City Tour Banyuwangi: Taman Sri Tanjung, Kali Lo, dan Rumah Dinas Bupati Banyuwangi

 

Setelah drama kehujanan di Baluran, nyampek homestay aku dan Ila jadi mager, pengennya leyeh-leyeh aja. Tapi dipikir-pikir udah jauh-jauh ke Banyuwangi masak iya gak kemana-mana, sayang banget kan. Perut juga udah terasa laper jadi sore itu kami keluar cari makan dan searching tempat yang bisa dikunjungi di sekitaran kota. Ceritanya city tour gitu lah, keliling Kota Banyuwangi.

Sego Tempong Mbok Tien

Mengunjungi sebuah kota rasanya kurang lengkap kalau tidak mencoba makanan khasnya. Sore itu kami berniat mencari makanan khas Banyuwangi yaitu nasi tempong. Penjual nasi tempong di Banyuwangi banyak, kami nyari yang paling deket aja. Pas cek google ketemulah Sego Tempong Mbok Tien yang lokasinya sangat dekat dari homestay.

Kalau diperhatikan banyak pembeli sebelum kami memesan telur dadar yang kelihatan krenyes gitu. Aku sama Ila jadi tergoda untuk memesannya juga, hihi. Tak perlu menunggu lama, sepiring nasi tempong tersaji. Ada nasi putih, sayur rebus, tahu tempe goreng, irisan timun, telur dadar kremes, dan tentu saja pemeran utamanya yaitu sambal tempong.

nasi-tempong
Nasi tempong, makanan khas Banyuwangi

Kenapa namanya nasi tempong? Tempong sendiri dari bahasa daerah Banyuwangi yang artinya ditampar. Karena saking pedasnya sambal jadi pas makan rasanya kayak ditampar gitu. Benar saja, makan sambel sedikit aja udah pedes banget. Overall masakannya enak, rasanya pas di lidah, dan porsinya banyak, recommended nih. Tempatnya strategis berada di sekitaran Jl. Moh Husni Thamrin. Search aja di map “Sego Tempong Mbok Tien” pasti ketemu.

Taman Sritanjung

taman-sritanjung

Perut udah kenyang, kami menuju Taman Sri Tanjung yang ada di depan Masjid Agung Baitur Rahman. Menariknya tempat parkir yang ada di sebelah selatan sudah memakai palang parkir otomatis. Kita tinggal menekan tombol dan mengambil kertas parkir maka palang parkir akan terangkat dan kita bisa masuk.

Di dekat tempat parkir berderet para penjual makanan lengkap dengan tempat makan lesehan. Air mancur di tengah-tengah taman langsung mencuri perhatian. Minggu sore itu banyak pengunjung duduk-duduk mengelilingi air mancur. Di sebelah timur terdapat deretan besi setengah lingkaran yang dirambati tumbuhan hijau, kami berfoto di situ.

taman-sritanjung

taman-sritanjung

Taman yang diberi nama tokoh wanita dalam legenda Banyuwangi ini asyik banget buat menghabiskan waktu bareng keluarga maupun teman. Tamannya asri dengan bunga-bunga dan tumbuhan yang tertata rapi, banyak tempat duduk ataupun lesehan juga oke. Kami melihat ada komunitas pecinta reptil yang sedang berkumpul memamerkan peliharaan mereka. Oh ya, di sini juga sudah ada kran air minum loh.

taman-sritanjung
Kran air minum

Kali Lo Banyuwangi

Ternyata Banyuwangi juga punya loh kampung warna-warni. Letaknya di pinggiran sungai Kali Lo mirip banget sama Kampung Warna-warni Jodipan Malang tapi dalam versi lebih kecil.

kali-lo-banyuwangi

kali-lo-banyuwangi

Lokasinya sangat strategis berada di belakang Masjid Agung Baitur Rahman dan berada persis di pinggir jalan. Dari jalan raya terlihat dengan jelas tulisan Kali Lo Banyuwangi di atas jembatan buatan yang diterangi lampu warna-warni di malam hari. Kami parkir motor di depan deretan toko di sebelah Kali Lo. Pas ke sana lagi sepi, salah sendiri ke sana abis mahrib jadi hanya kami yang berkunjung.

Nama Kali Lo berasal dari nama pohon Elo yang dulunya banyak tumbuh di sekitaran sungai. Ada juga spot foto dengan tulisan Loh Kanti, konon nama ini berkaitan dengan legenda penantian seorang istri tentara di dekat Kali Lo yang menunggu suaminya pulang berperang.

Toga Mas Banyuwangi

Pengennya ke Taman Blambangan tapi kelihatan gelap dan tak ada yang spesial jadi kami hanya lewat aja. Ila ngajakin ke toko buku. Meski kotanya tidak terlalu besar bisa dibilang Banyuwangi itu lengkap, sudah ada mall, Toga Mas, dan store Eiger gitu. Toga Mas yang kami kunjungi berada di Jl. A Yani Banyuwangi. Di lantai pertama begitu padat tempat novel dan ATK yang tertata sedemikian rupa.

toga-mas

Tangga menuju lantai 2 menarik, dindingnya terdapat lukisan cerah yang berisi keterangan gendre buku yang ada di lantai 2. Lebih banyak buku pelajaran dan buku bertema kebidanan, keperawatan, kamus, sejarah, politik, teknik dan lain-lain. Penjaganya juga ramah-ramah.

