Melihat Keindahan Lautan Awan di Puncak B29

puncak-b29

Traveling ke Puncak B29 sebenarnya udah kami rencanakan sejak lama. Tapi ada aja kendala yang membuatnya belum terealisasi. Apalagi karena Pandemi Covid-19 banyak tempat wisata yang tutup termasuk Puncak B29. Saat dibuka kembali pada bulan September 2020 akhirnya kami bisa mewujudkan rencana.

Karena masih masa new normal aku, Ila, Rajho, dan Mbak Sinta sewa mobil dan ajak beberapa teman biar patungannya lebih murah. Selain karena lebih aman juga lebih terjangkau dari pada naik kendaraan umum. Ngajakin teman buat jalan-jalan agak jauh itu lumayan susah, banyak alasannya. Mbak Sinta sampai mengajak teman-teman dari Sumenep juga hingga terkumpul 10 orang yang ikut. Ada Mas Basri, Mas Anwar, Mas Venus, Alif (sepupunya Rajho), Dek Fitri, dan Agus (temennya Rajho).

puncak-b29

Meeting point dalam perjalanan kali ini di depan Alfamart Trasak pukul 8 malam. Satu persatu berdatangan hingga semua berkumpul tapi mobil yang kami sewa malah telat datengnya. Setelah mobil datang perjalanan pun dimulai. Pukul 12 malam kami baru nyampek di tol Surabaya.

Saat mendekati kawasan B29 jalanan mulai berkelok dan menanjak, ada sebagian yang berlubang. Agak deg-degan juga lewat medan kayak gini, banyak-banyak merapal doa deh. Alhamdulillah pukul 4 pagi kami tiba dengan selamat di Gerbang wisata bertuliskan “Selamat Datang di Kawasan Wisata B 29 Negeri di atas Awan”. Di sini kendaraan pribadi harus diparkir, selanjutnya harus naik ojek untuk sampai di puncaknya.

puncak-b29

Tarif ojek di B29

Begitu turun dari mobil, kami langsung disambut beberapa tukang ojek yang menghampiri. Sesuai dengan informasi yang aku baca di internet, harga ojek menuju Puncak B29 75 ribu per orang PP. Selain ke Puncak B29 abang ojek juga menawarkan ke Bukit Cinta dan P30 dengan harga 175 ribu.

Menurutku ini cukup mahal buat treveler low budget kayak aku. Tapi sayang juga sih kalau melewatkan P30, udah jauh-jauh nyampek ke sini. Temen-temen yang lain juga setuju buat ke P30 juga, meskipun jujur ini berat di kantong, hiks. Sistem ojek di sini Pengunjung dianterin, dan ditungguin hingga kembali lagi ke tempat parkir.

Medan Ekstreme Menuju Puncak B29

Oke let’s go… Bapak ojek mengingatkan buat menaruh HP ke dalam tas, khawatir jatuh kalau di pegang. Di tengah dinginnya pagi motor mulai melaju di jalan beraspal yang terus menanjak. Jalanan mulai berkelok dan semakin terjal membuat suara motor semakin keras menderu. Memasuki jalan berpaving medannya semakin sulit karena beberapa balok paving ada yang terlepas. Jika bukan ahlinya pasti kesulitan naik motor di medan kayak gini.

Suasana masih gelap, belum terlihat suasana seperti apa yang kami lewati. Aku yang sedang dibonceng berusaha bertahan agar tidak terjatuh sambil berpegangan pada jaket bapak ojek. Apalagi tak lama sebelum sampai di P30 medannya berubah menjadi tanah sehingga beberapa kali bapak ojek harus menurunkan kakinya agar motor dapat tetap seimmbang dan melaju dengan benar. Untungnya lagi kemarau, kalau musim penghujan pasti bakal becek dan lebih susah dilewati.

