Zona Kece Boekit Tinggi Daramesta Sumenep

boekit-tinggi

Semakin ke sini semakin susah nyari temen buat diajakin ngebolang. Temen-temenku udah pada nikah semua, hiks… jadi gak bisa sebebas dulu buat nyulik mereka seharian. Kalaupun ada yang belum, mereka punya kesibukan sendiri dan jadwal hari liburnya berbeda denganku. Kali aja nanti ketemu jodoh yang juga suka jalan biar gak usah repot-repot nyari partner buat ngebolang, haha.

Nah pas dapet pesan dari Mbak Leha yang menawarkan diri jadi partner ngebolang, aku seneng banget. Mbak Leha temen kosku waktu kuliah di UTM. Dia baru aja pulang dari Jogja setelah lulus S2 di UGM, mungkin dia mulai bosan di rumah terus. Aku mengajak Mbak Leha ke Boekit Tinggi Daramesta Sumenep. Aku sih udah pernah ke sana tapi udah lama banget sebelum ada zona kecenya kayak sekarang.

Janjiannya sih jam setengah 6 udah mau berangkat. Nyatanya….. molor sejam, haha. Tak apalah lagian kita gak mau buru-buru kok. Kita maunya menikmati perjalanan ini, tsah. Dari Pamekasan kita motoran melewati jalan Raya Sumenep. Aku udah pernah menuliskan rute lengkapnya di kunjungan aku sebelumnya. Kalian bisa baca di sini: View Alam yang Hijau di Boekit Tinggi Daramesta

Perjalanan kali ini Alhamdulillah lancar, cuma pas masuk gang di Balai Desa Daramesta jalannya rusak banget. Tapi tenang aja, udah mulai terlihat tanda-tanda akan diperbaiki kok. Di sepanjang jalan batu-batu kecil sebagai bahan perbaikan udah mulai ditumpuk. Kemungkinan sih sekarang jalannya udah bagus.

 

boekit-tinggi

Nyampek di sana kita bayar parkir 3K. Setelah menaruh motor kita bergeser ke tempat pembelian tiket yang berbentuk gubuk dari bambu. Aku penasaran dengan tulisan “free selfie zona kece” yang ada di depan banguan ini. Ternyata kalau kita beli tiket yang 15K kita bisa bebas foto-foto di 3 Zona kece yang ada di Boekit Tinggi. Sementara kalau beli tiket yang 5K kita cuma bisa masuk area tempat wisata tapi gak bisa masuk ke Zona Kece buat selfie.

Pintu masuk Boekit tinggi dibangun membentuk inisial Boekit tinggi yakni huruf B yang bulatan bagian atasnya lebih kecil. Dibangun dari susunan batu dan semen yang dibiarkan tidak rata. Kita lewat dibawahnya melalui sedikit anak tangga yang landai. Gak lupa kita foto-foto di sini dulu. Berjalan sedikit ke dalam, tulisan iconic “boekit Tinggi” yang di susun dari satu persatu huruf berwarna merah menyambut para pengunjung. Sayang backgroundnya kurang bagus, masih berupa tegal/sawah gersang gitu.

boekit-tinggi

boekit-tinggi

Yuk masuk ke dalam melewati jalur yang sudah dibatasi dengan susunan batu-batu. Semakin ke dalam semakin naik karena kontur perbukitan ini di susun berundak-undak. Yang paling ngehits di Boekit Tinggi apalagi kalau bukan zona kecenya. Sepertinya kita salah strategi nih. Tadi pas waktu nyampek kita langsung eksplore rumah hobbit dulu. Ada banyak rumah-rumah kecil terbuat dari kayu yang di desain menjadi rumah hobbit. Kita bebas foto-foto di sini. Harusnya kita langsung ke zona kece ini mumpung masih belum ada pengunjung. Jadinya pas masuk ke zona kece udah mulai banyak pengunjung yang berdatangan jadi kurang bebas selfie-selfienya.

boekit-tinggi
Rumah Hobbit

Zona Kece Boekit Tinggi

            Ada 3 zona kece di Boekit Tinggi yang terintegerasi dalam satu jalur melalui satu pintu masuk khusus. Ketiganya menawarkan sensasi berfoto di atas ketinggian dengan latar pemandangan alam Kabupaten Sumenep di kejauhan. Di jamin feed instagrammu bakalan lebih kece kalau foto-foto di tempat yang sangat instagramable ini.

boekit-tinggi

boekit-tinggi

boekit-tinggi

Home Tree

Zona kece pertama adalah hometree atau rumah pohon. Kita harus naik beberapa tangga terbuat dari besi untuk sampai di atas rumah pohon. Aku gak ada masalah naik-naik tangga gini. Mbak Leha nih yang takut ketinggian harus selalu di semangatin per anak tangga biar bisa nyampek ke atas. Pas nyampek di atas kita bisa berfoto ataupun difotoin di depan rumah pohon yang terbuat dari papan kayu. Mirip replika rumah dengan pintu dan jendela yang terbuka. Atapnya terbuat dari susunan ranting-ranting pohon. Pagarnya terbuat dari ranting-ranting pohon yang agak besar dilengkapi dengan gantungan lampu petramaks di pojokan.

Bird’s Nest

Untuk menunju zona kece kedua kita berpindah menaiki anak tangga di sebelah Rumah Pohon, berjalan sedikit melewati jembatan buatan dari kayu. Di sini ranting-ranting pohon kering di susun melingkar membentuk sarang burung di dahan pohon. Kalau foto di sini seolah-olah kita ini anak burung yang sedang ditinggal induknya, hehe. Baik foto sendiri maupun rame-rame di dalam sarang ini sama-sama seru kok.

Home Love

Masih melewati jembatan buatan, berjalanlah sedikit bergeser menuju zona kece ketiga. Ada Home Love, lambang cinta yaitu hati terbalik yang dibentuk dari kayu. Zona ini identik sekali dengan foto berpasangan. Yang masih sendiri jangan baper ya, haha. Kita masih bisa kok foto-foto di sini, gak ada larangan “Yang jomblo dilarang berfoto” kok.

Selain zona kece buat selfie-selfie ada juga wahana lainnya yang bisa kita nikmati. Aku liat ada flying fox, tapi pas kita di sana gak ngeliat ada yang naik wahana ini, mungkin sedang gak beroperasi atau gimana.

boekit-tinggi

boekit-tinggi
Kantin
boekit-tinggi
Mushola

Karena udah kepanasan aku sama Mbak Leha istirahat di salah satu Gazebo yang banyak berjejer sebagai tempat istirahat buat pengunjung. Kita berlama-lama di sini sambil bercerita dan menikmati tahu pentol yang kita beli dari warung dekat gazebo. Fasilitas umum di Boekit Tinggi cukup lengkap, kamar mandi dan mushola juga ada. Di bagian bawah dekat pintu keluar kayaknya ada semacam warung-warung tempat makan gitu.

Saran aja kalau mau ke sini pagi-pagi atau sore sekalian, karena agak siang sedikit aja cuacanya panas banget. Tempat ini juga bukanya sampek malem, katanya pemandangan lebih bagus di malam hari. Aku lihat di instagram Boekit Tinggi juga banyak yang merayakan ulang tahun dan prewedding di sini. Kamu mau?

A post shared by titim nuraini (@titim_nuraini) on

3 thoughts on “Zona Kece Boekit Tinggi Daramesta Sumenep

Terima kasih sudah komen :)