Tracking Penuh Perjuangan Menuju Kawah Bromo

kawah-bromo

Setelah melihat sunrise di Bukit Cinta kita melanjutkan perjalanan menuju Kawah Bromo. Tapi sebelumnya mampir bentar di Savana Widodaren buat photo session ala-ala di depan jeep gitu, biar lebih dapet nuansa Bromonya.

Di antara banyak gugusan gunung di Kaldera Gunung Bromo aku paling suka dengan Gunung Batok. Bentuknya menggunung sempurna, berwarna kehijauan ditumbuhi banyak pepohonan. Sesuai dengan bentuk gunung yang ada dalam imajinasi masa kanak-kanak dulu.

“Foto bareng dulu ya di sini sebelum naik ke kawah,” Kak Heru sang tour guide mengarahkan semua peserta opentrip untuk foto bersama, bukan foto keluarga.

Cukup satu kali instruksi dari Kak Heru kita langsung mengambil posisi masing-masing. Berbaris membelakangi Gunung Batok yang gagah kemudian mengeluarkan beragam gaya.

“Semuanya bilang ciiiis.” Cekrek. Acara foto-foto selesai.

Adalah pilihan yang tepat ke Kawah Bromo pagi-pagi gini karena matahari masih belum terlalu menyengat dan stamina masih full. Di sini kita dikasih waktu bebas sampai jam sembilan untuk naik ke kawah Bromo. Ada beberapa sih yang gak naik. Karena aku baru pertama kali ke sini jadi aku mau naik. Sebenarnya masih kurang yakin juga kalau lihat puncak Bromo yang berjarak sangat jauh dari tempat parkir jeep. Orang-orang di kejauhan sana terlihat seperti barisan semut. Nah, kalau mereka bisa kenapa aku nggak? Lets go!!! Continue reading “Tracking Penuh Perjuangan Menuju Kawah Bromo”