Little Things about Kampung Inggris Pare

Berhubung postingan kali ini mau cerita sedikit tentang Kampung Inggris Pare, judulnya inggris-inggris dikit boleh lah ya, hehe. Ini bukan tentangku tapi tentang persiapan adikku buat les di Pare dan aku cuma bagian nyari informasi aja. Kenapa Pare? Karena Pare sangat terkenal sebagai pusatnya kursus Bahasa Inggris makanya sampai dapat gelar Kampung Inggris.  Awalnya aku pikir di sana hanya ada satu lembaga kursus Bahasa Inggris besar yang menerima siswa dari berbagai daerah. Dan ternyata dugaanku salah, di Pare, yang merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Kediri Jawa Timur ini ada banyak sekali lembaga kursusan yang berbeda-beda yang bisa dipilih sesuai kebutuhan dan budget yang dimiliki.

Langkah pertama yang kita lakukan adalah memilih lembaga kursus dan bagaimana cara mendaftarnya. Adikku milih di Global English (selanjutnya sebut saja GE) dan mendaftar via online di www.kampung-inggris.com. Jasa pendaftaran online ini dikelola oleh Eureka Tour yang beralamat di Jl Brawijaya No 58 Tulung Rejo Pare Kediri. Adikku milih program paket les lengkap supaya gak perlu repot-repot buat nyari campnya. Sebelum mendaftar online baiknya baca dulu menu “cara mendaftar” sebagai panduan. Langkah pendaftaran online sebagai berikut:

Masuk ke menu “Formulir”. Akan ada pilihan program, jenis camp, atau paket les+camp lalu klik “cari paket”. Pilih lembaga kursus yang kita mau beserta programnya, klik “next”. Rincian pendaftaran akan muncul sesuai dengan pilihan program lengkap dengan biayanya. Selanjutnya klik “isi data diri” kemudian isi data dengan benar. Lalu klik “lihat layanan”. Rincian pendaftaran dan rincian biaya akan dikirim via email. Setelah mendapat email kita transfer ke no rekening yang tertera di situ.

Sebenarnya agak ragu buat daftar online, terutama pas bagian transfer-transfer gini. Tapi setelah baca-baca blog orang yang pernah daftar online kayak gini jadi sedikit lebih tenang. Daftar online menurutku lebih praktis mengingat tempat tinggalku yang gak bisa dibilang dekat dari Pare. Jadi gak perlu bolak-balik ke Pare buat daftar. Kalau yang rumahnya dekat sih enak bisa datang langsung buat daftar dan nyari-nyari info. FYI biaya pendaftaran online Rp. 80.000.

Oh ya Di web www.kampung-inggris.com kita juga bisa mendapatkan semua informasi tentang Pare Jadi kita ubek-ubek  web ini sampai ke akar-akarnya.

Transportasi menuju Kampung Inggris Pare

            Adikku belum pernah ke luar Madura sendirian dan aku bertugas mengantarnya sampai ke Pare. Abis subuh kita udah di terminal menunggu bis jurusan Pamekasan-Surabaya supaya gak nyampek malem di Pare. Agak lama juga kita menunggu karena bis yang kita naiki masih ngetem dan baru keluar dari Terminal Pamekasan jam setengah 6. Ongkos bis Akas Ekonomi ini Rp. 66.000 untuk 2 orang. Meski gak ber-ac kita tidak terlalu merasa panas, mungkin karena masih pagi. Beruntungnya juga tidak terlalu macet karena biasanya sering kena macet di pasar-pasar tradisional sepanjang Jalan di Bangkalan terutama di Pasar Blega dan Tanah Merah. Kita nyampek di Terminal Bungurasih sekitar jam setengah 10-an. Sebelum berlanjut kita ke toilet dulu dan membeli air buat bekal perjalanan.

Aku sudah familiar dengan terminal ini jadi kita langsung menuju deretan bis antar kota dan menunggu di peron jurusan Pare. Setelah menunggu beberapa lama bis berwarna biru berukuran tidak terlalu besar datang. Kita pun naik dan duduk dengan anteng di dalam bis Rukun Jaya ini. Aku suka kondekturnya, seorang cewek yang dengan telaten menanyakan tujuan kita kemudian memberikan secarik tiket setelah kita membayarnya. Ongkosnya 30.000 per orang. Aku memperhatikan sepanjang jalan melewati Sidoarjo, Mojokorte, Jombang, dan Pare. Aku melihat banyak sekali sungai dan sawah-sawah yang tetap menghijau meski lagi musim kemarau. Berbeda sekali dengan Madura yang lahannya kering dan menganggur selama musim kemarau ini.

