyerah sampek ketemu tempat yang kita cari meskipun harus muter-muter. Tempat yang Ulva maksud ternyata Pusat Instalasi Pengembangan Sumber Daya Air Laut di daerah Pedelegan.

instalasi-pengembangan-sumber-daya-air-laut

Ada banyak bangunan baru yang dibangun mirip penginapan ala-ala pinggir pantai gitu. Sesuai niat awal kita ke sini memang buat foto-foto. Ya sudah kita langsung jeprat-jepret aja. Gayanya udah macem-macem mulai dari background laut, selfie berbagai macam gaya, guling-gulingan, sampek lompat-lompatan semuanya ada. Dan di sini tertawa bersama 2 orang ini terasa plong. Rasanya semua beban hilang.

instalasi-pengembangan-sumber-daya-air-laut

instalasi-pengembangan-sumber-daya-air-laut instalasi-pengembangan-sumber-daya-air-laut

 

Hari sudah mulai sore saatnya kita pulang. Hari ini mengesankan, sudah panas-panasan di Rawa Mangunan, Menikmati kuliner khas Monggig Campur Lorju’, Sholat di masjid Mongging, dan foto-foto di gedung Instalasi Pengembangan Sumber Daya Air Laut. Next trip kemana ya?

4 thoughts on “Campur Lorjuk, Rawa Mangunan dan Pedelegan

Terima kasih sudah komen :)