Pengalaman Naik Banyuwangi Travel dengan Redbus

google-local-guide

“Redbus itu apa sih?” Pertanyaan tersebut otomatis muncul di kepala saat mendapat vocher dari Google Local Guide. Ini salah satu keuntungan aktif di Google Local Guide, sering dapat vocher. Hampir 1 tahun ini aktif di Google Local guide, aku pernah dapat vocher diskon hotel dari Airy Rooms dan vocher pulsa dari Tokopedia. Terakhir dapat vocher diskon 50% dari Redbus yang aku pakai buat perjalanan ke Banyuwangi dengan naik Bayuwangi Travel. Lumayan kan.

Redbus masih sangat asing di telingaku. Aku sama Ila coba searching dulu terutama tentang bagaimana pengalaman orang-orang yang pernah memakai aplikasi ini. Tak banyak sih yang bisa kita temukan di hasil pencarian, tapi yaudah lah dicoba aja.

Redbus merupakan aplikasi pembelian tiket bus secara online. Yah, semacam traveloka gitu, tapi ini khusus untuk tiket bus. Nah karena aku lagi ada rencana ke Banyuwangi pas akhir tahun kemarin jadi bisa dimanfaatkan.

Pesan Tiket Bus dengan Aplikasi Redbus

Memesan tiket di Redbus bisa dilakukan dengan 2 cara, melalui website Redbus atau via aplikasi. Aku sendiri memakai aplikasi Redbus yang aku download di Playstore. Memakai aplikasi menurutku lebih mudah karena bisa dipakai di mana aja dengan menggunakan HP. Aplikasi ini ringan hanya 16 MB dan mudah digunakan meski baru pertama kali pakai.

redbusredbusredbus

redbusredbusredbus

Seperti aplikasi pemesanan tiket pada umumnya tampilan awal yang tersedia yaitu kolom kota asal, kota tujuan, dan tanggal keberangkatan. Aku mengisikan Surabaya pada kolom kota asal dan Banyuwangi di kolom kota tujuan serta memilih tanggal 29 Desember 2018.

Awalnya aku agak heran karena yang muncul bukan bus umum melainkan kendaraan travel. Jadi aku coba mengganti kota tujuan dengan kota-kota lain, mulai dari Yogjakarta, Jakarta, dan Bandung. Untuk tujuan ketiga kota ini yang tersedia memang bus umum sih. Aku juga coba untuk Surabaya ke Pamekasan ternyata juga tersedia, tapi dari Pamekasan ke Surabaya belum ada. Kemungkinan pemesanan tiket yang tersedia di Redbus masih untuk pemberangkatan dari kota-kota besar gitu. Oke, kita lanjut ke langkah pemesanan.

Pilih Bus

Ada 2 pilihan kendaraan yang muncul untuk tujuan Surabaya-Banyuwangi yaitu Banyuwangi Travel dan Bali Prima dilengkapi info jenis kendaraan, sisa kursi, harga, waktu keberangkatan sampai tiba, dan lama perjalanan. Aku memilih Banyuwangi Travel, berangkat dari Surabaya pukul 19.00 dan sampai di Banyuwangi pukul 04.00. Untuk harga Banyuwangi Travel dan Bali Prima sama, yaitu Rp. 145.000. Aku mempertimbangkan jenis kendaraan dan waktu tiba di Banyuwangi, Bali Prima jenis kendaraannya Mitsubishi L-300 dan sampai di banyuwangi pukul 02.30. Jam segitu nyampek di Banyuwangi bingung mau turun dimana, mau booking penginapan nanggung. Kalau nyampek di Banyuwangi abis subuh kita bisa turun di Masjid Agung Banyuwangi,  jadi gak usah cari penginapan kan, hehe.

Pilih Kursi

Setelah memilih bus kita memilih tempat duduk. Ada 8 kursi yang tersedia, pas kita booking sudah ada 1 tempat yang terisi di bagian depan dekat jendela. Aku sama Ila memilih kursi di belakang sopir, tempat paling strategis menurutku. Lalu klik “Selesai” untuk melanjutkan.

