Jelajah Kota Pahlawan dengan SHT (Surabaya Heritage Track)

surabaya-heritage-track

Seperti yang sudah aku janjikan di postingan sebelumnya. Tulisan ini masih merupakan bagian Road Trip Pamekasan-Bangkalan-Surabaya.

Tara….

surabaya-heritage-track

Bak finalis Indonesian Idol yang mendapatkan golden tiket, aku keluar dari ruang Tracker Information Center House of Sampoerna membawa 2 tiket SHT (Surabaya Heritage Track). Udah jauh-jauh ke sini gak mau donk gagal naik SHT hanya karena gak kebagian tiket. Naik bis pariwisatanya Surabaya ini memang gratis, tapi seatnya terbatas. Kalau aku gak salah inget hanya tersedia 20 kursi ditambah kursi panjang di belakang kemudi sopir. Aku sama Ila sudah reservasi via email seminggu yang lalu. Tapi katasi Mbak penjaga tiket , untuk sekarang hanya melayani reservasi via telfon. Itupun satu atau dua bulan sebelumnya. Jadi saranku buat yang pengen ngerasain naik SHT datang aja langsung kesini. Tapi ya, itu harus cepet-cepetan.

surabaya-heritage-track

Bentuknya tidakjauh berbeda dari bis biasanya, hanya terlihat lebih terang berwarna merah menyala bertuliskan Surabaya Heritage Track. Bis ini mangkalnya di depan museum House of Sampoerna. FYI ini jadwal keberangkatan SHT, bisa dicek di webnya di sini.

Weekday Weekend
Jam Tema Jam Tema
09.00 Surabaya Kota Pahlawan 09.00 Explorasi Surabaya
13.00 Surabaya Kota Niaga 13.00 Surabaya Kota Pahlawan
15.00  Surabaya selama masa penjajahan 15.00 Surabaya Kota Sejarah

Pas masuk bis, kita dikasih sebuah name tag yang mesti dipakai selama perjalanan. Tapi nanti selesainya dikembalikan lagi. Kita kebagian tempat di belakang karena tadi sempat kecolongan gara-gara masih foto-foto di depan museum. Tapi ada untungnya juga sih, kita bisa lebih leluasa mengambil gambar bangunan-bangunan tua di sepanjang jalan.

surabaya-heritage-track

Seorang tour guide menemani perjalanan kita. Tema perjalanan kita kali ini adalahExplorasi Surabaya. Kita melewati penjara Kalisosok peninggalan jaman Belanda yang pagarnya berhiaskan grafiti. Konon penjara ini sangat angker danmemiliki terowongan yang tembus ke Mapolrestabes Surabaya. Sepanjang perjalanan tour guide menunjukkan beberapa bangunan-bangunan tua yang menjadi saksi sejarah kemerdekaan bangsa ini.

Balai Kota Surabaya

Tujuan pertama kita adalah Balai Pemuda tapi karena lagi ada acara kita gak bisa masuk. Tempat ini kita skip dilanjutkan ke tempat berikutnya yaitu ke Balai Kota Surabaya. Di bagian belakang Balaikota Surabaya ada sebuah bunker (ruang bawah tanah). Tidak setiap saat bunker ini dibuka untuk umum. Kita termasuk beruntung loh bisa masuk ke ruang rahasia ini. Ada 2 terowongan yang terhubung ke ruangan Bu Risma (Walikota Surabaya) dan ke gereja Maranatha yang berada tepat di depan Balaikota. Ini merupakan salah satu ruang bawah tanah yang banyak terdapat di Surabaya. Tapi sekarang sudah tidak difungsikan lagi mengingat kendaraan yang berjalan di atasnya begitu padat.

surabaya-heritage-track surabaya-heritage-track surabaya-heritage-track surabaya-heritage-track

                Selanjutnya kita masuk bagian depan yang merupakan lobby bangunan ini. Ada replika ikan hiu dan buaya yang menjadi simbol Kota Surabaya berikut filosofinya. Ada pula gambar GC Citroen, arsitek asal Belanda yang mengarsiteki pembangunan Balaikota pada masa pemerintahan walikota kedua Surabaya yaitu GJ Dijkerman. Kita juga bermain-main sebentar di halaman depan Balaikota dengan air mancurnya yang segar. Sekedar mengambil gambar di halamannya yang sangat luas.

Museum Bank Indonesia

Perjalanan selanjutnya adalah ke Museum BI. Museum ini meupakan ex kantor Bank Indonesia. Karena aktivitas perbankan yang semakin padat maka Bank Indonesia di pindah ke tempat yang lebih besar di dekat Tugu Pahlawan sana. Di lantai paling atas merupakan tempat beroperasinya kegiatan Bank Indonesia. Ada tempat teller melayani para nasabah. Bentuknya di sekat-sekat pakek jarring-jaring besi gitu. Lantainya memiliki warna yang berbeda untuk menentukan tempat staff dan pimpinan Bank Indonesia dahulu.

surabaya-heritage-track

surabaya-heritage-track surabaya-heritage-track surabaya-heritage-track surabaya-heritage-track

Di lantai dua tempat mesin-mesin diteruh. Seperti mesin penghancur untuk uang kertas yang sudah tidak terpakai lagi. Lantai paling bawah adalah tempat penyimpanan uang dan emas. Tempatnya begitu ketat berlapiskan besi yang tebal. Di sebelah kiri tempat penyipanan uang yang sekarang digunakan untuk koleksi mata uang lama dari jaman penjajahan Belanda dan Jepang. Di sebelah kanan tempat penyimpanan Emas sekarang difungsikan sebagai tempat koleksi bahan bangunan Bank Indonesia kayak genteng dan tegel. Ada pula koleksi Emas dengan berbagai beratnya.

Berakhir sudah acara jelajah Kota Surabaya dengan SHT. Banyak hal baru yang kita tahu tentang Kota Surabaya. Masih pengen naik SHT lagi di jadwal yang berbeda. Turun dari SHT kita masih melihat-lihat ke dalam museum House of Sampoerna. Nantikan di postingan berikutnya ya.

22 thoughts on “Jelajah Kota Pahlawan dengan SHT (Surabaya Heritage Track)

  1. Pingback: Dear Titim

Terima kasih sudah komen :)