Ceria bersama anak-anak pantai Jumiang

Ini tuliasan pertamaku setelah lama absen. Tulisan tentang perjalanku bersama Ila. Orang ini si pemilik blog yang bikin aku ngiri. Langsung aja dech simak ceritanya. Cekidot…

Beberapa waktu lalu saat main ke rumah Ila dia bilang lagi sumpek baru datang KKN, pengen jalan-jalan. Jadilah hari Sabtu kemarin (08-02-2014) kita ke Jumiang. Sebuah pantai terletak sekitar setengah jam perjalanan ke arah tenggara dari Kota Pamekasan. Akses jalan ke sana sudah cukup bagus sehingga mudah dilalui kendaraan apa saja. Tapi untuk angkutan umum menuju ke sana aku kurang tahu karena selalu naik motor.
Kita melalui tambak garam sebelum melewati hamaparan padi nan hijau. Kemudian sampai di daerah pemukiman penduduk yang rata-rata berprofesi sebagai nelayan. pada hari libur besar seperti idul fitri dan idul adha ada karcis masuk. Tapi pada hari-hari biasa kita bebas mengunjungi tempat ini secara gratis.
Tempat ini terdiri dari dua bagian. Di bagian timur ada tebing karang dan sebuah makam. Menurut kabar yang beredar jika ke tempat ini bersama pasangan maka akan putus. Tapi ini hanya mitos boleh percaya boleh tidak. Aku pernah ke sini bersama teman dengan pasangannya. Buktinya sekarang menikah dan sudah punya anak pula.
Tebing karang yang cantik. Tidak terlalu tinggi, pasti sangat seru berfoto di bebatuan karang di bawah sana. Tapi kita tidak turun karena tidak terlalu banyak pengunjung. Takut. Ada beberapa kaktus yang tumbuh di bagian tebing.
???????????????????????????????
Kawanan burung Sriti terbang tak beraturan menambah pesona tempat ini.
DSC03311
Tuh, lihat burung Sritinya terbang. Kelihatan kecil tertangkap kamera. Soalnya Cuma pakek kamera digital.
Di sini sangat rindang karena banyak pohon besar menaungi sehingga tidak khawatir kepanasan. Yang menarik di sini perpaduan antara hijaunya pepohonan dan hamparan laut yang membiru, sangat memanjakan mata. Sejuk.
Ada bangunan tinggi 3 lantai, semacam pos pantau gitu. Dari atas sana pemandangan akan terlihat lebih indah. Tapi kita gak naik ke atas karena ada beberapa remaja cowok yang dari tadi teriak-teriak merayu. Padahal udah kita cuekin, tetap saja. Miris lihat sikap mereka. Emang gue maling diteriakin??? Huh….
Masih di tempat yang sama. Ada hamparan putri malu yang mengatupkan daunnya saat di sentuh. Ini nih gambarnya. Tara….. Cantik kan?

???????????????????????????????
Setelah puas foto-foto dan menikmati damainya sore ini kita menuju bagian barat.di sini kita disuguhkan hamparan pantai dan perahu-perahu nelayan yang tertambat. Kita mengambal dengan latar perahu yang kandas. Sehingga kita bebas bergerak di perahu ini. Ada beberapa anak bermain di tempat ini. Ada pula yang sedang beresang. Pantai, adalah tempat bermain mereka, pasti seru. Kita mengajak mereka berfoto. Dengan antusias mereka mendekat dan pasang aksi di depan kamera.

jDSC03377
Ya ampun… mereka narsis juga. Kalah diriku, hehe.
Saat ditanya nama, mereka bergiliran menyebutkan. Nama mereka keren-keren loh. Ada Ellen, Vega, Adi, Nia, Wina dan beberapa anak lagi yang aku lupa nama-namanya. Maaf ya dik…

jDSC03386
Yang ini kita foto bareng ikan yang cukup besar. Mungkin hasil tangkapan beberapa pemancing. Aku juga gak tahu namanya. Mereka mengangkat ikan dan berseru “Mancing mania mantap.” Layaknya acara memancing di trans 7. Gokil abis. Kentara sekali keceriaan di wajah mereka.
Adalah pilihan yang tepat ketika memutuskan ke sini di sore hari. Bertemu sama anak-anak pantai. Aku senang bertemu mereka. Setidaknya melihat keceriaan mereka pikiran jadi kembali fresh. Terima kasih ya adik-adik.
Sebelum matahari terbenam mereka bergegas pulang. Saat ditanya mereka menjawab akan segera mengaji di surau atau mushola. Ternyata masyarakat di sini masih lekat nilai islaminya, alhamdulillah. Ngaji yang rajin ya adik-adik… biar jadi bermanfaat buat agama.
Kita juga segera bergegas pulang. Kita memang tak berniat menunggu sunset karena takut kemalaman nyampek rumah. Liburan yang menggembirakan.

Terima kasih sudah komen :)