Cek Informasi Pelanggan

Kita cek informasi berupa alamat email dan no HP sesuai data yang kita isikan di awal download. Kemudian mengisi nama penumpang dan umur. Di sini juga tertera nomor kursi yang sudah kita pilih.

  redbus redbus

Pembayaran

Proses pembayaran bisa dilakukan melalui transfer bank, ATM Transfer, Alfamart, credit card, debit card, maupun online transfer. Nah di sini gak lupa aku isikan kode vocher untuk klaim diskon 50%. Yeay… jadi total yang harus aku bayar menjadi Rp. 71.656.

Kemudian kita akan mendapat email pemberitahuan tentang informasi no rekening, nama, nominal yang harus dibayar, dan batas waktu pembayaran. Batas pembayarannya gak nyampek 1 jam jadi harus segera melakukan pembayaran. Kalau gak, proses booking otomatis cancel dan kita harus mengulang proses booking dari awal.

Aku punya pengalaman konyol waktu mau transfer yang udah aku ceritakan di postingan sebelum ini. Selalu bikin ketawa kalau mengingatnya. Setelah proses transfer selesai kita akan menerima tiket dalam bentuk PDF yang dikirim melalui email. Proses pemesanan udah beres, jadwal pemesanan juga bisa dipantau melalui aplikasi di menu pesanan saya.

redbus

Konfirmasi dari Banyuwangi Travel

Lokasi keberangkatan yang tertera di tiket adalah kantor cabang Surabaya dan tempat turun di kantor cabang Banyuwangi. Tidak sesuai dengan yang kita masksud. Tapi tenang aja, keesokan harinya aku mendapat panggilan telepon dari Banyuwangi Travel. Mereka mengkonfirmasi pemesananku melalui Redbus tujuan Surabaya-Banyuwangi tanggal 29 Desember 2018. Mereka juga menanyakan lokasi penjemputan dan mau turun dimana.

 “Jemput di Terminal Purabaya, terus turunnya di Masjid Agung Banyuwangi ya Pak.” Jawabku.

Sekalian aku bilang kalau temenku juga sudah melakukan pemesanan sepertiku.

“Atas nama Ila?” mereka mengkonfirmasi yang aku jawab dengan, “Benar.” oke sip.

Penjemputan di Terminal Purabaya

Siangnya di hari keberangkatan Ila mendapat pesan dari Banyuwangi Travel, menginformasikan nama dan no HP sopir yang akan menjemput. Sebelum Isyak kita sudah sampai di Terminal Purabaya, shalat maghrib dan isyak dulu kemudian makan. Kita mengirim pesan sama sopir Banyuwangi Travel bahwa kita sudah menunggu di ruang tunggu keberangkatan Terminal Purabaya. Tempatnya luas dan bersih, dan banyak petugas terlihat. Untuk mengisi waktu, foto-foto dulu dong di beberapa spot.

Sekitar pukul 20.00 sopir Banyuwangi Travel menelfon meminta kita menunggu di pintu masuk Terminal Purabaya. Kita jalan kaki menuju pintu masuk terminal yang ternyata lumayan jauh dan melelahkan, hiks.

Sampai di pintu masuk kita menunggu di pinggir jalan cukup lama sambil berdiri karena gak ada tempat buat duduk. Udah kayak distrap aja nih. Karena capek aku duduk jongkok gak peduli dengan lalu lintas kendaraan yang ramai.

Pukul setengah 9 Ila ditelfon sama sopirnya menanyakan posisi. Tak berapa lama sebuah mobil Shuttle Kia Pregio berwarna silver datang, si sopir sedang memegang telfon dan melihat ke arah kita.

banyuwangi-travel
Armada Banyuwangi Travel, Shuttle Kia Pregio

Dia turun dari mobil, setelah memastikan bertemu dengan orang yang benar dia membukakan pintu belakang tempat barang-barang bawaan. Sopirnya ternyata masih muda sekitar umur 30an berpakaian rapi dan ramah. Selanjutnya dia membukakan pintu mobil dan mempersilahkan kita masuk untuk duduk di kursi belakang. Kursi yang kita pesan sudah ada yang menempati, sepasang suami istri dan balita. Ya sudahlah.

