Nonton Kontes Sapi Sonok Sendirian, Why Not?

sapi-sonok

Hai, kali ini aku mau share tentang salah satu Kebudayaan di Madura yaitu Sapi Sonok. Mungkin orang di luar Madura lebih familiar dengan Kerapan Sapi sebagai kebudayaan yang ada di Madura. Memang sih Sapi Sonok agak kalah pamor dibandingkan Kerapan Sapi padahal sudah ada sejak lebih dari 50 tahun yang lalu.

Sapi Sonok merupakan kontes kecantikan ala sapi betina di Madura. Jujur aku belum pernah sekalipun menyaksikan kontes ini. Abisnya jadwal Kontes Sapi Sonok selalu di hari Sabtu gitu pas aku masuk kerja. Seperti tahun-tahun sebelumnya Sapi Sonok tahun ini dijadwalkan sehari sebelum Kerapan Sapi, hari Sabtu tanggal 28 Oktober 2017 bertempat di Stadion R Soenarto Pamekasan. Aku pengen banget nonton secara langsung, malu dong orang Madura masak gak tahu sama budayanya sendiri.

Hari Sabtu tuh aku masuk kerja cuma setengah hari sampek jam 1 aja. Nah sepulang kerja aku ngajakin Mbak Rizka buat ke Stadion R Soenarto kali aja kontesnya belum selesai jadi aku bisa nonton. Kebetulan salah satu sponsor acara ini dari kantorku, sekalian nyamperin temen-temen Marketing yang ada di sana. Kalaupun Mbak Rizka gak mau ikut aku tetap akan ke sana karena aku pengen banget nonton Sapi Sonok.

Nonton Kontes Sapi Sonok

Setelah memarkir motor di depan Stadion aku sama Mbak Rizka langsung menemui temen-temen kantor yang ada di booth penjualan. Ternyata Kontes Sapi Sonok masih berlangsung, akhirnya bakal kesampean nih nonton langsung. Aku ngajakin Mbak Rizka dan Mas Hendra buat ke tengah lapangan. Ada banyak sapi-sapi yang dihias berjalan cantik diiringi tabuhan musik khas Sapi Sonok. Aku masih bingung mereka di konteskannya seperti apa ya? Aku lihat sapi-sapi ini melenggak-lenggok sesuka hati dan gak beraturan gitu.

 

sapi-sonok

 

“Kalau yang di sebelah sana tuh bagian apa Mas?” tanyaku menunjuk keramaian di depan panggung.

“Ke sana yuk,” ajakku setelah mendapat jawaban bahwa di keramaian itulah tempat Kontes Sapi Sonok berlangsung. Mbak Rizka dan Mas Hendra pun ikut serta.

Dan aku masih bingung berdiri dipinggir arena, gak ada sapi-sapi yang melenggak-lenggok tuh di sana. Rupanya babak sebelumnya baru selesai jadi masih persiapan untuk peserta di babak berikutnya. Beberapa menit kemudian 3 pasang sapi sudah siap di garis start. Jam 2 siang matahari tidak terlalu menyengat karena sudah mendekati musim penghujan tapi lama-kelamaan kerasa juga sih panasnya. Mbak Rizka dan Mas Hendra balik duluan ke booth gak kuat panas mungkin. Sementara aku tetap bertahan di pinggir arena, aku sudah bilang kan pengen nonton Kontes Sapi Sonok secara langsung. Jadi meskipun nontonnya sendirian, why not?

sapi-sonok

sapi-sonok sapi-sonok

Musik Tradisional Madura yaitu Saronen kembali dimainkan dari atas panggung untuk mengiringi perjalanan sapi yang akan dikonteskan. Sapi-sapi ini pun melenggak-lenggok perlahan bak model di atas catwalk. Orang-orang semakin banyak mendekati arena kontes. Capek juga lama-lama berdiri, aku pun duduk bersila dengan nyaman. Untungnya aku memilih tempat di sebelah barat, semakin banyak orang di sekitarku sinar matahari siang jadi terhalang oleh orang-orang di belakangku. Semakin PW aku nontonnya. Sesekali aku bertanya pada Bapak-bapak di sebelah kanan dan ibu-ibu di sebelah kiriku untuk mengorek informasi tentang bagaimana sistem penilaian dalam kontes ini. Beberapa penonton di sekitarku saling berkomentar menilai sapi mana yang lebih bagus.

