Menyibak Keindahan Air Terjun Madakaripura yang Tersembunyi Dibalik Tebing Tinggi

 

air-terjun-madakaripura

Air Terjun Madakaripura merupakan air terjun tertinggi di pulau jawa. Berada di lereng Gunung Bromo dan masuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBS) tepatnya di Desa Sapih Kec. Lumbang Kab. Probolinggo Jawa Timur. Konon di sinilah tempat pertapaan terakhir Patih Gajah Mada (Patih Kerajaan Majapahit yang dikenal dengan Sumpah Palapa-nya). Sesuai dengan nama Madakripura sendiri yang berarti tempat pertapaan terakhir Gajah Mada.

            Setelah dari Bromo kita kembali ke Sukapura, tempat berganti jeep tadi pagi. Adzan dhuhur berkumandang pas nyampek di sana. Kita langsung memesan makan sambil lalu bergantian mandi dan shalat. Setelah beristirahat sejenak dan semua urusan bersih diri beres, kita berangkat menuju Air Terjun Madakaripura. Perjalanan sekitar satu jam aku manfaatin buat tidur, buat nambah-nambah energy yang nantinya akan dipakai buat tracking ke Air Terjun Madakaripura. Jadi gak tau deh pemandangan sepanjang jalan seperti apa, tau-tau udah nyampek.

            Eh ternyata baru nyampek tempat parkir ding, belum nyampek air terjunnya. Buat para pengunjung yang ke sini membawa mobil wajib hukumnya naik ojek untuk mencapai lokasi air terjun. Aku pikir jalannya sulit atau gimana gitu sehingga mobil gak bisa lewat makanya harus ngojek. Tapi jalannya biasa aja tuh, jalan beraspal yang mengelupas di beberapa bagian khas jalan di desa. Masih bisa sih mobil lewat tapi memang jalannya sempit.

Dari tempat parkir perjalanan naik ojek sekitar lima menitan lah sampai ke depan pintu masuk. Untuk ongkos ojek aku kurang tahu berapa karena udah diurusin sama tour leader dari Travel agentnya. Enaknya ikut opentrip ya gini, semua sudah ada yang urus, tinggal jalan, hehe. Para tukang ojek di sini rata-rata para pemuda setempat. 14 ojek motor langsung sigap, kita tinggal pilih mau naik yang mana. Naik ojek rame-rame gini jadi kayak konvoi deh.

Beruntungnya pas berangkat pengemudi ojek yang aku naikin asyik banget diajak ngobrol. Bisa dapet banyak informasi dan cerita menarik darinya. Seperti saat aku tanya kabut yang mengambang di atas tebing di kejauhan sana.

“Kalau kabutnya di atas tebing itu masih normal Mbak, masih aman. Baru kalau kabutnya di bagian bawah tebing harus hati-hati. Kemungkinan akan banjir jadi gak boleh ke sana,” ceritanya.

air-terjun-madakaripura

Di sepanjang perjalanan kita dapat menikmati pemandangan hutan vertical (istilahku sendiri) yaitu tebing tinggi yang ditumbuhi banyak jenis pepohonan dan rerumputan. Warga setempat memanfaatkan rumput-rumput yang tumbuh di sana sebagai pakan ternak. Aku lihat ada bapak-bapak yang sedang menyabit rumput dengan berdiri di sebuah lahan vertical. Keren deh.

 

air-terjun-madakaripura air-terjun-madakaripura

            Tiket masuk saat weekend dan hari libur sebesar Rp. 13.000. Kita mulai berjalan kaki hingga sampai di area Arca Patih Gajah Mada. Duduk bersila dengan tangan di depan dada menunjukkan kegagahannya menyambut para pengunjung. Selain arca di sini juga ada tulisan iconic “Madakaripura” berwarna merah. Dari sini jalur tracking yang sebenarnya baru dimulai.

air-terjun-madakaripura air-terjun-madakaripura

            Kalau lihat di blog teman-teman yang pernah ke sini kayaknya susah banget harus menyebrangi sungai gitu. Tapi Alhamdulillah sekarang akses jalan kaki menuju Air Terjun Madakaripura jauh lebih mudah. Kita tinggal menyusuri track yang dibuat khusus di pinggiran sungai. Ada banyak jembatan besi berwarna merah yang kita lewati. Cocok nih foto-foto di sini buat nambah-nambahin feed instagram biar lebih kece. Air sungai jernih mengalir dan suara gemericiknya memanjakan mata dan telinga sepanjang jalan. Pemandangannya asyik, tebing tinggi di kiri kanan dan sesekali menemui air terjun kecil.

