Di Balik Rencana Liburan ke Banyuwangi

“Beneran Pak, tanggal 31 libur?” tanyaku pada teman kantor yang sedang membicarakan perihal cuti bersama tanggal 31 Desember 2018. Berkali-kali aku mengulang pertanyaan itu untuk memastikan tidak salah mendengar informasi.

Aku langsung mengambil kalender di dekat komputer. Tanggal 31 berada diantara hari Minggu dan tanggal Merah 1 Januari 2019. Itu artinya ada 3 hari libur, kesempatan emas yang langka dan gak boleh dilewatkan.

rencana-liburan-ke banyuwangi

Libur akhir tahun kemarin aku cuma kelayapan ke daerah Pantura Pamekasan terus ke Pantai Slopeng Sumenep. Kali ini aku pengen  main-main agak jauhan dikit lah, pokoknya harus keluar Madura.

Segera aku melayangkan pesan WA ke Ila untuk menanyakan dia libur apa gak di tanggal tersebut. Yuhu, gayung bersambut, Ila juga libur, yes.

“Gak pengen liburan kemana gitu?” tanyaku.

Semenit kemudian Ila membalas, “Pengeen, ke Banyuwangi.”

Good idea. Aku udah lama pengen banget ke Banyuwangi. Bahkan ketika ikut lomba tentang destinasi wisata impian aku menuliskan Banyuwangi. Meskipun waktu itu juga belum tahu kapan dan bagaimana ke Banyuwanginya. Dan sekaranglah saatnya, jeng jeng jeng….

Setiap Sabtu sore aku ke rumah Ila buat ngomongin persiapan liburan. Ada waktu sekitar 3 minggu buat menyiapkan rencana sebelum hari H. Kita mengusahakan semua urusan transportasi dan akomodasi udah beres jadi pas di Banyuwangi bisa enjoy our holiday. Here we go, rencana yang kita susun mulai transportasi, itinerary, penginapan, sewa motor, dan opentrip ke Kawah Ijen.

Transportasi

Sebenarnya kita pengen banget naik kereta api ke Banyuwangi. Tapi dadakan kayak gini apalagi pas musim libur tahun baru tiketnya udah habis. Tiket yang ada tinggal executive class yang harganya lumayan, mending ngebis aja. Lama perjalanan dari Pamekasan ke Surabaya sekitar 4 jam-an, sedangkan dari Surabaya ke Banyuwangi sekitar 7-8 jam-an. Enaknya sih naik pesawat lebih cepet tapi berhubung traveling kita low budget jadi paling klop naik tayo aja, hehe.

rencana-liburan-ke banyuwangi

Kebetulan kita dapet promo redbus dari Googel Local Guide jadi pas banget ini bisa dimanfaatkan. Sabtu sore sepulang kerja aku ke rumah Ila, niatnya mau beresin semua urusan booking membooking. Udah siap booking di redbus ternyata batas pembayarannya gak nyampek 1 jam. Enaknya pakek mobile banking ini, tapi Ila gak ada mobile banking sedangkan rekeningku lagi kosong, hihi. Jadi kita ke bank dulu untuk setor tunai, baru deh bisa transfer ke redbus pakek mobile bankingku.

Kita duduk di depan bank buat booking dari HP, terus langsung transfer. Tapi ditungguin sampek lumayan lama belum ada konfirmasi pesanan kita udah ke save apa belum. Coba lihat saldo masih utuh, cek mutasi juga gak muncul pengurangannya. Nyoba setor tunai lagi terus cek mutasi langsung ada tuh. Adakah yang salah? Kita masih menunggu konfirmasi di redbus sampai hujan turun sangat deras.

“Mbak, duduk di kursi aja,” Pak Satpam yang baik hati menawari kita tempat duduk. Mungkin kasihan dari tadi lihat kita duduk ngemper di lantai di depan bank, hehe. Ternyata eh ternyata aku belum menyelesaikan proses transfernya tadi, kurang satu langkah lagi, ups. Haha, konyol banget yak, sampek selama itu lagi nunggunya. Jadi sesore itu kita cuma berhasil booking di redbus. Penginapan, sewa motor, dan opentrip Kawah Ijen lanjut besok atau lusa. Hujan masih turun, kita pulang memakai jas hujan karena hari sudah malam.