Bis berhenti sebentar di Terminal Pare dan tidak begitu lama kita pun sampai di Pare. Kita turun di perempatan Tulungrejo. Dari sana kita naik becak langsung menuju office GE yang jaraknya sekitar kurang lebih 2 KM dengan ongkos 15 ribu buat berdua. Dari perempatan Tulungrejo kita lurus aja gak belok-belok dan turun pas di depan office GE di Jl Brawijaya No. 66 Tulungrejo Kediri Pare. Aku melihat jam di layar HP sudah jam setengah 2. Cukup melelahkan melewati perjalanan selama 7 jam dari Pamekasan, akhirnya we are in Pare.

 

kampung-inggris-pare

Yeaay Nyampek di Kampung Inggris Pare

Kita bisa langsung daftar ulang dengan menunjukkan no invoice yang dikirim via sms jadi gak perlu ke Eureka Tour.  Mengisi beberapa form dan dijelaskan beberapa hal mengenai kursusan tersebut oleh pegawai yang ada di sana. Adikku menerima beberapa lembar berkas di antara buku pandan percakapan, blanko pengisian pilihan program lengkap dengan jadwalnya, peta wilayah Kampung Inggris Pare brosur sewa sepeda, dana pa lagi ya aku lupa. Setelah daftar ulang ada tes speaking di belakang bangunan utama office GE. Di sana ada banyak kelas yang mungkin digunakan saat kelas Bahasa Inggris berlangsung. Kata adikku sih cuma dites speaking dan dia dapat kelas speaking paling dasar yaitu pre speaking. Setelah tes kita kembali ke office GE untuk menyerahkan form pilihan 3 program selama 2 minggu kedepan. Karena adikku ngambil kursus yang untuk satu bulan jadi 2 minggunya nanti bisa memilih 2 program yang akan diserahkan di priode 10.

FYI, ada 2 kali priode dalam sebulan yaitu priode 10 dan 25 yang artinya priode pendaftaran setiap tanggal 10 dan 25 setiap bulannya. Kita bebas mendaftar kapan saja. Dan biasanya priode berlangsung selama 2 mingguan. Jadi meskipun mendaftar untuk yang 1 bulan tetap di pilah menjadi 2 priode. Kelas berlangsung dari hari Senin-Jum’at sementara Sabtu-Minggu libur. Jadi misalnya mendaftar untuk priode 25 dan tepat hari Minggu jadi kelas dimulai tanggal 26nya di hari Senin.

Setelah selesai proses daftar ulang kita menuju camp di vemale 5 diantar orang sana dibonceng motor bergantian. Eh ternyata campnya gak jauh dari office GE tepatnya di belakang warung Pak Gendut. Sampai di sana ketemu sama miss Fitri yang ramah banget menyambut kami. Kalau gak salah dia ini dari Makassar, jauh banget ya? Iya rata-rata kita kenalan sama yang les di sini lebih banyak yang dari luar Jawa Timur. Ada yang dari Bandung dan Jakarta, bahkan ada temennya Adek yang dari Banjarmasin Kalimantan.

Langkah selanjutnya setelah tiba di camp kita mencari tempat sewa sepeda. Waktu itu lagi ada anak-anak camp yang juga mau sewa sepeda jadi kita barengan aja nyarinya. Ada banyak tempat sewa sepeda di sepanjang Jl Brawijaya ini karena aktivitas selama di Pare ini akan banyak dihabiskan menggunakan sepeda ontel untuk mencapai tempat les yang berbeda tempat untuk setiap programnya, juga untuk membeli makan dan keperluan lainnya. Kita sewa sepeda dapet 60.000 sebulan dengan menjaminkan KTP. Soal harga sih bervariasi tergantung barangnya, kalau yang standart rata-rata segitu tapi kalau sepedanya masih baru dan lebih bagus bisa lebih dari itu. Kita milih-milih dulu sepedanya kemudian dibenerin mana yang gak enak. Kalau misalnya nanti kempes bisa dibawa ke sini buat tambah angina atau kalau ada yang gak enak sepedanya bisa dibawa lagi ke sini buat dibenerin sama montirnya.