Di garis finish sapi-sapi ini memamerkan keanggunannya saat menaiki panggung yang sudah disediakan. Setelah MC membacakan hasil penilaian dari para juri, kontespun dalam satu babak selesai. Para penonton membubarkan diri mencari tempat yang teduh dan akan kembali memenuhi pinggir arena jika babak berikutnya kembali dimulai. Aku pun meninggalkan arena dan kembali menemui teman-teman di booth.

sapi-sonok

 

Mbak Rizka pamit pulang duluan sementara aku kembali ke dekat arena untuk melihat lagi kontes babak berikutnya. Aku berjalan menuju garis start tempat sapi-sapi dipersiapkan untuk kontes. Ternyata sebelum masuk arena sapi-sapi ini diarak dengan iringan musik saronen yang terdiri dari gong, terompet dan kenong. Rombongan ini juga terdiri dari para penari pria dengan pakaian khas masyarakat Madura yakni sarung, kaos garis-garis, kemeja longgar hitam, dan ikat kepala (odheng). Ada juga yang nyawer-nyawer gitu.

 

sapi-sonok
Panari yang mengiringi Sapi Sonok

Kontes kembali di mulai, aku berjalan ke bagian depan garis finish dekat dengan para juri yang menilai. Menonton dari sudut pandang berbeda. Selesai diadu sapi-sapi ini kembali diarak seperti saat akan masuk lapangan tadi, muter-muter lapangan.

Penilaian Kontes Sapi Sonok

Dari hasil tanya sana tanya sini dan mengamati secara langsung, mekanisme dalam Kontes Sapi Sonok bisa aku simpulkan kayak gini:

Setiap babak dalam perlombaan Sapi Sonok terdiri dari 3 pasang sapi yang dikonteskan. Sapi-sapi ini melenggak-lenggok menunjukkan kemolekannya melalui jalur yang sudah dibuat mulai dari garis start hingga garis finish. Mereka dinilai dari keserasian dan kekompakan saat berjalan. Di belakang mereka ada pawang yang mengendalikan dengan tali panjang supaya langkah kaki serasi dan lurus. Jika menginjak garis akan mendapat pengurangan nilai. Saat tiba di garis finish kekompakan kembali diuji sebarapa baik mereka saat menaikkan kaki ke atas panggung. Di sinilah mereka memamerkan kecantikan hingga musik pengiring berhenti dan kontes dinyatakan selesai.

Aksesoris Sapi Sonok

Supaya terlihat lebih cantik dan menarik sepasang sapi betina dalam kontes sapi sonok didandani bak pengantin. Mereka memakai hiasan khas Madura berupa kalung dan selempang yang didominasi warna merah, kuning, dan warna keemasan. Sepasang sapi betina tersebut dipasangkan dengan rangkaian kayu berukir di atas kepalanya yang disebut “panggonong”.

sapi-sonok

Ini pertama kalinya aku nonton Kontes Sapi Sonok, seru juga meski nontonnya sendirian. Aku malah lebih suka nonton Sapi Sonok dari pada Kerapan Sapi. Nontonnya lebih leluasa karena bisa nonton dari jarak lebih dekat. Kalau kerapan Sapi kan nontonnya dari jarak jauh di pinggir lapangan. Belum lagi berdesakan sama penonton lain yang bejubel, dan panasnya sungguh terlalu. Kalau nonton Sapi Sonok jangan lupa selfie-selfie sama sapinya juga ya, hehe.

10 thoughts on “Nonton Kontes Sapi Sonok Sendirian, Why Not?

  1. Waaaaah aku baru tau tentang kontes sapi ini.
    Sooon kalau ada kesempatan mampir ke Madura mau sekalian nengok ini deh *kalo waktunya pas sama kontesnya.

    Btw itu semua sapi yang ikutan kontesnya wajib didandani begitu yah mbak ?

    Anyway salam kenal ya.

    1. Taunya Kerapan Sapi ya Mbak kalau di Madura?
      Hayuk Mbak mampir2 ke Madura
      Biasanya akhir Oktober Mbak jadwalnya kalau mau nonton kontes ini

      Iya Mbak wajib, biar lebih cantik 🙂

      Salam kenal juga Mbak

Terima kasih sudah komen :)