View Alam yang Hijau di Boekit Tinggi Daramesta

boekit-tinggi

Boekit Tinggi namanya. Bukan, bukan nama kota terbesar kedua di Provinsi Sumatera Barat itu loh ya. Boekit tinggi yang aku maksud di sini adalah salah satu objek wisata yang ada di Desa Daramesta Kec. Lenteng Kab. Sumenep. Yang ngaku orang Madura pasti bakalan tahu dong sama objek wisata yang lagi ngehits ini. Secara gambar-gambarnya banyak sekali bertebaran di jagat Instagram kan. Aku udah pernah ke sana 03 April 2016 lalu. Udah lama banget ya tapi baru sempet menuliskannya. Awalnya aku berencana ke sana bersama beberapa teman tapi pada akhirnya cuma aku sama Ulva yang  jadi berangkat. Yang lainnya? Entahlah. Berduapun tetap seru kok, apalagi Ulva partner traveling yang asyik.

Matahari siang itu begitu terik bersinar di atas kepala. Setelah memarkir motor sebesar Rp. 3000 kita berjalan memasuki area wisata Boekit Tinggi. Tidak ada biaya masuk alias gratis saat masuk ke sini. Awalnya aku pikir Boekit Tinggi ini hanyalah sebuah tempat yang bagus untuk menikmati hijaunya alam Sumenep dari ketinggian. Seperti halnya bukit kapur yang ada di Blumbungan dan Nong Tengnga di Kadur Pamekasan. Namun ternyata aku salah, tempat ini memang sengaja dikelola menjadi sebuah tempat wisata dengan pengelolaan yang sangat baik. Fasilitas kamar mandi, mushola, juga kios penjual makanan juga sudah tersedia.

View di Boekit Tinggi Daramesta

boekit-tinggi

boekit-tinggi boekit-tinggiSesuai namanya kita berada di sebuah bukit yang tinggi dengan pemandangan yang sangat indah. Alam Kota Sumenep terlihat hijau dari sini. Ada sebuah kolam ikan kecil yang memiliki daya Tarik tersendiri. Kolam ikan ini menjadi spot yang instagramable banget apalagi dipadukan dengan latar pemandangan alam yang hijau. Selain itu yang menjadikan tempat ini lebih keren, banyak saung-saung yang dibangun berderet menurun mengikuti kontur tanah perbukitan yang agak miring. Saung ini terbuat dari bambu dan beratapkan jerami jadi kita bisa menikmati pemandangan alam sambil leyeh-leyeh di sini.

Sayangnya semua saung yang berderet ini udah penuh, kita gak kebagian tempat. Jadi kita terus berjalan menyusuri tangga yang dibangun mengikuti deretan saung-saung, berjalan lebih ke bawah sampai tiba di sebuah pohon yang berdiri tegak sendirian. Di bawah pohon, view alam yang hijau lebih terlihat sehingga banyak pengunjung yang duduk-duduk di sini. Pohon ini dililiti lampu-lampu yang akan menyala di malam hari. Memang katanya tempat ini juga ramai di waktu malam dan pemandangannya terlihat lebih bagus. Tapi kita tak berniat sampek malam kok di sini.

boekit-tinggi boekit-tinggi

Menjauh sedikit dari keramaian, kita menemukan sebuah pohon kecil yang hanya cukup sekedar untuk bernaung di bawahnya dari sengatan matahari. Kita putuskan untuk duduk di bawahnya. Dari sini pemandangan terlihat jauh lebih indah. Aku bersyukur menemukan tempat ini. Kita merasa lebih bebas berekspresi di sini. Ada sebuah batu yang menarik perhatianku yang akhirnya menjadi sasaran pijakan untuk berfoto. Hasilnya lumayan bagus terlihat lebih hijau dan mungkin gak bakalan ketebak kalau ini di Boekit Tinggi.

boekit-tinggi

Untungnya kita sudah menyiapkan amunisi sebelumnya biar gak kelaparan. Capek selpie-selpie kita beristirahat memandang jauh ke seluruh penjuru yang menyajikan pemandangan hijau nan menyegarkan. Alam yang hijau selalu membuat hati menjadi lebih tenang. Langit begitu cerah dan matahari masih bersinar terik. Sekumpulan awan putih yang tertiup angin berarak perlahan menaungi bagian bumi di bawahnya seperti bayangan hitam yang terus berjalan. Aku baru tahu fenomena ini, hehe.

