Meet up Madura Local Guides: 3 Tempat dalam Setengah Hari

madura-local-guide

Minggu, 1 Desember Madura Local Guides mengadakan meet up yang bertempat di Pamekasan tepatnya di Hotel Odaita, Kampoeng Durian dan Kampoeng Wisata Toron Samalem. Kerennya lagi 3 tempat ini kami kunjungi hanya dalam setengah hari. Tak hanya temen-temen dari Pamekasan, temen-temen dari Sumenep juga hadir, ada Mas Fadel, Mbak Dian, dan Zizi. Acara dimulai siang karena paginya ada beberapa yang masih punya kegiatan lain. Aku janjian sama Mbak Zizi yang naik bus dari Sumenep sendirian. Aku memintanya turun di pertigaan Slempek (pertigaan menuju arah rumahku).

Buru-buru aku berangkat dari rumah karena Mbak Zizi sudah menunggu lama di pertigaan. Begitu ketemu aku langsung memasang peralatan tempur untuk menghalau panas yakni kaos kaki, sarung tangan, dan masker yang tadi tidak sempat aku pakai. Tengah hari begini cuaca sedang panas-panasnya, kalau tidak pakai perlindungan ekstra bias gosong.

Hotel Odaita Pamekasan

Setelah memarkir motor kami buru-buru masuk ke cafe&resto Odaita. Di sana sudah ada Mas Fadel, Kak Ipienk, Dek Kholif dan Pak Edi Susilo (General Manager Odaita). Pihak Odaita menyuguhi kami segelas es teh yang langsung aku seruput untuk mengusir cuaca panas. Satu-persatu teman-teman mulai berdatangan hingga terkumpul 13 orang. Ada Ila, Silah, Bak Sinta, Kholif, Kak Ipienk, Rajho, Alif, Andi, dan Kholis.

odaita-hotel

Acara dibuka dengan sedikit pemaparan tentang Madura Local Guides oleh Mbak Dian. Local Guide merupakan komunitas relawan yang mengulas, mengedit dan menambahkan foto tentang suatu tempat untuk berbagi informasi di google map. Madura Local Guide sendiri mengulas tempat-tempat di Madura maupun luar Madura terutama yang berkaitan dengan pariwisata seperti hotel, terminal, cafe, tempat makan dan tempat wisata.

Hotel Odaita adalah hotel bintang 3 di Pamekasan yang berlokasi di Jl Raya Sumenep No 88 Pamekasan. Lokasinya strategis berada di pinggir jalan raya di depan POM bensin. Cafe di sini luas dan nyaman buat tempat nongkrong, Kami diajak melihat ballroom berkapasitas 1800 orang di lantai 2, ruangan luas yang didominasi warna kuning, putih, dan coklat, senada dengan desain langit-langitnya begitu menarik perhatian. Kalau aku perhatikan hampir semua bangunan di Odaita memiliki langit-langit yang bagus dan menarik.

odaita-hotel
Menuju lantai 2
odaita-hotel
Ballroom berkapasitas 1800 orang yang bisa disekat untuk acara yang tidak terlalu besar

Hotel ini terus dikembangkan, nantinya akan ada kolam renang, tempat gym, dan cafe rooftop. Di bagian belakang bangunannya masih terus dikerjakan. Saat ini kamar yang tersedia di Odaita hotel ada 115 kamar dengan kisaran harga per malamnya 400.000-975.000.

Tipe kamar standart room       : 400.000

Tipe kamar superior room       : 500.000

Tipe kamar deluxe room          : 650.000

Tipe kamar royal deluxe room : 775.000

Tipe kamar ececutive room     : 975.000

odaita-hotel
Lobby Odaita Hotel
odaita-hotel
Salah satu kamar di Odaita Hotel
odaita-hotel
Kamar Mandi Executive Class

Terakhir Pak Edi mengajak kami showing kamar yang ada di bangunan terpisah dengan cafe&resto. Setiap kamar di Odaita dilengkapi dengan fasilitas AC, air panas, TV LED, breakfast, kopi dan teh, serta electronic key card.

Kampoeng Durian Pamekasan

kampoeng-durian

Tujuan kami selanjutnya adalah Kampoeng Durian di Desa Tebul Timur Kec. Pegantenan Kab. Pamekasan. Rombongan kami terpisah menjadi 2 bagian, Silah dan Ila terlanjur ambil jalan lurus sementara Kak Ipienk dan Bak Sinta belok kanan tak jauh dari Odaita Hotel. Aku mengikuti Silah lewat jalan menuju Puncak Ratu, sementara yang ngikut Kak Ipienk lewat daerah Pakong. Karena belum tahu tempatnya kita menggunakan google map sebagai penunjuk jalan. Rombongan kita tiba lebih dulu, menyusul kemudian rombongan satunya datang.