Fasilitas dan Service Banyuwangi Travel Sangat Baik

Dari luar mobilnya terlihat biasa aja, tersedia 8 kursi untuk penumpang.  Tapi begitu masuk di kursi sudah ada selimut, bantal kecil, air, dan snack. Kursinya luas, bisa leluasa selonjoran dan enak buat tidur, selimutnya wangi. Meski duduk di kursi belakang tetap nyaman apalagi AC berfungsi dengan baik. Kayak udah disetting supaya kita bisa tidur dengan nyaman dalam perjalanan. Ini pertama kalinya aku naik travel dengan fasilitas senyaman ini.

Mobil kembali melaju untuk menjemput penumpang yang lain. Nah acara penjemputan ini menurutku memakan waktu cukup lama karena harus menjemput satu persatu penumpang di tempat berbeda. Harap bersabar.

banyuwangi-travel
Dapat service makan malam gratis di RM Sri Tanjung Probolinggo

Sampai di daerah Tongas Probolinggo, mobil berhenti di rumah makan Sri Tanjung. Si sopir turun, membuka pintu mobil dan memberi kita selembar kartu semacam kupon buat makan gratis. Aslinya aku gak terlalu lapar sih. Dengan malas-malasan kita mengikuti Ibu yang duduk di sebelah kita. Beliau sudah beberapa kali naik travel ini ke Banyuwangi, lebih berpengalaman.

Kita menuju meja pemesanan dan menyerahkan kartu yang dikasih pak sopir tadi. Menunya terbatas antara pecel atau rawon plus minum. Aku pilih rawon sama teh anget, lagi pengen makan yang berkuah. Rasanya enak tapi dagingnya gak terlalu banyak. Kalau mau nambah krupuk harus bayar sendiri. Rumah makan ini buka 24 jam, meski tengah malem tetap rame dengan para pengunjung. Kebanyakan sih penumpang travel seperti kita. Di sini juga ada toilet yang bersih, bayar 2.000.

Perjalanan yang Mengesankan

Setelah makan dan semua penumpang masuk, mobil kembali melaju dengan kencang. Ini kali pertama aku ikut travel perjalanan tengah malam, ternyata seru. Aku susah sekali buat bisa tidur di kendaraan, jadi aku memilih untuk menikmati perjalanan. Dari yang aku perhatikan beberapa kali mobil berhenti untuk beristirahat. Pertama, pas keluar dari tol pasuruan, mobil berhenti untuk tambah angin dan beristirahat cukup lama. Kedua, waktu makan tengah malam di rumah makan Sri Tanjung. Ketiga di daerah Besuki. Terakhir di daerah Asembagus. Setiap berhenti sopir turun dan berkumpul bersama para sopir travel lainnya mengobrol, bercerita, ataupun sekedar rokok-an. Mungkin untuk mengusir lelah dan kantuk. Mengemudi tengah malam harus terus on karena dia bertanggung jawab atas keselamatan penumpang.

Jalanan sepi, hanya terlihat beberapa kendaraan besar yang melintas di jalan. Mobil yang kita kendarai melaju dengan sangat kencang bersama mobil travel lainnya. Kayak konvoi mobil travel gitu, seru, hehe.

Kita memasuki Banyuwangi sekitar pukul 05.00, aku turun di depan Masjid Agung Baitur Rahman. Sesuai rencana kita langsung shalat subuh di masjid Agung Baitur Rahman. Setelah istihat sebentar dan membersihkan diri barulah kita mulai mengeksplore Banyuwangi. Perjalanan ke Banyuwangi naik Banyuwangi Travel dengan Redbus adalah pengalaman yang mengesankan.

banyuwangi
Di depan masjid Agung Baitur Rahman Banyuwangi

6 thoughts on “Pengalaman Naik Banyuwangi Travel dengan Redbus

Terima kasih sudah komen :)