Merasai Kesejukan Alam Banyuwangi: Pondok Indah, Air Terjun Kalibendo dan Air Terjun Jagir

Air-terjun-jagir

Sabtu, 31 Desember 2018

Sepagian ini aku sama Ila udah 2 kali bolak balik ke penginapan. Setelah mengejar sunrise di Pantai Boom dan melipir sejenak ke Pantai Cacalan kami balik ke Penginapan untuk mengambil beberapa barang. Rencananya setelah dari Rumah Dinas Bupati Banyuwangi kami mau langsung mengeksplore tempat wisata lainnya di Banyuwangi. Tapi karena Ila ada panggilan alam kami balik lagi deh ke penginapan.

Sewaktu menunggu Ila aku ngobrol-ngobrol sama Pak Arif (pemilik homestay) tentang tempat-tempat wisata di Banyuwangi. Awalnya aku sama Ila berencana ke Kampung Wisata Osing, suku asli masyarakat Banyuwangi di Desa Kemiren Banyuwangi. Tapi  kata Pak Arif ramenya di waktu tertentu saja sehingga kami mengurungkan niat dan mencari destinasi lainnya. Beliau merekomendasikan banyak tempat mulai dari wisata pantai, waterpark, sampai hutan pinus. Karena kami ingin ke tempat wisata alam kami memilih Pondok Indah Resto, Air Terjun Kalibendo, dan Air Terjun Jagir yang ada di Kecamatan Glagah Banyuwangi.

Pondok Indah Resto

pondok-indah-resto

Pondok Indah Resto berjarak 10 KM dari Banyuwangi Kota yang dapat ditempuh dalam waktu sekitar 20 menit. Dari jalan raya kami masuk ke jalur perkebunan kopi hingga sampai di tempat parkir.

Aku membayangkan tempatnya semacam tempat nongkrong dengan pemandangan cantik dari ketinggian. Berbeda dari yang kubayangkan, Pondok Indah Resto merupakan tempat makan dengan nuansa alam yang menyajikan nuansa alam perkebunan yang sejuk. Kami memilih tempat duduk di kursi kayu di  bawah pohon rindang dengan lantai tanah yang ditumbuhi rerumputan kayak di taman.

pondok-indah-resto

pondok-indah-resto

Dari buku menu yang dibawakan pramusaji bisa ditebak harga makanan di sini tidak bisa dibilang murah. Belum lagi harga yang tertera masih belum termasuk ppn 10%. Jadi, kami hanya memesan minum untuk mengurangi resiko kantong jebol, hehe.

Di sini terdapat beberapa rumah panggung seperti pondokan untuk tempat yang lebih privat. Namun harus reservasi terlebih dahulu. Fasilitasnya juga lengkap, ada toilet, mushola dan akses untuk penyandang disabilitas. Kami menyempatkan berkeliling sebelum pulang. Dari titik tertentu kami dapat melihat pemandangan persawahan terasering dan pohon kelapa di beberapa bagian sebagai pemanis.

pondok-indah-resto

pondok-indah-resto

pondok-indah-resto

Air Terjun Kalibendo

Udara yang sejuk, jalan berkelok, kanan tebing dan kiri jurang dengan air sungai yang mengalir membuat kami melajukan motor dengan perlahan untuk menikmati perjalanan. Matahari enggan menampakkan diri sehingga udara terasa lebih sejuk meski sudah masuk pertengahan hari. Dari Pondok Indah kami lewat Kecamatan Licin yang ternyata rute menuju Kawah Ijen.

Hampir saja kami masuk ke jalur menuju Kawah Ijen, tapi segera balik begitu sampai di pos pembelian tiket, karena tujuan kami adalah Air Terjun Kalibendo. Kami melewati jalan lurus dengan deretan pohon kelapa dan perkebunan kopi, aku suka banget lewat jalan ini.

banyuwangi

Nyasar saat traveling itu biasa, gegara gak ngelihat Papan penanda jadi terlewat. Untung belum terlalu jauh. Tiket masuk Air Terjun Kalibendo 5K per orang. Dari tempat pembelian tiket kami harus berjalan cukup jauh untuk mencapai lokasi. Aku melihat seorang bapak-bapak sedang membersihkan kali, kelihatan cantik karena airnya bersih dan berundak-undak dengan deretan tanaman yang daunnya berwarna merah.

air-terjun-kalibendo

air-terjun-kalibendo

air-terjun-kalibendo  air-terjun-kalibendo

Kami melewati lapangan sepak bola yang cukup luas. Di sekitar lapangan tumbuh ilalang yang cukup tinggi sehingga ada beberapa orang yang foto-foto di sana. Akses jalan menuju lokasi sudah bagus, jalan paving yang landai. Pemandangan kebun cengkeh menjadi suguhan cantik yang memanjakan mata. Rerumputan hijau membungkus tanah di bawahnya sangat kontras dengan deretan tanaman yang daunnya berwarna merah di sepanjang jalan.

