Tahlil di Hari Keenam

Minggu, 5 Ramadlan 1434 H/14 Juli 2013

Memasuki hari keenam meninggalnya Emba. Tradisi di daerahku sampai hari ke tujuh diperingati tahlilan. Biasanya dilaksanakan sore atau siang hari oleh para kerabat dan tetangga. Tahlil ini bertujuan untuk mendoakan si mayit.

“Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar), mereka berdoa: “Wahai Rabb Kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami telah beriman lebih dahulu dari kami dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian terhadap orang-orang yang beriman (berada) dalam hati kami. Wahai Rabb kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.” (Al-Hasyr: 10)

sebagai bentuk untuk menyedekahkan si mayit orang yang tahlil diberikan sebungkus nasi dan segelas air mineral. Selama tujuh hari pula berdatangan para tamu untuk melayat. Umumnya mereka membawa segantang beras. Tapi ada juga sebagian kecil yang membawa gula, telur dan uang. Hal ini sebagai bentuk kepedulian untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan. Orang yang melayat tersebut dihidangkan makanan dan diberi 2 buah mie instan untuk dibawa pulang. Berhubung ini bulan puasa maka tak ada ceritanya menyajikan makanan. Cukup menambah porsi mie instan menjadi 3 buah. Jadi hari ini aku turut serta menemui tamu dan membantu menyiapkan makanan untuk orang yang tahlil nanti sore. Semoga amal kebaikan yang dimaksud dapat sampai kepada Emba gara Allah menerangi kuburnya dn mengampuni dosa-dosanya. Aamiin!!!

Terima kasih sudah komen :)