Kedinginan di Puncak P30

puncak-b29

Sampai di sebuah bangunan dengan halaman berpaving Bapak ojek menghentikan motornya. Kami semua turun dan menaiki anak tangga yang tidak terlalu banyak. Begitu sampai terlihat di ufuk timur semburat warna orange terlihat cantik sekali. Buat background foto backlight kece nih. Perlahan matahari pun muncul dari balik horizon, alhamdulillah bisa menyaksikan matahari terbit secantik ini.

Udara di sini dingiiin banget, tak terasa tangan jadi keriput kayak abis nyuci baju 5 ember. Hidung pun tanpa terasa sering berair. Aku rasa udaranya lebih dingin dari pada Bromo. Jadi baiknya kalau ke sini pakai pakaian tebal lengkap dengan kaos kaki dan sarung tangan. Ada yang sedang meyalakan api unggun untuk menghangatkan tubuh.

puncak-b29

puncak-b29

Matahari mulai naik membuat suasana mulai terang. Bergeser sedikit, terdapat tulisan P30 yang terbentuk dari ranting-ranting pohon. Dari sini view yang disuguhkan adalah hamparan awan yang memenuhi kaldera Bromo. Awan-awan ini mengelilingi Gunung Bromo, Gunung Batok dan gunung-gunung lain di sekitarnya. Masyaallah, aku berdecak kagum menyaksikan keindahan alam yang Allah ciptakan sedemikian cantik.

puncak-b29

puncak-b29

puncak-b29

puncak-b29

puncak-b29

Kami sengaja membawa bendera merah putih buat properti saat foto-foto dan merekam beberapa video. Sambil menahan dingin kami bergantian foto-foto sepuasnya, mengabadikan momen kebersamaan di tempat yang tidak terbantahkan keindahannya.

Mampir sebentar di Bukit Cinta

puncak-b29

Setelah dari P30 destinasi selanjutnya adalah Bukit Cinta. Bapak ojek menurunkan kami di tanah lapang. View dari sini gak jauh beda sama yang terlihat dari P30. Ada beberapa orang yang sedang camping di sini. Matahari semakin tinggi dan sinarnya semakin terik. Awan yang menutupi kaldera Bromo juga mulai tersingkap. Jadi kami cuma sebentar di sini. Lalu kita melewati jalan menurun untuk menemui Bapak ojek yang menunggu di warung yang ada di bawah.

Pemandangan sawah yang cantik di B29

puncak-b29

Oke, terakhir kami menuju Puncak B29. Di sini terdapat bangunan iconic berupa tulisan “Welcome to Puncak B29”. Berbeda dengan di P30 dan di Bukit Cinta, pemandangan yang disuguhkan di sini tak kalah cantik berupa hamparan kebun sayur yang berbukit-bukit dan tersusun rapi. Berasa asri banget.

puncak-b29

Pas mau pulang Bapak Ojek yang menyopiriku memberi hadiah rangkaian bunga karena di motor tadi aku nanya tentang bunga edelweis. Eh dipetikin bunga beneran ternyata sama si Bapak, tapi aku lupa apa nama bunganya. Biasanya kalau yang dijual di sini yang udah diwarnai gitu, nah kalau yang ini baru metik dan masih alami. Cantik bunganya.

puncak-b29

Dalam perjalanan dari Puncak B29 kami dapat melihat pemandangan sekitar yang begitu cantik. Gunung Semeru juga terlihat gagah di kejauhan. Jika tadi berangkatnya jalan yang kami lalui tidak terlihat karena gelap, dalam perjalanan pulang ini terlihat jalan menurun yang sempit. Tak jarang kanan kiri tebing yang ditumbuhi kebun sayur.

Aku lihat banyak mushola dan masjid saat melewati rumah penduduk di sepanjang jalan. Kata si Bapak Ojek warga sini juga banyak yang muslim.

Sekitar pukul setengah 8 kami sudah tiba kembali di tempat parkir. Kami ke kamar mandi dulu sebelum melanjutkan perjalanan ke Air Terjun Tumpak Sewu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *