Opentrip Bromo Madakaripura

bromo-madakaripura

Tahun-tahun sebelumnya aku lebih banyak traveling di daerah sendiri yaitu Madura. Tahun 2018 ini aku ingin melebarkan sayap traveling ke daerah Jawa Timur.

“Kamu sendirian ke Bromo? berani banget,” komentar teman-teman pas tahu aku baru dateng dari Bromo.

Aku memang sendirian berangkat dari Madura tapi ikut open trip salah satu travel agent di Surabaya. Jadi ke Bromonya ngetrip bareng temen-temen baru. Aku belum berani solo traveling tapi gak ada temen juga buat diajak ngebolang jadi ikut open trip adalah pilihan yang sangat tepat.

Sebenarnya sebelum ini aku sudah menyusun rencana yang sangat matang untuk mengeksplore Jombang. Tapi temenku yang asli Jombang membatalkan di detik-detik terakhir. Aku banting setir mencari travel agent yang ada open trip di pertengahan Februari 2018. Pilihanku jatuh pada Open Trip Bromo-Madakaripura tanggal 17-18 Februari 2018. Aku mendaftar H-2 sebelum keberangkatan. Untungnya masih ada seat yang tersedia.

Aku tertarik dengan open trip ini karena spot yang dikunjungi sangat lengkap apalagi ditambah embel-embel Madakaripura di belakangnya. Spot yang akan dikunjungi yaitu melihat sunrise, Savana Widodaren, Kawah Bromo, Bukit Teletubies, dan Pasir Berbisik.

Meeting point open trip ini di Stasiun Gubeng Surabaya tapi bisa juga langsung dijemput di Terminal Bungurasih maupun Stasiun Waru. Kita berangkat tengah Malam dari Surabaya sekitar pukul 00.00. Sepanjang perjalanan aku memilih untuk tidur karena selama menunggu di Terminal Bungurasih belum sempat memejamkan mata. Pemandangan di luar gelap dan beberapa kali terbangun saat melewati jalan yang rusak.

Kita sampai di Sukapura sekitar pukul 03.30. Begitu turun dari mobil banyak pedagagang kupliuk, kaos kaki, syal dan semacamnya. Karena aku sudah sedia dari rumah jadi gak beli. Kita beristirahat sebentar sambil menunggu jeep yang akan mengantarkan ke lokasi Gunung Bromo. Sebelum berangkat kita briefing dulu sama tour guide, Kak Heru.

Melihat Sunrise di Bukit Cinta

bromo-madakaripura

Karena jalanan macet dan tidak memungkinkan untuk ke Pananjakan dan Bukit Kingkong kita melihat sunrise di Bukit Cinta. Long weekend libur imlek kayak gini membuat Bromo rame banget. Aku merasa beruntung bisa menyaksikan sunrise meskipun kurang sempurna karena tadi malemnya hujan. Saat matahari mulai muncul pemandagan gunung dikelilingi awan putih tebal terlihat indah bagai lukisan. Aku speechless beberapa saat. Dari Bukit Cinta Kaldera Gunung Bromo, Gunung Batok, Gunung Kursi, dan Gunung Semeru terlihat lebih dekat.

Photo Session di Savana Widodaren

bromo-madakaripura

Puas melihat matahari terbit dan foto-foto di Bukit Cinta kita kembali ke jeep, melanjutkan perjalanan menuju Kawah Bromo. Kita kembali melewati jalan beraspal yang berkelok-kelok. Saat memasuki lautan pasir, sebelum ke Kawah jeep berhenti di tengah-tengah lautan pasir. Ini waktunya photo session di Savana Widodaren. Berfoto bersama jeep dengan background deretan gunung dan di depan kita tampak Gunung Batok dengan bentuk yang sempurna begitu dekat. Biar perjalanan ke Bromo lebih berkesan foto-foto dengan jeep adalah sesuatu yang patut kita lakukan. Di tempat ini lautan pasir ditumbuhi beberapa ilalang. Kata Kak Heru, Savana Widodaren yang sebenarnya bukan di sini tapi karena nanti masih akan ke Bukit Teletubies jadi kita cukup di sini aja foto-fotonya.

Tracking penuh perjuangan ke Kawah Bromo

bromo-madakaripura bromo-madakaripura

Puas foto-foto kita berpindah ke parkiran jeep di Kawah Bromo. Sebelum naik ke kawah kita foto bareng-bareng dulu dengan latar gunung batok dan Bromo. Kita harus berjalan kaki sangat jauh untuk menuju Kawah Bromo. Melewati Pura Luhur Poten, medan yang menanjak, dan beberapa anak tangga. Dengan penuh perjuangan akhirnya kita sampai di Kawah Bromo yang sedang tenang. Dari dalam kawah asap yang keluar hanya sesekali, pun bau belerang tidak tercium sama sekali. Pemandangan dari atas kawah ini cantik banget. Tidak sia-sia kita memperjuangkan untuk bisa sampai di sini.