Begitu hampir sampai banyak monyet berkeliaran. Aku sempat takut untuk lewat, teringat monyet-monyet agresif di Taman Nasional Baluran. Tapi ternyata monyet di sini lebih jinak. Jika ada orang lewat mereka menyingkir, tidak mengganggu. Malah terlihat menggemaskan melihat banyak monyet yang menggendong anaknya di bagian depan.

Mungkin karena di Madura gak ada sungai, aku selalu antusias melihat sungai yang airnya jernih banget. di beberapa bagian air yang mengalir tertampung membentuk kolam alami yang tidak terlalu dalam. Ada banyak pengunjung main air dan mandi di tengah sungai. Pengen main air tapi enggan basah-basahan dan gak bawa baju ganti.

air-terjun-kalibendo

air-terjun-kalibendo

air-terjun-kalibendo

Tempat ini tertata cukup baik, di sisi sebelah kanan ada beberapa spot foto dan bebungaan yang tertata rapi. Aku paling suka spot foto dengan papan kayu yang menjorok ke sungai layaknya dermaga.

Kami berjalan melewati jembatan di bagian utara hingga sampai di seberang sungai. Di sini banyak pohon-pohon besar menaungi warung-warung penjual makanan. Ada beberapa permainan outbond di antara pohon-pohon besar ini.

air-terjun-kalibendo

Salah satu spot yang paling aku suka adalah jembatan di sebelah selatan. Jika berfoto di sini air sungai yang mengalir melewati bebatuan di tengah sungai terlihat lebih cantik. Setelah puas main-mainnya kami pun balik. Jalan yang agak menanjak lumayan bikin ngos-ngosan.

air-terjun-kalibendo

air-terjun-kalibendo

air-terjun-kalibendo

Air Terjun Jagir

Lokasi Air Terjun Jagir tidak terlalu jauh dari Air Terjun Kalibendo, hanya sekitar 2 KM jauhnya. Tempat parkirnya berada di pinggir jalan, tepat setelah tikungan. Tempat pembelian tiket juga ada di pinggir jalan, di seberang tempat parkir. Tiket masuk Air Terjun Jagir sama kayak di Air Terjun Kalibendo 5K per orang.

Tepat di belakang tempat pembelian tiket ada anak tangga  menuju lokasi air terjun. Tangganya cukup curam dan sempit di awal-awal. Lalu agak melebar sekedar cukup untuk berjalan 2-3 orang berdampingan. Di bagian kiri terdapat pegangan dari besi yang memagari. Dari sini suara deburan air terdengar jelas pertanda lokasi air terjun tidak jauh.

Air-terjun-jagir

Menuruni anak tangga tidak terasa panas karena dinaungi pohon bambu yang banyak tumbuh di sekitar sungai. Sampai di dasar tangga banyak warung penjual makanan. Ada jembatan dengan design khas dan dicat berwarna merah.

Aku excited banget melihat wajah Air Terjun Jagir secara langsung. Sebagian menyebut tempat ini dengan air terjun kembar kerena memang terdapat sepasang air terjun yang berdampingan. 2 aliran air terlihat merambati tebing batu berwarna hitam yang tidak terlalu tinggi. Ternyata tidak hanya air terjun kembar yang ada di sini, terdapat satu air terjun lagi di sisi sebelah barat. Tapi sayang agak tertutup rimbunnya pepohonan.

Air-terjun-jagir

Air-terjun-jagir

Pengunjung begitu banyak sore ini, ada yang menggelar tikar sambil makan-makan, banyak juga yang mandi dan bermain air. Aku sama Ila foto-foto sebentar lalu berjalan mendekat ke air terjun kembar. Airnya bening banget, jika saja tidak ingat kalau kami tidak bawa baju ganti aku pasti udah nyebur. Apalagi banyak ikan-ikan kecil sedang berenang manjah. Kami hanya main-main air di pinggir air terjun, merasai kesegaran airnya yang dingin banget.

Air-terjun-jagir

Titik-titik air tetiba mulai berjatuhan dari langit membuat kami harus menyudahi keseruan bermain air. Jantung berpacu lebih cepat saat berlari dari kejaran hujan yang semakin menderas. Menaiki anak tangga yang cukup curam sambil berlari jauh lebih capek ketika sampai di atas. Kami berteduh di sebuah warung di samping tempat pembelian tiket. Sambil menunggu hujan kami memsan pop mie, terasa nikmat dimakan saat hujan kayak gini.

Hujan mulai reda, kami segera pulang. Di jalan, hujan datang dan pergi membuat kami harus berhenti untuk berteduh berkali-kali. Ada kejadian lucu saat berteduh di sebuah warung, saat hujan reda kami kembali berangkat. Ila bilang sepertinya ada yang terlupa, ternyata ia lupa memakai helmnya saat berteduh di warung tadi. Kami pun tertawa dan balik lagi untuk mengambil helm. Aku jadi teringat perjalanan pulang dari Taman Nasional Baluran kemarin hujan-hujanan. Bedanya sekarang ada banyak tempat untuk berteduh.

Terima kasih sudah komen :)