Serunya Camping di Pantai Sembilan saat New Normal

pantai-sembilan

Di era new normal beberapa tempat wisata di Madura mulai kembali dibuka. Temen-temen Pamekasan Local Guide (PLG) langsung mengagendakan acara jalan-jalan ke Pantai Sembilan. Sebelumnya semua tempat wisata tutup karena pandemi covid 19 sehingga kami gak bisa kemana-mana. Kali ini kami mau camping di Pantai Sembilan.

Sabtu, 27 Juni 2020

Sabtu siang temen-temen PLG berangkat dari Pamekasan. Untungnya Rajho mau menemaniku berangkat sepulang aku kerja jam 3 sore. Begitu semua kerjaan kantor kelar aku langsung menemui Rajho yang sudah menunggu di Masjid Tentenan. Kami segera berangkat menyusul teman-teman yang lain.

Rupanya karena tadi berangkatnya ngaret mereka baru nyampek di Pelabuhan Tanjung, Saronggi. Jadinya mereka shalat ashar dulu sekalian nungguin kita untuk menyeberang bareng. Setelah sekitar 1 jam perjalanan dari Pamekasan akhirnya aku dan Rajho nyampek.

Trip kali ini rombongan semua 8 orang, Aku, Rajho, Ila, Dek Kholif, Mbak Sinta, suaminya Mbak Sinta, Kak Ipink, dan Mas Vicky. Seneng banget akhirnya bisa jalan-jalan lagi setelah beberapa bulan harus di rumah aja karena pandemi.

pantai-sembilan

Kami akan menyeberang dari Pelabuhan Tanjung, Saronggi menuju Pelabuhan Bringsang, Gili Genting dengan kapal terakhir pukul 5 sore. Karena masih masa new normal gini, suasana pelabuhan tidak terlalu ramai tapi penumpang kapal cukup penuh.

Ongkos kapal masih belum ada perubahan sejak terakhir ke sini tahun 2017 lalu. 10 ribu per orang dan 10 ribu per motor + ongkos menaikkan motor ke kapal 2 ribu.

Perjalanan Laut yang Mengagumkan

Sebenarnya aku masih agak trauma dengan perjalanan laut karena waktu ke Gili Labak cuaca buruk bikin ngeri. Beruntung perjalanan kali ini cuaca sangat bersahabat, lautnya tenaaang banget membuat ketakutanku sirna seketika dan aku bisa menikmati perjalanan ini. Kami memilih duduk di luar di bagian depan kapal.

pantai-sembilan

Di ufuk barat sana matahari perlahan mulai terbenam menyuguhkan pemandangan yang sangat cantik. Ah, bisa menyaksikan sunset di tengah laut seperti ini memberikan pengalaman yang sangat berharga. Sungguh perjalanan yang mengagumkan.

Gili Genting, We are Coming…

pantai-sembilan

Tak sampai 1 jam perjalanan, saat adzan maghrib berkumandang kami tiba di Pelabuhan Bringsang, Gili Genting. Menunggu temannya Mas Vicky sebentar lalu lanjut menuju masjid untuk shalat maghrib. Baru deh setelah shalat kami ke Pantai Sembilan.

Perut mulai keroncongan, kami nyemil dulu bakdabak yang dibawain Emak Wasila, sayang banget dia gak bisa ikut. Karena Mas Vicky kenal dengan Pak Kades Bringsang selaku pengelola tempat wisata ini, maka kami menemui beliau. Pak Kades menyediakan 1 homestay untuk kita tempati malam ini.

Di Pantai Sembilan ada banyak homestay yang berderet di pinggir pantai. Bangunannya berbentuk segitiga dengan 1 kamar yang cukup luas, bisa muat 4 sampai 6 orang. Sudah ada AC dan kamar mandi dalam. Recommended nih kalau mau honeymoon ke sini, ups. Nuansanya romantis dengan pemandangan langsung menghadap ke pantai.

pantai-sembilan
Deretan homestay di Pantai sembilan

Perut masih lapar, kami pun makan bekal yang dibawa dari rumah. Masing-masing ada yang bawa nasi, lauk, dan sambel. Nikmat sekali makan bareng-bareng kayak gini meski dengan menu seadanya.