Rute menuju Objek Wisata Boekit Tinggi

Aku sama Ulva kemana-mana lebih suka naik motor, begitu juga trip kali ini. Dari Pamekasan kita lurus ke arah Sumenep dan belok kiri di Pasar Kopedi, jalanannya udah mulus namun agak menanjak dan sedikit berkelok. Terus aja lurus melewati Pasar Lenteng sampai ketemu Balai Desa Daramesta di kiri jalan. Di situ belok kiri. Sampai di sini ikuti jalan terus kalau bingung jangan ragu nanya sama orang yang kita temui. Mereka pasti dengan senang hati membantu. Bahkan sebelum kita bertanyapun mereka sudah mengerti kalau kita mau ke Boekit Tinggi. Patokan akhir adalah sebuah masjid di pertigaan, karena kita belum shalat dhuhur jadi kita shalat dulu di masjid ini sebelum melanjutkan perjalanan. Ya, kemanapun kita pergi gak boleh lupa sama kewajiban.

 boekit-tinggi  boekit-tinggi

Dari masjid ini belok kanan dan lurus mengikuti jalan sampai tiba di Objek Wisata Bukit Tinggi Daramesta. Jalannya kecil cuma muat satu mobil dengan aspal yang sudah banyak mengelupas. Jalanan semakin menanjak seiring lokasi yang semakin deket. Sesaat sebelum nyampek Boekit Tinggi aku sempat menoleh dan terpukau menyaksikan pemandangan hijau di belakang. Kita sempat berhenti sejenak di situ, huwaa ciamiiik. Tak jauh dari tempat kita berhenti ada banyak umbul-umbul terlihat dan di situlah Objek Wisata Boekit Tinggi.

Oh ya, pemandangan sepanjang jalan dari Pasar Kopedi ke Boekit Tinggi tidak kalah asyik loh. Di sebuah titik di dekat tower kita berhenti menyaksikan sawah yang hijau berpadu dengan bentangan laut yang luas di kejauhan. Ada juga beberapa bagian kontur sawah yang berundak-undak, barisan pohon siwalan membuat perjalanan jadi tidak membosankan. Bagiku ini adalah bonus dari sebuah perjalanan yang patut dinikmati. Kita juga melewati Gunung Peggek yang konon katanya dulu gunung tersebut menyatu namun sekarang gunung tersebut terbelah dan menciptakan jalan yang bisa kita lewati makanya disebut Gunung Peggek. (Peggek dalam Bahasa Madura artinya terputus).

 boekit-tinggi  boekit-tinggi  boekit-tinggi

Selain dapat bonus pemandangan yang indah, kita juga dapat bonus ketemu sama kakak kelas saat berhenti di dekat tower. Gak nyangka bisa ketemu orang yang kita kenal di tempat yang tidak kita sangka. setelah saling bertukar kabar tak lupa kita foto bareng. Tadi kita juga ketemu sama temennya Wasik yang kuliah di Ngudia Bangkalan saat duduk-duduk di saung boekit Tinggi Daramesta. Trip Kali ini juga kita berhenti untuk shalat di 2 masjid yang berbeda. shalat dhudur di masjid pas pertigaan yang mau ke Boekit Tinggi Daramesta. sedangkan shalat asharnya di masjid deket Gunung Peggek. Masjid yang cukup besar dengan tempat penyimpanan Al-qur’annya yang unik di pilar-pilar masjid. Banyak sekali hal tak terduga yang kita dapatkan dalam perjalanan kali ini. 🙂

boekit-tinggi boekit-tinggi

 boekit-tinggi  boekit-tinggi

 

2 thoughts on “View Alam yang Hijau di Boekit Tinggi Daramesta

Terima kasih sudah komen :)