Keindahan Tersembunyi di Kadur, Pamekasan

kadur

Adventure hari ini dadakan, gak direncanakan sebelumnya. Tadi pas lagi ngumpul-ngumpul sama anak-anak FOKAL ngebahas persiapan workshop enterprenuership Ulva bilang pengen jalan.

“Gimana kalo ke Kadur, Tempat yang pernah kamu kunjungi sama Wasik,” usulku.

Abis ngumpul kita berdua langsung berangkat. Nyampek sana aku dibikin speechless. Ujung jalan ini adalah tanah lapang berkerikil. Sepanjang mata melihat yang tertangkap adalah bukit-bukit berselimut hijaunya pepohonan. Berpadu dengan sawah-sawah berwarna senada diselingi bangunan rumah penduduk di beberapa bagian. Langsung deh beraksi depan kamera buat abadikan karya Tuhan yang Maha indah ini. Tak banyak yang tahu tempat seindah ini. Bisa dibilang ini keindahan tersembunyi yang kita temui.

Ada sebuah gazebo tempat kita bisa bersantai menikmati pemandangan di sini. Tempat ini dikelilingi bukit-bukit yang kemanapun kita menghadap yang terlihat adalah bukit. Berada di sini rasanya damai banget. recommended banget deh buat tempat menyepi, hehe. Apalagi anginnya yang bertiup sepoi-sepoi bikin mata ngantuk. Kalo gak inget kita cuma cewek berdua di sini pasti udah ketiduran. Adalah pilihan yang tepat ketika kita mampir ke minimarket beli camilan. Kalau nggak kita bakalan melongo aja di sini. Secara gak ada orang jualan di sini. boro-boro orang jualan, gazebo yang kita duduki ini adalah banguanan satu-satunya di sini.

kadur kadur kadur

Tempat indah ini adanya di Kadur loh, salah satu kecamatan di Pamekasan. Dari Pasar Kadur terus lurus. Jalannya agak menanjak dan berkelok khas perbukitan. Nanti belok kiri dan masih agak masuk-masuk gitu. Tadi aja sempat nyasar beberapa kali. Ulva udah pernah ke sini sih tapi udah lama banget jadi lupa jalannya.

Lucunya Ulva gak tahu nama tempatnya jadi agak kesulitan juga nanya ke orang. Kata Ulva tempatnya bukit-bukit gitu. jadi aku nyoba nanya dengan nyebutin “Ke bukit,” malah gak ada yang ngerti.

“Ke Bu Kip?” respon orang yang kutanyai.

“Oooh… ke Posko Nong Tengnga (Posko Gunung Tengah)?” akhirnya ada bapak-bapak yang mengerti setelah aku menyebutkan “Ke gunung-gunung gitu”. Eh ternyata namanya itu ya, hehe. Dan ternyata si bapak-bapak ini yang nyapa kita waktu tadi masih berhenti buat foto-foto di jalan. tadi Bapak ini ngira kita kehabisan bensin. Eh ternyata ketemu lagi. “Terima kasih banyak Bapak yang baik hati untuk informasinya”.

Secara keseluruhan sih jalannya cukup bagus seperti umumnya jalan-jalan desa. Tapi ada satu tanjakan berbatu yang memacu adrenalin. Sebenarnya jalannya beraspal tapi sudah mengelupas semua jadi batu-batunya muncul ke permukaan. Ulva nyetir sambil merapal mantra-mantranya. “Bismillah, Bismillah, bismillah.” Entah sampai berapa kali. Sementara aku berpegangan erat menahan diri agar tidak terjatuh. Setelah berhasil melewati jalan ini kita bersyukur tiada henti juga ketawa. Lucu aja kalo inget.Pulangnya aku yang nyetir dan dengan suka rela aku turun dan menuntunnya aja dari pada jatuh, hehe.

kadur
mending dituntun aja

Meskipun jalannya agak sepi tapi aman kok, orang sini baik-baik. Contohnya si Bapak tadi yang bantu nunjukin arah tempat yang bener pas kita kesasar. Tanaman di sawah-sawah penduduk sangat beragam. Kebun cabe ada, jagung ada, buah naga ada, padi juga ada, apa lagi ya? pokoknya beragam deh. Adventure hari ini seru banget. Spotnya juga asyik. Bisa jadi alternative buat mencari ketenangan, hehe.

One thought on “Keindahan Tersembunyi di Kadur, Pamekasan

Terima kasih sudah komen :)