Sarapan di Soto Ayam Surabaya P. Niti

soto-ayam-pak-niti

Senin pagi, setelah melihat sunrise di Pantai Boom kami nyari makan random aja di sekitaran Taman Sri Tanjung. Warung Soto Ayam Surabaya P. Niti menjadi pilihan karena terlihat lebih ramai pembeli daripada warung di sebelahnya. Selain soto ada menu lainnya. Aku mengikuti Ila memesan nasi goreng karena kalau lagi laper aku kurang suka makanan berkuah.

Kami tidak salah pilih, makanannya enak meski gak pakek banget. Sepiring nasi goreng lengkap dengan telur ceplok, irisan ayam, timun, dan cabai hijau. Biasanya kalau lagi traveling aku gak banyak makan karena nafsu makanku sedikit berkurang. Pagi itu berbeda, aku sarapan lahap banget sampek piringnya bersih. Nikmat banget lah pokoknya.

soto-ayam-p-niti
Before
soto-ayam-p-niti
After

Nah, untuk minumnya kita pilih air mineral aja, kalau ada lebihnya bisa bawa pulang. Ini trik untuk menghemat pengeluaran buat beli air minum. Secara selama traveling kita butuh banget persediaan air minum.

Rumah Dinas Bupati Banyuwangi Sabha Swagata Blambangan

rumah-dinas-bupati-banyuwangi

Perut udah kenyang, semangat berpetualang juga udah kembali. Tempat yang akan kami kunjungi berikutnya adalah Rumah Dinas Bupati Banyuwangi, letaknya hanya sepelemparan batu dari tempat kami makan. Rumah Dinas Bupati ini dibuka untuk umum, loh. Setelah memarkir motor kami mencari informasi di pos satpol PP. Masuk ke sini gratis, hanya diminta meninggalkan kartu identitas kemudian ditemani satpol PP cantik yang bertugas menjadi tour guide.

Tour keliling rumah dinas Bupati dimulai dari melihat pendopo yang terdapat lampu gantung besar di bagian tengahnya. Aku senang melihat kolam ikan koi yang mengelilingi pendopo ini, jadi terkesan lebih asri apalagi di depannya terdapat lapangan luas dengang hamparan rumput hijau.

rumah-dinas-bupati-banyuwangi

rumah-dinas-bupati-banyuwangi
Jalan masuk menuju green house

Bergeser ke bagian barat ada bangunan yang sangat unik. Atapnya berupa tanah yang ditumbuhi rumput hijau seperti perbukitan di serial teletubies. Ini nih the real green house.  Jadi terlihat semacam Bangunan bawah tanah atau banker.

Bangunan ini berfungsi sebagai guest house untuk tamu-tamu penting Bupati. Kami diajak masuk melihat-lihat beberapa kamar yang gak kalah dari kamar hotel, tempat tidur yang luas, lemari, TV, dan kamar mandi semua tersedia. Terdapat taman kecil yang asri di belakang kamar, sangat nayaman buat tempat bersantai. Bangunan ini dilengkapi dengan dapur dan meja makan yang luas. Aku sama Ila nyobain duduk di kursi yang direcycle dari lesung, unik deh.

rumah-dinas-bupati-banyuwangi

rumah-dinas-bupati-banyuwangi
Bagian belakang kamar

rumah-dinas-bupati-banyuwangi

rumah-dinas-bupati-banyuwangi

Lesung yang disulap menjadi meja dan kursi

Kami beranjak melihat rumah adat suku Osing, suku asli Banyuwangi. Rumah sederhana terdiri dari satu kamar dan teras. Keseluruhan bangunannya terbuat dari kayu yang berasal dari alas purwo. Kayu yang semakin lama semakin kokoh.

Waktu kecil aku pernah membaca legenda Banyuwangi dimana ada seorang istri yang ingin membuktikan kalau dirinya tidak bersalah. Ia akan melompat ke dalam sumur, jika nanti airnya menjadi wangi berarti ia tidak bersalah, begitupun sebaliknya. Dan setelah wanita tersebut melompat ke dalam sumur tercium bau air yang wangi sehingga disebutlah Banyuwangi. Konon katanya legenda tersebut berasal dari sumur Sri Tanjung yang ada di belakang rumah adat suku Osing ini. Kami nyobain cuci muka di sini, airnya seger banget.

rumah-dinas-bupati-banyuwangi
Sumur Sritanjung

Aku suka banget berada di area rumah dinas Bupati ini. Suasananya asri banget, ditumbuhi banyak pohon manga yang tergantung lampu bulat besar seperti lampion. Cocok banget deh buat garden party. Nuansanya seperti di rumah, pasti betah tinggal di sini.

rumah-dinas-bupati-banyuwangi
Cocok untuk garden party

Terakhir kami kembali ke samping pendopo. Di sini terdapat pohon besar dan tinggi, dibawahnya ada kayu berbentuk wajah manusia yang terlihat dari sisi samping. Dan berakhir sudah tour kami keliling rumah dinas Bupati. Sangat menyenangkan untuk dikunjungi, banyak hal unik dan menarik yang aku temukan di sini.

rumah-dinas-bupati-banyuwangi

rumah-dinas-bupati-banyuwangi
Kayu berbentuk wajah manusia

One thought on “City Tour Banyuwangi: Taman Sri Tanjung, Kali Lo, dan Rumah Dinas Bupati Banyuwangi

Terima kasih sudah komen :)