Memetik Inspirasi dari Hijrahnya Peggy Melati Sukma

Peggy-melati-sukma

Kali ini pengen ngereview sebuah acara yang aku ikuti minggu kemarin. Inspirasi hijrah dan sedekah kemanusiaan dengan pembicara Peggy Melati Sukma. Acara ini bertempat di aula SMKN 3 Pamekasan di Jl. Kabupaten. Sebelum acara dimulai, aku sama DIk Fifit shalat ashar di mushala dulu sedangkan Ila menunggu di parkiran karena tamu bulanannya lagi dateng.

Jadwal acara sih pukul 14.30 tapi acara baru dimulai pukul 15.48. Coba ada hiburannya gak bakalan bosen nunggu. Untung aja MCnya charming banget udah kayak penyiar radio. Setelah pembacaan kalam ilahi dan sambutan-sambutan acara langsung dimulai langsung disampaikan sama Mbak Peggy Melati Sukma.

Mbak Peggy memulai dengan bercerita tentang kejayaannya selama 21 tahun dalam dunia hiburan tanah air Indonesia. Dunia yang telah membesarkan namanya dan mengantarkannya pada kesuksesan lainnya baik di dalam negeri maupun Internasional. Dialah Mbak Peggy yang cantik, pinter, kaya, terkenal dan memiliki banyak perusahaan. Tapi waktu 21 tahun yang ia nikmati tidak cukup memberinya ketenangan batin. Sampai akhirnya Allah membalikkan keadaan yang menjadi titik balik hijrahnya Peggy Melati Sukma.

“Keberhasilan apapun di muka bumi jika tidak menggunakan rumus Allah maka nilainya nol.” Peggy mulai menyadari itu.

Yang namanya hijrah tentu ada hal-hal yang harus ditinggalkan. Bahkan mungkin hal-hal yang paling disukai. Sebagai seorang artis tentu kejayaan yang selama ini ia raihpun harus rela ia tinggalkan. Tapi Mbak Peggy tidak pernah menyesal menolak bayaran mahal yang mengandung maksiat. Bahkan ia bersyukur karena ia menolak 500 juta yang bernilai dosa.

Banyak hikmah yang bisa kita ambil dari cerita Mbak Peggy. Salah satunya adalah terus bersyukur dengan kenikmatan yang Allah karuniakan. Dan tetap menjaga iman yang ada di hati karena iman itu kata Mbak Peggy naik turun. Maka kita harus terus menjaganya dengan terus mengakses Al-qur’an dalam kehidupan ketika agar menjadi petunjuk dalam hidup kita. Kita tidak harus terjatuh dulu untuk bisa mendapatkan hidayah kan?

Peggy-melati-sukma

Mbak Peggy bener-bener beda banget sama sosok peggy yang aku lihat di TV beberapa tahun lalu. Mbak Peggy yang menjadi pembicara di depan berpakaian tertutup dan sangat religius. Ketika ditanya alasannya berhijrah jawabnya adalah karena Allah sang pemberi karunia. Memang tidak berhijab tidak menjamin ia masuk surga. Tapi dengan berhijab kita menunjukkan pada Allah bahwa kita berusaha dan ingin masuk ke surga-Nya. Berusaha untuk medapatkan syafaat dari rasulullah.

“Bagaimana kita mendapatkan syafaat rasulullah kalau kita mengerjakan sesuatu yang tidak disukai Allah?”

Di akhir acara Mbak Peggy menunjukkan kondisi terkini dari Gaza. Bagaimana terblokadenya saudara muslim kita di sana. Benar-benar haru dan sedih melihat kondisi mereka di sana. Ini menggugah hati kita untuk sekedar mengirim doa yang terbaik untuk mereka semoga mereka diberi kesabaran dan kekuatan menghadapi semuanya. Menggugah kita untuk sekedar menaruh beberapa rupiah ke dalam kotak amal yang disediakan panitia. Semoga bermanfaat.

Acara berakhir sesaat setelah adzan maghrib berkumandang. Aku langsung pulang aja biar gak kemaleman nyampek rumah.

Terima kasih sudah komen :)