Kabar dari sebuah foto

Tangan terentang, wajah tengadah dan mata terpejam.  Terekam di otakku ekspresinya yang sedang meresapi kedamaian. Berusaha menyatu dengan gunung dan langit biru cerah yang menjadi latar sebuah foto.
“Deg,” jantungku berhenti berdetak mendapati lelaki dalam foto yang dikirimkan salah seorang teman melalui BBM beberapa hari yang lalu. Detik berikutnya dadaku bergemuruh tak beraturan. 
Ada rasa senang menemukan kembali jejaknya yang telah lama menghilang. Namun ada juga sedih karena rasa rindu yang tak kuharapkan datang menyeruak. Rahasia hatinya Nidji terus mengalun menemaniku saat menuliskan ini.

Ku coba merangkai kata cinta
Walaupun ku bukanlah pujangga yang bisa
Tuliskan kata-kata yang indah
Nyatanya tak ada nyali untuk ungkapkan

I wanna love you like the hurricane
I wanna love you like the montain rain
So wild so pure
So strong and crazy for you

Andai matamu melihat aku
Terungkap semua isi hatiku

Alam sadarku alam mimpiku
Semua milikmu andai kau tahu
Rahasia cintaku

Berdoa dan beranikan diri
Sebelum semua ini terlambat terjadi

Foto itu berpotensi memicu sebuah rasa yang sudah berulangkali coba kupendam hadir kembali. Aku mencoba menyikapi ini dengan lebih positif. Aku ingat lelaki itu pernah berkata, “Aku masih bukan siapa-siapa.”
Foto tersebut seperti mengabarkan padaku bahwa ia terus berjalan mengejar mimpi-mimpinya. Aku tahu akhir-akhir ini ia sering melakukan traveling. Pasti demikian adalah caranya untuk menemukan  makna hidup. Melihatnya baik-baik saja dan penuh semangat  aku akan lebih bersemangat untuk mengejar mimpi-mimpiku. Seperti dirinya aku juga suka traveling. Ingin mengenal lebih banya keindahan alam Madura dan mencari makna dalam setiap perjalanan.
Ada sebersit harapan suatu saat Tuhan akan mempertemukan hati kami di suatu perjalanan entah dimana. Tapi jikapun tidak demikian, Tuhan pasti lebih tahu yang terbaik.

0 thoughts on “Kabar dari sebuah foto

Terima kasih sudah komen :)