So, untuk transportasi ke Banyuwangi kita rencanakan dari Pamekasan naik bus. Kemudian kita menunggu travel ke Banyuwangi yang udah dipesan via redbus. Pulangnya sebenarnya bisa naik travel melalui redbus lagi dari Banyuwangi ke Surabaya. Tapi jadwalnya malem, dimungkinkan nyampek Surabaya pukul 4 atau 5 pagi. Aku kan paginya masuk kantor, gak bakal nutut jam segitu ke Pamekasan. Jadi kita naik bus Banyuwangi-Surabaya-Pamekasan aja.

Itinerary Banyuwangi

Destinasi wisata di Banyuwangi banyak banget apalagi destinasi wisata alamnya cantik-cantik. Karena kita cuma 2 hari di Banyuwangi, harus memilih beberapa. Setelah bongkar pasang jadwal dan tempat kita memutuskan untuk hari pertama akan mengunjungi Jawatan Benculuk, Pantai Teluk Hijau, dan menginap di Pantai Pulau Merah. Hari kedua kita akan eksplore Baluran dan malemnya ke Kawah Ijen. Fix sudah.

rencana-liburan-ke banyuwangi

rencana-liburan-ke banyuwangi

Tapi setelah dilihat lagi ternyata jarak dari Pantai Pulai Merah ke Baluran itu sekitar 118 KM. Sama kayak jarak dari Pamekasan ke Surabaya sekitar 124 KM. Huhu, jauh banget. Aku baru tahu Kabupaten Banyuwangi ternyata luas banget 5.782 km², lebih luas dari pulau Madura yang hanya 4.250 km².

Sepertinya bakalan capek menempuh perjalanan sejauh itu dengan naik motor. Setelah mempertibangkan fisik dan faktor cuaca yang sedang musim penghujan, maka dengan berat hati kita menghapus Jawatan Benculuk, Pantai Teluk Hijau, dan Pantai Pulau Merah dari list itinerary. Dalam hati berharap suatu saat ada kesempatan lagi ke Banyuwangi untuk mengeksplore Banyuwangi bagian selatan.

Kita merubah haluan, hari pertama eksplore Baluran, Waduk Bajul Mati, dan Pantai di sepanjang jalan pulang dari Baluran. Hari kedua mengejar sunrise sama city tour kelililing kota Banyuwangi. Malem terakhir baru opentrip ke Kawah Ijen.

Penginapan di Banyuwangi

Pilihan penginapan di Banyuwangi banyak sekali, kebanyakan sih homestay gitu. Aku booking penginapan untuk hari pertama di Shanum Homestay di dekat Pantai Pulau Merah. Hari kedua kita akan menginap di Mango Tree, sebuah homestay yang terletak di daerah Banyuwangi kota. Tapi karena itinerary berubah, Shanum Homestay aku cancel dan memutuskan untuk menginap di Mango Tree 2 hari.

rencana-liburan-ke-banyuwangi rencana-liburan-ke-banyuwangi

rencana-liburan-ke banyuwangi  rencana-liburan-ke banyuwangi

Di Banyuwangi juga ada semacam dormitory gitu, cocok banget buat para backpacker karena ramah di kantong. Tapi ya, itu kamarnya harus berbagi dengan banyak orang. Kita memilih menginap di homestay aja supaya lebih privat, toh harganya kalau dihitung juga sama. Yang penting tempatnya bersih dan kamar mandi dalam itu udah cukup buat tempat istirahat di malam hari.