air-terjun-madakaripura

            Aku tak tahu seberapa lama kita berjalan, mungkin sekira satu jam. Tapi aku gak ngerasa capek mungkin karena trackingnya rame-rame. Jadi gak berasa capeknya cuma keringetan sedikit, masih lebih capek pas tracking ke kawah Bromo tadi. Udara di sini juga sejuk jadi gak kerasa panasnya apalagi sedang mendung.

Sesaat sebelum sampai, dari kejauhan tampak tebing tinggi yang menyemburkan air dari dinding-dindingnya membentuk beberapa air terjun. Aku tak henti berdecak kagum melihat pemandangan ini. Untuk menuju air terjun utama kita akan lewat di bawah air terjun yang tersebut. Di lihat dari dekat seperti kelambu yang menjuntai, cantik banget. Jadi kita memakai jas hujan terlebih dahulu supaya tidak basah kuyup. Kalau mau ke sini sebaiknya bawa jas hujan. Tapi tenang aja kalau gak bawa kita bisa membeli di sini. Baru turun dari mobil di tempat parkir aja udah banyak yang nawarin. Jas hujan sekali pakek gitu, harganya 10 ribuan. Satu lagi yang gak boleh lupa, pelindung hape transparan untuk melindungi HP dari semburan air terjun. Ini akan sangat berguna ketika kamu mengambil foto di bawah air terjun.

 Saat melewati air terjun yang seperti kelambu rasanya seperti sedang mandi hujan yang deras banget. Seru banget. Airnya dingin banget dan harus jalan lebih hati-hati karena batu-batu yang kita pijak licin.

air-terjun-madakaripura air-terjun-madakaripura

Setelah berhasil melewati air terjun pertama kita dapat mengintip air terjun yang sangat cantik di ujung lembah sempit dan dikelilingi tebing-tebing tinggi. Aku takjub sekali melihat air yang jatuh dari tebing setinggi 200 meter, menari-nari kemudian mendarat pada ceruk di bawahnya. Di balik deburan air terjun terdapat goa yang konon katanya di sanalah tempat Gajah Mada bersemedi. Udara di ketinggian 1000 mdpl ini segar dan sejuk karena tempias dari air terjun dari berbagai arah.

air-terjun-madakaripura

Dalam perjalanan pulang kita menggosipkan pria gagah yang kita temui setelah pintu masuk tadi. Siapa lagi kalau bukan Gajah Mada? Kita membayangkan bagaimana dulu Patih Gajah Mada bisa menemukan tempat ini. Mungkin ia harus memebas beberapa tanaman liar karena pasti dulunya jalan menuju ke sini gak semudah sekarang kan? Berapa kali ia harus jatuh? Sekarang jalan kayak gini aja aku udah beberapa kali terpeleset, Hastutik bahkan hampir banget terjatuh, untung gak jadi, hehe. Ia pasti betah banget di sini makanya ia menetap dan menjadikan tempat ini sebagai tempat pertapaan terakhirnya.

            #Tip

  • Jika sendirian dan belum berani solo traveling kita bisa ikut open trip, Banyak travel agent yang open trip Bromo-Madakaripura.
  • Pakai alas kaki khusus outdoor karena akan basah-basahan dan jalanan saat tracking cukup licin
  • Sedia jas hujan/ponco, jika tidak, bisa membeli jas hujan sekali pakai di lokasi wisata dengan harga 10.000
  • Bawa baju ganti karena meskipun pakai jas hujan akan tetap basah
  • Lindungi barang bawaan terutama HP denganpelindung dari plastic transparan supaya aman saat memotret
  • Jangan lupa bawa minum agar tidak dehidrasi saat tracking
  • Waktu terbaik berkunjung ke sini di pagi hari agar memiliki waktu lebih panjang untuk menikmati keindahan tempat ini
  • Sebaiknya jangan berkunjung di musim penghujan karena sewaktu-waktu debit air berpotensi banjir

 

2 thoughts on “Menyibak Keindahan Air Terjun Madakaripura yang Tersembunyi Dibalik Tebing Tinggi

Terima kasih sudah komen :)