Kampoeng Durian merupakan tempat wisata yang baru dilaunching tanggal 29 November 2019. Beberapa anak tangga sudah menanti begitu kami tiba. Tidak terlalu banyak sih, tapi cukup untuk membuat kami ngos-ngosan begitu sampai di atas.

kampoeng-durian

Yang menarik tempat ini dikelilingi kebun durian. Ada banyak gazebo sebagai tempat duduk buat para pengunjung. Pecinta durian wajib banget datang kesini, menikmati pemandangan dari ketinggian sambil menikmati si raja buah. Sementara ini masih ada satu warung yang menjual makanan dan minuman yang juga durian.

kampoeng-durian
Dikelilingi kebun durian
kampoeng-durian
Spot foto kayu roboh

Ada satu spot foto buatan berbentuk kayu roboh yang gak boleh dilewatkan, kita bergantian foto-foto di sini. Oh ya, aku melihat beberapa jenis pohon yang belum pernah aku lihat sebelumnya, ada pohon cendana dan pohon pulai/pule. Aku tertarik dengan buahnya yang bergerombol berwarna hitam mirip buah juwet tapi lebih kecil. Aku googling ternyata pohon ini bermanfaat sebagai obat.

Selesai eksplore kita ngobrol santai di gazebo sambil makan-makan buah durian yang disuguhkan oleh Pak Fausi, pengelola Kampoeng Durian. Temen-temen kelihatan menikmati banget makan durian, sayangnya aku belum suka sama buah ini.

kampoeng-durian
Pohon Pulai/pule
kampoeng-durian
Hayo, siapa yang ngiler?
kampoeng-durian
Warung tempat menjual makanan dan durian

FYI, Kampoeng Durian buka setiap hari kecuali Jum’at pukul 06.00-17.00 dengan harga tiket masuk 5K, parkir motor 3K, dan parkir mobil 5K. Karena masih baru belum ada mushola, tapi untuk toilet sudah ada. Rencananya nanti akan ada wisata edukasi tentang durian, berkeliling kebun durian menggunakan mobil khusus yang sudah disediakan. Kita tunggu ya.

Sebelum pulang kami main-main ke kebun durian yang sudah mulai berbuah tapi masih kecil-kecil. Belum ada yang jatuh. Pulangnya kami kompak lewat daerah Pakong.

Kampoeng Wisata Toron Samalem

kampoeng-wisata-toron-samalem
Seru-seruan di Kampoeng Wisata Toron Samalem

Acara masih berlanjut ke Kampoeng Wisata Toron Samalem yang ada di Desa Blumbungan Kec. Larangan Kab. Pamekasan. Bekas tambang batu kapur disulap menjadi destinasi wisata yang menarik dan kekinian.

Kami sampai di Kampoeng Wisata Toron Samalem sudah sangat sore, tempatnya aja udah mulai tutup. Mas Basri sang owner sudah menunggu dan langsung mengajak kita naik. Kami langsung shalat ashar bergantian. Fasilitas di sini sudah lengkap, ada toilet, mushola, dan free wifi juga loh.

kampoeng-wisata-toron-samalem

indonesia-local-guide

Di sini kita seru-seruan foto-foto, tempatnya instagramable banget. Awalnya aku iseng foto kaki dengan property local guide yang terbuat dari akrilik karena alasnya batu-batukecil, nenarik kayaknya. Ada yang usil ganggu mau ikutan foto kaki, terus ada yang bilang kayaknya seru kalau semua ikutan. Dipanggillah semuanya buat foto kaki mengelilingi property tersebut. Mas Basri bilang supaya pakai tangan aja biar lebih bagus. Kompaklah kita meletakkan masing-masing satu tangan mengelilingi property local guides. Terus Mas Basri menyuruh kita pakai 2 tangan. Kami manut aja mengulurkan 2 tangan sambil dempet-dempetan. Mas Basri totalitas banget ngambil fotonya sambil miring-miring. Dan hasilnya emang bagus, aku suka.

sumenep-local-guide

pamekasan-local-guide

Kami shalat maghrib dulu sebelum meninggalkan Kampoeng Wisata Toron Samalem. Sebenarnya acara udah usai tapi karena kelaparan kami nyari makan dulu sebelum pulang ke rumah masing-masing. Awalnya mau makan Nasi Goreng Raja, udah nyampek tempatnya ternyata rame banget sementara perut udah keroncongan. Kami berubah haluan ke warteg Pecel Blitar yang ada di dekat hotel Front One. Barulah acara benar-benar selesai setelah perut kenyang.

Alhamdulillah acara berjalan dengan baik, mengunjungi 3 tempat dalam setengah hari. Terimakasih banyak kepada Pak Edi (Odaita Hotel), Pak Fauzi (Kampoeng Durian), dan Mas Basri (Kampoeng Wisata Toron Samalem) atas sambutannya kepada kami Madura Local Guide. Temen-temen, sampai ketemu di meet up berikutnya, hayoo kapan?

3 thoughts on “Meet up Madura Local Guides: 3 Tempat dalam Setengah Hari

  1. Pingback: My Homepage

Terima kasih sudah komen :)