Ayunan di depan homestay cukup menarik buat dijadikan tempat berfoto, kami pun berebutan buat rebahan dengan berbagai gaya. Setelah shalat isya’ kami jalan kaki menyusuri pantai, tak lupa foto-foto di beberapa spot yang instagramable, salah satunya tulisan iconic Pantai Sembilan yang diterangi lampu berwarna hijau dan merah.

pantai-sembilan

pantai-sembilan

pantai-sembilan

Pas balik ke homestay ternyata Pak Kades baru selesai bakarin ikan buat kami. Wah makan lagi nih. Entah apa nama ikannya, Rasanya enak banget, dagingnya tuh putih bersih dan lembut. Pokoknya mantap deh. Makasih Pak Kades Bringsang. Abis makan kami ngobrol-ngobrol dengan Pak Kades tentang pariwisata di Madura khususnya bagaiamana perkembangan Pantai Sembilan dari mulai berdiri hingga bisa terkenal sampai saat ini.

pantai-sembilan
Bakar ikannya di sini
pantai-sembilan
Makan lagi dong, ikan bakar fresh from the sea

Keseruan Camping di Pantai Sembilan

Salah satu yang membuatku excited dalam perjalanan ini karena kami mau camping di pinggir pantai. Kami udah bawa 2 buah tenda. Karena malam udah cukup larut kami segera mendirikan tenda. Yang ngerti masang tenda cuma Mbak Sinta dan suaminya, kami yang lain jadi tim hore aja bikin rusuh, haha. Kelar bangun tenda bukannya tidur malah masih foto-foto, dasar.

pantai-sembilan

Menurutku Pantai Sembilan nyaman banget buat tempat camping. Garis pantainya sangat luas, anginnya tidak kencang, dan yang paling penting tempatnya nyaman dan aman. Kamar mandi dan mushola juga sudah tersedia jadi gak repot kalau mau mandi dan shalat. Mau masak-masak juga oke, atau mau yang praktis bisa beli di warung yang banyak berderet di pinggir pantai. Harganya juga terjangkau. Toko-toko kelontong milik warga juga banyak loh.

Waktu pertama ke sini tahun 2017 aku malah tidurnya persis di pinggir pantai, tanpa tenda hanya beralaskan pasir dan beratapkan langit. Seru banget tapi, pengalaman yang sangat berharga. Dan sekarang aku seneng bisa kesampaian tidur di dalam tenda. Receh banget ya…

Malam udah larut, waktunya tidur. Satu tenda ditempati Mbak Sinta dan suaminya, satunya lagi ditempati aku, Ila dan Dek Kholif. Sementara homestay kami pasrahkan sama Rajho, Kak Ipink, dan Mas Vicky.

Minggu, 28 Juni 2020

Selamat pagi…. Selepas shalat subuh kami udah siap mengejar sunrise ke Pantai Kahuripan yang berjarak sekitar 8 Km dari Pantai Sembilan. Cerita lengkapnya nanti di postingan berikutnya ya.

Balik dari Pantai Kahuripan ternyata Pak Kades sudah menyiapkan ikan laut sisa semalam untuk dimasak. Kali ini kami dibawa ke dapurnya Pantai Sembilan. Pak Kades yang turun tangan sendiri membersihkan ikan dan menggorengnya, sebagian kita cuma membantu ala-ala.

pantai-sembilan
Ikannya enak banget, dagingnya putih dan lembut

pantai-sembilan

Mantap banget nih, makan ikan laut dengan view pantai yang cantik. Perfecto… Tak butuh waktu lama, semua ikan ludes sisa tulang-belulang saja. Perut udah kekenyangan, kami jadi mager dan istirahat di homestay.

Main Air di pantai Sembilan

Rasanya kurang lengkap kalau ke Pantai Sembilan tapi tidak berenang di pantainya. Air lautnya yang jernih itu loh seakan-akan menggoda kami untuk menceburkan diri. Kami pun berjalan dari homestay menuju bibir pantai dan seru-seruan main air. Kami berenang ke sana kemari, sesekali melompat dari perahu nelayan yang sedang tertambat. Berasa balik ke masa kecil dulu, seneng banget kayak gak ada beban. Ini benar-benar liburan, menikmati banget momen berharga ini.

pantai-sembilan
Seru banget main air di Pantai Sembilan, gak pengen udahan

Ada beberapa anak kecil warga sekitar yang juga sedang mandi di sini. Kebetulan mereka punya bola, jadi kami pinjam buat main bola air. Gak ada bosennya main air di sini. Meski matahari bersinar cukup terik tapi panasnya gak kerasa. Airnya bening banget, apalagi main rame-rame gini, jadi gak pengen udahan. Seneng? So pasti, pakek banget. Sayangnya kami harus pulang, mau gak mau harus udahan mainnya, hiks.

pantai-sembilan

Abis main air kami membersihkan diri dan bersiap untuk pulang. Karena yang lain masih ada yang belum selesai beberes, aku dan Rajho balik duluan setelah shalat dhuhur. Sebelum jam 3 aku sudah harus nyampek di Pamekasan karena masuk kerja lembur.Ya beginilah, harus bisa mengatur waktu agar tetap bisa jalan-jalan bareng di sela-sela jam kerjaku yang padat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *