Insiden Gorden

insiden-gorden

Bukan ibuku namanya kalau tidak keras kepala. Dari kemarin sibuk mau ganti gorden di ruang tamu. Sementara aku masih capek sepulang kerja Ibu tetap ngotot melepas gorden sendirian.

“Gubrak!!!” aku yang belum sempat menunaikan salam pas shalat Maghrib langsung loncat keluar kamar. Entah bagaimana ceritanya kursi yang dipijak Ibu terterbalik. Rel Gorden bagian kanan terlepas dari kaki relnya. Sebenarnya sih biasa aja cuma aku yang terlalu khawatir takut terjadi sesuatu pada Ibu. Untungnya Ibu gak apa-apa, hanya lebam sedikit di bagian kaki. Adikku malah ketawa-ketawa lihat kejadian ini.

Paginya karena dirasa kurang bagus kata Ibuku mau diganti gorden yang lama sekalian memperbaiki rel gorden yang terlepas. Aku membantu dengan malas-malasan. Sedangkan Ibu sudah sibuk dengan palu dan obengnya. Karena lihat ibu ngotot banget buat masang sendiri tapi gak kunjung selesai mau gak mau aku ikut bantuin. Aku biasa masa bodoh dengan urusan kayak gini. Karena ada Ayah yang biasa menyelesaikan pekerjaan semacam ini. Meski ikut bantuin paling cuma bantu pegang-pegang aja. Ini jeleknya aku, rasa ingin tahunya kecil banget.

Meski kelihatan spele tapi buatku yang gak ngerti urusan pasang memasang gorden jadi terasa sulit banget. Berjuang keras berpikir bagaimana caranya menempelkan rel pada kaki rel. setelah memahami caranya memasangnya pun bukan hal mudah. Memasang baut pakek obeng itu sesuatu banget, hehe. Tapi sesulit apapun suatu hal jika sudah memahaminya terasa lebih mudah. Dan akhirnya rel terpasang menempel pada kaki rel. Aku belajar ilmu baru hari ini, ilmu memasang gorden, hehe. Edisi wonder woman ceritanya. Wanita juga bisa pegang obeng, kata Ibuku.

Terima kasih sudah komen :)