Sewa Motor di Banyuwangi

Sewa motor di Banyuwangi dimana sih? Tenang, dengan mengetikkan keyword “Sewa motor di Banyuwangi”, Google akan menampilkan banyak referensi. Ada beberapa tempat sewa motor yang udah ada websitenya. Yang paling sering muncul adalah Koko Rental Motor yang ada di dekat Stasiun Karang Asem. Kita bisa lihat jenis motor yang disewakan lengkap dengan gambar motor dan harga sewanya perhari. Mau manual atau matic tinggal pilih, ada Revo, Beat, Vario, Yamaha Mio, dan Yamaha X-Ride.

rencana-liburan-ke banyuwangi

Rata-rata sewa motor di Banyuwangi sekitar 60.000-100.000 per 24 jam. Kalau di tempat kita menginap juga menyediakan sewa motor itu lebih enak. Gak perlu ribet mengembalikan motornya nanti. Setelah menghubungi pemilik penginapan di Mango Tree ternyata di sana juga bisa sewa motor, yes. Udah gak perlu repot-repot cari tempat sewa motor nih.

Opentrip Kawah Ijen

Kebanyakan orang ke Kawah Ijen untuk melihat blue fire, begitu pula aku dan Ila. Tapi kita masih bingung ke sananya mau naik apa. Aku sendiri gak berani kalau harus naik motor berdua sama Ila tengah malam dengan kondisi jalan yang pasti tidak mudah. Akhirnya kita memilih untuk ikut opentrip aja. Tak apa lah lebih mahal dikit asal aman dan insyaallah nyaman.

rencana-liburan-ke banyuwangi

Searching opentrip Kawah Ijen di instagram rata-rata harganya Rp. 200.000 per orang. Kita nyoba tanya temennya temen yang punya travel agent ke Kawah Ijen. Tapi sistemnya lebih ke privat tour gitu, gak ada yang sharing. Kemahalan kalau cuma berdua 550.000. Akhirnya tanya lagi ke pemilik penginapan ternyata di sana ada opentrip ke Kawah Ijen juga. Yes, kalau gitu semua urusan beres di Mango Tree.

Merencanakan sebuah perjalanan bagiku menjadi agenda wajib yang harus dilakukan sebelum traveling. Aku paling gak bisa hal-hal yang serba spontan. Aku gak bisa ngebayangin masih harus nyari-nyari penginapan pas nyampek di Banyuwangi. Abis eksplore tempat wisata masih bingung mau nginep dimana. Kan jadi tambah capek. Wanita itu butuh kepastian, eaaa. Atau pas nyampek Banyuwangi masih harus nyari-nyari tempat sewa motor, duh waktu kebuang percuma kalau gitu.

Sekarang kan udah era digital, dimana segala sesuatu bisa dilakukan dengan mengandalkan smartphone. Semua jadi lebih mudah, urusan transportasi dan akomodasi bisa kita beresin sebelum berangkat. Nyampek Banyuwangi bisa fokus eksplore tempat-tempat wisatanya yang keren-keren.

Oke, segini dulu rencana yang kita buat sebelum berangkat ke Banyuwangi. Mungkin ada yang sedang berencana ke Banyuwangi, semoga ini bisa bermanfaat. Oh ya, namanya juga rencana tidak semua sesuai dengan apa yang terjadi ya.

7 thoughts on “Di Balik Rencana Liburan ke Banyuwangi

  1. Aku masih penasaran sama Banyuwangi ini. Karena untuk mencapai tempat-tempat yang bagus itu jaraknya jauh-jauh. Tahun lalu, aku berangkat naik kereta, pulangnya naik bus. Disana aku sewa mobil. Karena aku berlima, pengennya pergi selalu sama-sama dan nggak mau ribet. Jadi gampangnya pilih mobil. Itu tahu dari internet. Lumayan mahal juga dan gak ada yang mau lepas kunci takut dibawa kabur. Aduh, kok aku nggak kepikiran buat sewa motor, ya. Lebih murah gitu kalau cuma mau keliling kota, nyari makan.

    1. Iya Mbak Banyuwangi luas banget kalau sekali kunjungan gak cukup buat eksplore semuanya apalagi tempatnya jauh-jauh
      Sewa motor enak Mbak keliling kota, yang deket-deket juga banyak yang bisa dikunjungi

Terima kasih sudah komen :)