Mengagumi keindahan Bukit Teletubies

bromo-madakaripura bromo-madakaripura

Spot berikutnya yaitu Bukit Teletubies. Jeep meninggalkan area parkir Kawah Bromo. Melewati jalanan pasir yang dikelilingi deretan pegunungan. Medan yang dilewati cukup rumit, jalan berpasir yang sesekali terdapat cekungan tak terduga. Beberapa kali kita terguncang-guncang di dalam jeep. Walaupun begitu aku lihat banyak juga wisatawan yang naik motor ke sini, wow. Sesaat sebelum sampai kita melewati hamparan bebungaan khas gunung Bromo dan berakhir di parkiran. Aku langsung terpesona melihat tebing tinggi berderet memanjang yang ditumbuhi pohon-pohon hijau. Di sisi yang berlawanan kita dapat menyaksikan bukit-bukit kecil yang ditumbuhi rerumputan hijau layaknya di serial anak Teletubies.. Banyak orang-orang yang sedang menikmati pemandangan ini dengan duduk bersantai di rerumputan.

Pulang melewati Pasir Berbisik

Karena udah kecapean mengeksplore berbagai spot di Bromo kita tidak berhenti di Pasir Berbisik. Kita hanya melewatinya saja dan memutuskan untuk pulang karena masih harus melanjutkan perjalanan.

Air Terjun Madakaripura

bromo-madakaripura

Setelah dari Bromo kita beristirahat, makan dan bersih diri dulu di Sukapura, Tempat semalam kita turun dari mobil dan berganti jeep. Perjalanan dari Sukapura sekitar 1 jam yang aku manfaatkan untuk tidur. Kita berhenti di tempat parkir kemudian naik ojek hingga ke depan pintu masuk Wisata Air Terjun Madakaripura. Dari sini kita melanjutkan dengan jalan kaki. Tak berapa jauh dari pintu masuk Arca Patih Gajah Mada menyambut. Kemudian lanjut jalan kaki melewati jalur khusus tracking di pinggiran sungai dan melewati beberapa jembatan besi berwarna merah. Sepanjang perjalanan kita menyaksikan tebing tinggi menjulang di kiri kanan. Gemericik air menjadi dendangan alami yang menemani.

bromo-madakaripura

Dari jauh kita dapat melihat tebing tinggi yang menyemburkan airnya membentuk air terjun. Kita akan lewat di bawahnya untuk menuju air terjun utama. Jadi kita pakek jas hujan dulu. Perjalanan yang sulit terbayar saat sampai di depan air terjun utama. Air terjun setinggi 200 meter yang mengalir dari tebing, menari-nari kemudian jatuh pada ceruk di bawahnya yang menampung air terjun.

Perjalanan ini bisa juga menjadi program yang menyehatkan. Tadi di Kawah Bromo udah berjalan kaki sangat jauh. Begitu pun di Air Terjun Madakaripura, kita berjalan kaki sekitar 1 jam untuk mencapai air terjun. Tapi aku tidak merasa capek mungkin karena trackingnya rame-rame dan udaranya sejuk. Nyampek rumah baru kerasa badan sakit semua, hehe.

Kita pulang dari Air Terjun Madakaripura sekitar jam setengah 5 dan nyampek Surabaya jam setengah 7. Waktu menunggu bus yang ke Madura aku ketemu Mia, teman waktu kuliah. Gak nyangka banget deh, udah lama gak ketemu eh pas ketemunya di terminal. Kita ngobrol banyak sambil menunggu bus yang tak kunjung datang. Sampai akhirnya kita baru dapet bus jam 20.00. Dan aku baru nyampek rumah jam 1 malem. Paginya langsung ngantor, amajing banget. Tapi aku bersyukur Alhamdulillah tetap diberi kesehatan meski tak banyak beristirahat setelah perjalanan yang cukup melelahkan.

 

11 thoughts on “Opentrip Bromo Madakaripura

  1. Bromo memang seru. Berkali-kali ke sana gak ada mblengernya. Lain kali coba berangkat sendiri naik motor bareng teman-teman, pasti lebih seru.
    Oya, mbak open trip Surabaya – Bromo – Madakaripura berapa per orang? 😀

  2. Enak emang nih klo masih single ikutan open trip kaya gini,,Lebih hemat soalnya. Tp klo udah punya buntuk kayak aku gini, udah gak nyaman klo ikut open trip.

Terima kasih sudah komen :)