Datang kemudian Berlalu

Sumber gambar di sini

Pupil mataku membesar melihat deretan 12 angka tertera di layar 5 inchi yang tergeletak di samping bantal. Segera kugeser gambar gagang telfon berwarna hijau dengan ibu jari lalu menempelnya di telinga.

“Halo, Assalamualaikum.” sebuah suara yang sangat kukenal memenuhi gendang telinga.

“Waalaikum salam,” kujawab. Kalau saja tidak kutahan pasti aku sudah berteriak “Alviiin, apa kabar???” tapi tidak aku lakukan, aku gak mau kamu kaget.

“Dini?” tanyamu memastikan suara yang kamu dengar adalah suaraku.

“Iya,” Jawabku. “Ada apa, Vin?” aku bertanya setenang mungkin. Kamu tidak tahu saja hatiku membuncah saat tiba-tiba kamu menelfon. Rasanya aku mau loncat-loncat karena kegirangan mendengar suaramu.

Aku ingin memberondongmu dengan berbagai macam pertanyaan karena sudah lama kita tidak saling bertukar kabar. Tapi tertahan di kerongkongan karena kamu sudah lebih dulu mengutarakan maksudmu, langsung pada intinya. Ya, aku mengerti kamu terlalu kaku untuk berbasa-basi sekedar menanyakan kabar. Masih terekam jelas di kepalaku saat kita berjalan bersama. Kamu begitu saja menyeberang jalan tanpa peduli aku tertinggal beberapa langkah di belakangmu. Ah kenangan itu muncul lagi.

“Gimana caranya?” pertanyaanmu membuyarkan memoryku.

Dengan senang hati aku memberikan informasi yang kamu butuhkan. Aku senang bisa membantumu. Aku senang mengobrol denganmu. Aku ingin lebih lama mendengar suaramu. Tapi itu tidak berlangsung lama.

“Makasih, ya,” ucapmu menutup percakapan.

“Sama-sama,” balasku dengan berat.

Ah kamu tidak mengerti kalau aku masih ingin lebih lama mendengar ceritamu. Tadinya aku juga mau cerita kalau aku sedang baca Hujan Bulan Juni. Aku yakin kamu bakalan suka karena ini novel sastra dan aku yakin kamu bakal bilang “Aku pinjem, dong!” Sayangnya kamu terlalu cepat mengakhiri pembicaraan.

Setelah Kamu menutup telfon aku tak bisa lagi fokus pada novelnya Sapardi Djoko Damono. Malamku juga tidak bisa nyenyak. Aku kesal Kamu datang tiba-tiba kemudian berlalu begitu saja.

Pamekasan, 03 Agustus 2016

Note: Tulisan ini terinspirasi karena lagi ada ide nyasar di kepalaku.
#SepenggalCerpen

4 thoughts on “Datang kemudian Berlalu

Terima kasih sudah komen :)