Urusan sepeda kelar kita kembali ke camp dengan sepeda ontel, kring kring. Bisa dibilang semua urusan persiapan sudah beres tinggal ngejalanin kelasnya yang akan dimulai besok pagi. Jadwal kelasnya juga masih bisa dilihat besok pagi di office GE. Karena hari sudah sore sekitar jam setengah 4 aku memutuskan untuk menginap dulu di sini karena takut kemaleman di jalan. tadi juga sudah bilang ke miss Fitri dan dia mengijinkan untuk menginap di kamarnya adek malam ini. Alhamdulillah gak perlu nyari kos harian deh.

Suasana di Kampung inggris Pare

Ok, sepertinya perut sudah keroncongan seharian gak diisi kita nyari tempat makan. Kita membeli makan di sebuah warung kecil dengan label Rumah Makan Padang. Harganya relative murah untuk ayam Cuma 9 ribu rupiah. Tapi jangan bayangkan rasanya seperti di rumah makan padang beneran ya. sayurnya sama sekali gak ada rasa padangnya. Tapi perut sudah kelaparan jadi lahap aja. sehabis makan kita membersihkan diri dan shalat. Rencananya kita mau ke tempat temennya adek yang juga les di sini tapi di lembaga yang berbeda. Kita juga muter-muter wilayah ini supaya adikku tidak terlalu asing dengan tempat baru ini. Menikmati sore di Pare seru juga, dimana-mana terlihat gerombolan orang-orang naik sepeda, warung makan, toko souvenir, toko pakaian, mini market, begitupun mesin ATM mudah sekali ditemukan di sini. Pokoknya lengkap dah, semua fasilitas ada.

kampung-inggris-pare
Sore, bersepeda keliling Kampung Inggris Pare

Kita balik ke camp pas maghrib, sholal lalu istirahat. Omong-omong tentang camp menurutku di campnya adikku ini cukup bersih. Terdiri dari 2 lantai, adikku menempati lantai bawah yang terdapat 6 kamar berisi sekitar 2-3 orang. Kamar yang gak terlalu luas berisi lemari, 1 kasur busa kecil dan satu Kasur busa besar yang bisa diberdiriin kalo lagi gak dipakek supaya kamar terlihat lebih luas. Ada sebuah TV di ruang tengah pas di depan kamarnya adikku. Kamar mandinya ada 4 kalo gak salah, dan cukup bersih, di depan kamar mandi ada tempat wudhu’ dan cuci, sementara tempat jemurnya di atas loteng, ada dapurnya juga tapi kecil. Untuk air minum patungan antar penghuni camp pakek air gallon yang dikelola untuk bersama jadi gak perlu repot-repot beli air kemasan. Katanya sih ada peraturan selama di camp nanti kayak wajib ngomong Bahasa Inggris selama di camp dari Senin-Sabtu, harus sudah di camp sebelum jam 10 malem gitu. Setelah memastikan adikku dapat tempat yang nyaman aku bisa tenang meninggalkannya sendiri.

Senin pagi aku bersiap pulang, gak pulang sih tapi melanjutkan perjalanan ke Malang. Aku keluar dari campnya adik jam 6an karena jam 7 adikku sudah harus melihat jadwal belajar di office GE. Setelah sarapan aku menunggu bis di depan Wapo di depan gang Jl Anyelir. Informasi tentang transportasi dari Surabaya menuju Pare dan dari Pare ke Malang aku dapat dari Mbak Zie, temen facebook yang aku tahu sebelumnya udah pernah les di sini. Terima kasih Banyak Mbak Zie buat infonya, sangat membantu.

Aku melihat Pare mulai menggeliat, orang-orang sibuk berlalu lalang untuk memulai belajar Bahasa Inggris di Senin pagi Ini. bersiap memulai hari yang bakalan sibuk sampai Jum’at ke depan. Setelah bis Harapan Jaya yang aku tunggu datang, akhirnya aku angkat kaki dari Kampung Inggris Pare. Cerita selanjutnya tentang Malang tunggu di postingan berikutnya ya. Semoga bermanfaat.

 

2 thoughts on “Little Things about Kampung Inggris Pare

Terima kasih sudah komen :)