Kemana aja Selama di Malang?

alun-alun-malang

Senin pagi di Pare kesibukan Kampung Inggris mulai  terlihat, baik yang berjalan kaki maupun naik sepeda ontel banyak berlalu-lalang. Sudah hampir satu jam aku menunggu di depan wapo (warung pojok) di depan gang Jl Anyelir. Berulangkali kutolehkan kepala ke arah selatan berharap bis Puspa Indah yang kutunggu segera datang. Tepat jam 7 bis berwarna biru berukuran tidak terlalu besar berhenti di depanku. Aku segera melompat ke dalam bis yang akan membawaku meninggalkan Pare menuju Malang ini. Dengan susah payah aku merangsek masuk. Tapi percuma aja celingak-celinguk gak ada tempat duduk yang kosong. Setelah memastikan Adek mendapat tempat yang nyaman selama kursus di Pare aku tidak langsung pulang tapi mampir dulu ke Malang karena jarak dari Pare ke Malang yah sekitar 2-3 jam gitu. Kebetulan aku lagi off dari kantor selama 2 minggu karena satu alasan. Well, sepagi itu aku sudah bergelantungan di dalam bis, berpegangan pada besi panjang untuk menjaga keseimbangan agar tidak jatuh.

Baca juga : Little Things about Kampung Inggris Pare

Rute Pare-Malang

Rute yang dilewati awalnya biasa-biasa aja. Setelah beberapa lama perjalanan aku melongokkan kepala keluar jendela, landcape gunung terlihat dari kejauhan. Udara terasa lebih adem saat memasuki kawasan rimbun dengan pohon-pohon di sekitar membelah gunung. Jalanan yang dilewati semakin ke sana semakin terjal, menanjak, dan berkelok. Agak ngeri  juga melihat di sebelah kanan hutan dan di sebelah kiri jurang. Apalagi saat berpapasan sesama bis rasanya perutku melilit dan aku memejamkan mata untuk mengusir ketakutan, berpegangan lebih erat supaya dapat berdiri dengan tegak. Gak bisa dipungkiri meski bikin perut agak mules tapi pemandangan jalanan ini bagus sekali. Dimana-mana hijau dengan pepohonan yang bikin udara lebih segar, Sungai mengalir jernih sepanjang jalan memasuki daerah Pujon,dan kebun sayur penduduk yang subur. Aku juga melihat sekilas sebuah air terjun yang ternyata Grojogan Sewu. Seru ya air terjun di pinggir jalan aksesnya tidak terlalu sulit. Kapan-kapan harus ke sini naik bis ini. Sampai daerah Batu aku baru dapat tempat duduk karena banyak penumpang yang turun. Pegel juga hampir 2 jam berdiri melewati jalanan yang ekstreme. Pemberhentian terakhir bis adalah terminal Landung Sari. Untuk ke malang aku naik angkot LDG. Continue reading “Kemana aja Selama di Malang?”