Kirab Ritual Laut dan Budaya di Vihara Avalokitesvara Pamekasan

 

vihara-avalokitesvara

Vihara Avalokitesvara, terletak tidak jauh dari rumahku, tepatnya di Desa Cadi Polagan Kec. Galis Kabupaten Pamekasan (dekat dengan Pantai Talang Siring Pamekasan). Aku penasaran liat DP BBM temenku yang lagi masang foto barongsai di depan Vihara. Sabtu pagi, 26 Maret 2016 aku ke vihara nyari tahu sebenarnya ada acara apa sih?

“Pak boleh masuk ga?” tanyaku pada sekumpulan hansip di pertigaan depan Vihara.

Kata Pak Hansip sih boleh tapi aku memilih untuk ngobrol dulu sambil korek-korek informasi tentang acara apa yang sedang berlangsung. aku menyaksikan banyak mobil keluar masuk vihara yang dikontrol sama lelaki tengah baya berbaju kuning. Di dadanya tergantung name tag betuliskan EO. Setelah cukup lama mengobrol ada sebuah mobil datang dan berhenti tak jauh dari tempatku. Aku memilih menitipkan motor di situ dan mengikuti orang-orang yang baru turun dari mobil. Seseorang membawa sebuah patung, di belakangnya berbaris beberapa orang memegang bendera dan alat memanjang membentuk naga. Ada 2 barongsai kecil yang mengiringi di depan sampai ke pintu masuk. Di pintu masuk mereka berhenti sejenak dan ada tabuhan khas pas acara barongsaian gitu.

vihara-avalokitesvara
Barongsai pengiring tamu
vihara-avalokitesvara
Pembawa patung Dewi Kwan In

Aku melihat-lihat ke dalam. Vihara tampak lebih rame meski tak banyak ornamen tambahan, hanya susunan rangkaian bunga di bagian depan.

Berada di sini kayak bukan di Pamekasan, serasa berada di China. Merah dan kuning keemasan mendominasi. Di sini aku melihat sesuatu yang sangat berbeda dari duniaku. Sesuatu hal yang baru. Barusan sempet ngobrol sama ibu-ibu dari Jakarta, namanya Ibu Kiki. Meski kita berbeda bukan berarti kita musuhan. Yang terpenting toleransi, urusan keyakinan itu urusan hati. Si Ibu cerita tentang kunci hidup bahagia adalah sukur dan sabar. Seperti halnya dia bersyukur banget bisa sampai di Madura yang berulang-ulang dia ucapkan. Aku banyak belajar darinya.

Berjalan ke bagian selatan aku melihat ada sebuah aula dengan banner bertuliskan HUT Dewi Kwan In. Rupanya acara ini dalam rangka memperingati HUT Dewi Kwan In yang dikemas dalam “Kirab ritual Laut dan Budaya” seperti yang tertulis di bagian depan pintu masuk.

vihara-avalokitesvara
Gerbang masuk vihara

Ada beberapa booth product dari sponsor, air mineral Club, lampu Focus, Kosmetic Inez, kopi Kapal Api, Top Coffe dan beberapa lainnya. Ada juga tempat minum kopi gratis yang bisa diminum siapa saja yang mau. Coba ada bazar product-product maupun makanan khas Madura khususnya Pamekasan pasti bakal lebih seru. Secara bisa sekalian mengenalkan kekhasan kota ini.

vihara-avalokitesvara vihara-avalokitesvara vihara-avalokitesvara

Sebenarnya aku udah janjian sama Mukam, tapi karena dia masih ada acara jadi aku duluan ke sini dan dia menyusul. Aku keluar dari vihara untuk menjemput Mukam di pertigaan. Kita kembali ke dalam untuk melihat-lihat lagi. Setelah ngobrol dengan beberapa orang aku baru tahu rupanya acara ini berlangsung selama 3 hari, dari hari Jum’at sampek Minggu. Kemarin sama hari ini acara penyambutan tamu dari vihara-vihara lain yang membawa patung. Acara puncaknya adalah besok. Peserta Kirab akan berjalan kaki dari Vihara sampai ke Pantai Talang Siring. Di sana ada sekitar 100 perahu yang akan membawa mereka ke tengah laut. Ada hiburan lainnya juga. Malem hari biasanya ada hiburan berupa musik tradisional gitu. Sabtu sore jam 16.00 akan ada acara sembahyang bersama.

Untuk hari ini juga akan dilaksanakan acara bakar perahu jam 10 an. Ada sekitar 10 replika perahu yang dihias dan di bacakan doa sama pendeta terlebih dahulu. Baru kemudian dibakar. Sayang aku gak sempet lihat acara pembakarannya karena keburu pulang, udah ada janji sama Wasik buat ke Pak Siful.

vihara-avalokitesvara
Perahu yang siap dibakar

vihara-avalokitesvara vihara-avalokitesvara

Acara puncak yaitu Kirab Ritual Laut dan Budaya dilaksanakan Minggu, 27 Maret 2016. Pasti bakalan lebih seru. Tapi sayang gak bisa liat acara Kirab Ritual Laut dan Budaya esok karena aku ada acara di Bangkalan. Padahal acara kirab kayak gini katanya paling gak 8 tahun sekali adanya. Ada sih tiap tahunnya perayaan kayak gini tapi gak sebesar sekarang. Ya sudahlah, hidup itu pilihan.

Terima kasih sudah komen :)